Panduan Praktis Budidaya Bawang Merah Di Lahan Sawah Bekas Padi


Bawang merah termasuk salah satu produk hortikultura yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Di mana untuk melakukan budidaya bawang merah sendiri tergolong mudah dan cepat.  Tanaman sayuran yang juga cocok dibudidayakan di lahan bekas padi ini bisa dipanen hasilnya hanya dalam waktu dua bulan.

Selain digunakan sebagai bumbu penyedap, olahan seperti bawang goreng juga sering kita temui pada aneka makanan. 

Permintaannya yang cukup tinggi turut menjadikan harga bawang merah bisa lebih stabil dibandingkan produk hortikultura lainnya.

Budidaya bawang merah atau Allium ascalonicum ini cocok dilakukan di dataran rendah sampai dataran tinggi, mulai dari 0 mdpl – 900 mdpl. 

Supaya mudah dalam melakukan perawatan sekaligus mencegah timbulnya serangan penyakit khususnya jamur, ada baiknya budidaya bawang merah dilakukan di akhir musim penghujan dan pertengahan musim kemarau. Yaitu antara bulan April hingga bulan Juli.

Persiapan Lahan
Bawang merah termasuk tanaman berumur pendek, untuk itu dia memerlukan nutrisi yang siap serap dalam jumlah yang cukup banyak. Bagi Anda yang belum pernah melakukan sistem pertanian rotasi tanaman, maka lahan harus diolah terlebih dahulu. 


Pengolahan lahan pada penanaman bawang merah ini bertujuan untuk meningkatkan porositas tanahnya. Sehingga umbi bawang merah bisa tumbuh dengan baik sekaligus memudahkan perakaran dalam menyerap air dan unsur hara.

Ada tiga tahapan pengolahan tanah pada lahan bekas penanaman padi, yang pertama pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 1.5 m dan tinggi 50 cm, serta jarak antar bedengan 50 cm. 

Kedua adalah aktifitas pencangkulan pembalikan tanah bedengan. Fungsinya untuk mempercepat proses pengomposan sisa-sisa tanaman padi yang masih tertinggal di lahan. Setelah dilakukan pembalikan tanah selanjutnya lahan diistirahatkan atau dibiarkan selama satu minggu.

Biasanya setelah lahan diistirahatkan selama satu minggu sisa tanaman padi akan sudah lebih lunak dan banyak terurai. Lakukan langkah ketiga berupa pencacahan gumpalan-gumpalan tanah yang masih berukuran besar sampai didapatkan tekstur tanah yang lebih halus.

Pemberian Pupuk Dasar
Di awal pertumbuhannya tanaman bawang merah membutuhkan nutrisi yang cukup banyak. Kondisi tanah juga harus benar-benar subur dan mengandung unsur hara siap serap. 

Perpaduan antara pupuk kandang dari kotoran kambing dan pupuk kimia sintetis bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membudidayakan bawang merah secara konvensional.

Seringkali lahan bekas penanaman padi memiliki pH yang rendah atau di bawah 6. Maka dari itu perlu dilakukan penambahan dolomit atau kapur tanaman sebanyak 5 ton/ha yang disebarkan secara merata di permukaan bedengan. 

Di mana target pH tanah yang sesuai pada budidaya bawang merah adalah 6.5. Gunakan kertas lakmus untuk mengecek pH tanah lahan pertanian Anda.

Dalam rangka ntuk memperbaiki porositas tanah sekaligus meningkatkan kandungan mikroorganisme dalam tanah, tambahkan pupuk kandang yang terbuat dari fermentasi kotoran kambing atau domba sebanyak 10-15 ton/ha.

Pada pola budidaya bawang merah secara konvensional pemenuhan unsur hara makro dilakukan dengan cara memberikan pupuk kimia. Pupuk disebar kemudian dicampurkan secara merata pada tanah bedengan, untuk setiap 1 ha lahan diperlukan berupa campuran Urea 200 kg/ha, SP-36 300 kg/ha dan KCL 150 kg.  

Namun jika Anda tertarik untuk mencoba menggunakan sistem pertanian organik, jumlah pupuk kandang yang diberikan harus lebih banyak. Karena setiap 1 ton pupuk kandang hanya mengandung 10 kg NPK siap serap, maka supaya dapat memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro setidaknya diperlukan pupuk kandang dari fermentasi kotoran kambing sebanyak 60-80 ton/ha.

Setelah pupuk tercampur rata dengan tanah bedengan, selanjutnya lahan perlu diistirahatkan lagi selama 1 minggu. Mikroorganime akan aktif mengurai pupuk dan bahan organik yang tersedia di tanah. 

Jadi ketika dilakukan penanaman bibit bawang merah jumlah unsur hara makro dan mikro yang tersedia sudah cukup banyak.

Penanaman Bibit
Menurut data dari badan Litbang Pertanian, setidaknya ada 6 varietas bibit unggul bawang merah, diantaranya; Maja, Kuning, bima Brebes, Katumi, Sembrani dan Mentes. Di mana potensi hasil panennya bisa mencapai antara 10-27 ton/ha.

Nah, ciri dari umbi bibit bawang merah yang sehat antara lain; berwarna mengkilap, tidak keropos dan tidak terdapat luka atau busuk. Sedangkan ukuran bobot umbi setidaknya 3-4 gram/umbi. 

Untuk mencegah bibit dari serangan jamur, Anda dapat merendamnya terlebih dahulu dalam air selama 10 menit. Setelah itu tiriskan kemudian taburi dengan menggunaan Gliocladium dan Trichoderma sebanyak 100-250 gr untuk setiap 50 kg bibit.


Potong 1/3 bagian umbi untuk mempercepat proses tumbuhnya daun. Saat menanam di bedengan caranya adalah diputar seperti sekrup, namun pastikan supaya ujung umbi yang dipotong tidak terlalu tertutup tanah, cukup taburi sedikit tanah di permukaannya. Jarak tanam antar bibit yang direkomendasikan adalah 15 cm X 20 cm, bisa juga 20 cm X 20 cm. 

Pemupukan Susulan
Secara konvensional pemupukan susulan pada bawang merah dilakukan sebanyak dua kali menggunakan pupuk urea dengan dosis yang sama. Yaitu pada minggu ke dua atau saat tanaman berumur 15 hari berupa pupuk ZA 250 kg/ha dan KCL 25 kg/ha serta minggu ke empat atau umur tanaman 35 hari menggunakan pupuk ZA 200 kg/ha dan KCL 25 kg/ha.

Yang perlu diperhatikan dua hari sebelum dilakukan pemupukan tanaman tidak boleh disiram dengan air. Kemudian pada hari ke tiga pupuk disebarkan di atas bedengan secara merata di atas bedengan. Sebaiknya pemberian pupuk di pagi hari sebelum jam 10 kemudian segera sirami dengan air.

Sedangkan aktifitas pemupukan susulan pada pertanian organik menggunakan pupuk organic cair atau POC yang terbuat dari fermentasi urin kelinci, kemudian dilarutkan menggunakan air bersih, di man  perbandingannya 1:10. 

Supaya pertumbuhan tanaman dan produksi umbinya dapat maksimal, pemberian larutan POC sebaiknya dilakukan setiap 1 minggu sekali atau 10 hari sekali. Di mana dosis yang diberikan sebanyak 1 liter larutan POC yang sudah diencerkan setiap 1 meter persegi bedengan. 

Perawatan
Anda perlu melakukan perawatan rutin setiap hari yang meliputi penyiraman, pengendalian rumput liar dan pengendalin hama. 

Karena budidaya bawang merah nantinya dilakukan saat musim kemarau, maka aktifitas penyiraman dibagi dalam 3 langkah berdasarkan umur tanaman. Berikut data jadwal dan intensitas penyiraman bawang merah berdasarkan data Litbang pertanian ;


Di samping itu ertumbuhan rumput liar atau gulma juga menjadi isu yang patut diperhatikan. Agar Anda tidak kesulitan dalam membersihkan bedengan dari serangan rumput liar, sebaiknya aktifitas ini dilakukan setiap hari. 

Biasanya rumput liar akan muncul di antara tanaman bawang merah. Ketika pengendalian rumput liar dilakukan secara rutin, maka akar rumput yang muncul masih lemah dan cukup mudah dicabut dari tanah.

Ketika tanah bedengan cukup mengandung mikroorganisme dan bahan organic, maka tanaman yang tumbuh pun juga lebih sehat dan kuat, serta tidak mudah terserang hama dan penyakit. 

Maka dari itu pastikan Anda semaksimal mungkin menggunakan bahan-bahan yang alami dalam pengendalian OPT yang menyerang tanaman bawang.

Beberapa penelitan telah menunjukkan bahwwa pemberian pupuk hayati yang mengandung Trichoderma, mikoriza arbuskula, Nitrobacter, Nitrococcus secara rutin, yang bertugas meningkatkan daya tahan tubuh tanaman bawang merah. 

Kalaupun terpaksa menggunakan obat-obatan kimia sebaiknya dosis yang diaplikasikan seminimal mungkin dan hanya ketika terdapat tanda-tanda serangan OPT.

Panen 
Setelah tanaman berumur 60-70 hari biasanya tanaman bawang merah akan menunjukkan tanda-tanda siap panen, antara lain; leher batang mulai lunak, tanaman rebah dan daunnya menguning. 


Sebaiknya aktifitas panen dilakukan saat tanah bedengan dalam keadaan kering dan cuaca cerah, sehingga umbi tidak basah dan penyakit busuk umbi pun dapat dicegah.

Umbi yang telah dipanen kemudian dijemur di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih 1-2 minggu, kemudian dilanjutkan dengan melakukan penyortiran yang disesuaikan dengan kualitas umbi.

Referensi ; 
Widyaningsih. A, M. Bali Litbang Pertanian (2016). Teknologi budidaya bawang merah
Petrokimia gresik (2019). Anjuran umum pemupukan berimbang menggunakan pupuk tunggal
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang (2016). Teknologi budidaya komoditas sayuran spesifik bawang merah
Sumami, N dan Hidayat, A. Balitsa (2005). Budidaya bawang merah
Grant, A. Gardening know how (2019). Are red onions easy to grow: tips on growing red onions
Wager,K. Home Guides SF Gate (2019). How togrow red onions from bulbs
Albert, S. Harvest to table (2019). How to grow onions in your garden

Gambar :
http://kalbar.litbang.pertanian.go.id/index.php/teknologi-teraktual/896-budidaya-bawang-merah-di-lahan-gambut
https://kompas.id/baca/foto/2017/06/24/petani-bawang-merah

5 Tips Menanam Cabe Merah: Panen Melimpah Bebas Penyakit

Cabe merah besar

Tanilokal - Cabe merah merupakan salah satu komoditas yang paling hot. Hot rasanya, hot pula harganya. Untuk itu perlu kiranya menanam cabe merah pada waktu yang tepat dengan cara yang sehat. Harapannya supaya tanaman cabe merah dapat tumbuh dengan baik serta hasil panennya pun melimpah.

Pada dasarnya aktifitas pertanian ialah proses investasi jangka Panjang. Di mana keuntungan terbesar dari investasi ini berupa peningkatan kesuburan tanah pertanian.


Ketika tanah pertanian subur maka tanaman cabe merah pun dapat tumbuh dengan baik dalam jangka waktu yang lama.  Selain itu tanah yang subur akan membuat tanaman cabe merah menjadi efisien dalam menyerap nutrisi yang tersedia di tanah, hasilnya tanaman menjadi kuat dan tidak mudah terserang hama dan penyakit.


Dari sini maka penggunaan pestisida, fungisida dan pupuk kimia sintetis dapat ditekan. Sehingga biaya produksi menjadi murah, pada akirnya keuntungan yang didapat dari penjualan hasil panen cabe merah dapat maksimal.


Berikut 5 tips menanam cabe merah supaya panen melimpah bebas penyakit :


1. Benih Bersertifikat. Penentu dari keberhasilan dalam menanam cabe merah dimulai dari penggunaan benih berkualitas. Yaitu benih yang bebas penyakit serta telah mendapatkan sertifikat kelayakan dan keamanan dari kementerian pertanian.


Saat ini sudah banyak merk benih cabe merah bersertifikat yang bisa didapatkan di toko-toko pertanian maupun di toko online. Mulai dari merk Panah Merah, Known You Seed, Pertiwi, Jawara dan Permata Baru. Jenisnya sendiri ada dua macam, yaitu cabe merah keriting (CMK) dan cabe merah besar (CMB). 


Lakukan pembibitan terlebih dahulu dengan menggunakan seedtray selama 3-4 minggu. Media tanam yang dipakai berupa campuran pupuk kandang dan sekam bakar atau cocpeat dengan perbandingan 1:1.


Nantinya setelah bibit cukup umur lakukan pemindahan di lahan pembesaran atau polybag dengan jarak tanam 50 X 50 cm.


2. Pupuk Organik. Seperti yang sudah kita ketahui tanah merupakan rumah bagi beragam jenis mikroorganisme, diantaranya;  bakteri, jamur, actinomycetes, nematoda dan protozoa. 


Di mana makanan utamanya berupa bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran ternak dan bangkai hewan. Yang nantinya akan dirombak menjadi senyawa penting penyubur tanah.


Mikroorganisme tersebut juga mampu mengurai bahan-bahan kimia sintetis dan logam berat, untuk itu keberadaannya dapat memperbaiki tanah yang tercemar. 


Tanaman dan mikroorganisme nantinya saling bersimbiosis dalam menyediakan bahan makanan dan menjaga satu sama lain dari berbagai macam serangan penyakit.


Nah, langkah yang bisa dilakukan supaya kesuburan tanah tempat menanam cabe merah dapat meningkat diantaranya: 

  • Tambahkan pupuk kandang dari kotoran kambing sebanyak 30-50ton/ha atau 2-4kg/tanaman. Bila diperlukan ulangi pemberian pupuk kandang setiap 4 bulan sekali dengan takaran 500gr/tanaman.
  • Gunakan Probiotik yang mengandung nitrobacter, nitrosomonas dan jamur mikoriza sebanyak 30-50 kg/ha atau 1-2gr/tanaman. 
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan akan unsur hara makro sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami berikut ini:
  • Sumber N: Kocor tanaman cabe setiap 2 minggu sekali menggunaman fermentasi urin kelinci yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:10 sebanyak 250ml/tanaman.
  • Sumber P : Tambahkan tepung tulang yang nantinya dicampur dengan tanah, takarannya 100-250gr/tanaman. Pemberian tepung tulang sebaiknya diulang setiap 3 bulan sekali.
  • Sumber K : Taburkan abu dari pembakaran kayu atau jerami padi dengan dosis 2 sendok makan/tanaman.
Dengan menggunakan pupuk tersebut nantinya tanaman cabe merah bisa tumbuh kuat, sehingga dapat hidup dalam waktu yang lama.

3. Mulsa Jerami Padi. Fungsi utama dari jerami padi bisa diibaratkan seperti atap sebuah rumah. Yaitu melindungi tanah dari panasnya sinar matahari sekaligus menjaganya agar tetap lembab.


Kelebihan utama dari jerami padi dibandingkan dengan mulsa plastik diantaranya; mampu menyerap air lebih banyak, menjaga sirkulasi udara di dalam tanah serta merupakan salah satu sumber bahan organik.


Selain itu jerami padi bisa menekan pertumbuhan rumput liar atau gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman cabe merah. Kandungan seratnya yang tinggi juga sangat disukai oleh mikroorganisme khususnya jamur. 


Proses pengomposan jerami padi oleh jamur tersebut nantinya menghasilkan hasil samping berupa Phosphor dan Kalium yang bisa diserap oleh akar tanaman.


4. Tanam Sesuai Jadwal. Nggak mau kan ketika tanaman cabe merah sudah dirawat selama 3 bulan, tapi kemudian saat panen harga jualnya rendah ? 


Maka dari itu tanamlah cabe tepat pada waktunya.


Anda dapat mensiasatinya dengan cara melihat trend naiknya harga cabe merah pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh pada tahun 2017 dan tahun 2018 harga cabe merah mulai merangkak naik terhitung mulai dari bulan Februari hingga bulan Juni. 


Untuk itu setidaknya lakukan penanam cabe merah pada bulan Oktober atau di akhir musim kemarau.



Panen cabe merah

Namun perlu diperhatikan bahwa harga cabe merah sulit diprediksi dan bisa anjlok hanya dalam hitungan hari. Tapi jangan khawatir, dengan teknik penanaman yang baik dan sehat tanaman cabe bisa berumur panjang, bahkan mencapai 1-2 tahun. 

Sehingga dapat dipastikan dengan menanam cabe merah dengan cara yang benar akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.


5. Lakukan Rotasi. Salah satu penyebab sulitnya mengendalikan wabah penyakit di lahan ialah maraknya sistem penanaman monocropping. Yaitu menanam satu jenis sayuran secara terus-menerus sepanjang tahun. 


Ketika lahan pertanian tidak pernah dilakukan rotasi tanaman, dampaknya jenis mikroorganisme yang hidup di dalam tanah berkurang secara drastis. Akhirnya penghuni tanah hanya didominasi oleh beberapa jenis mikroorganisme tertentu saja. Yang kebanyakan adalah pathogen penyebab penyakit pada tanaman.


Rotasi tanaman sendiri ialah menggilir jenis tanaman yang dibudidayakan di suatu lahan. Apabila lahan sudah pernah ditanami cabe merah, maka lahan tersebut tidak boleh ditanami sayuran dari keluarga Solanaceae seperti; kentang, tomat, terong dan paprika. 


Berikut contoh sederhana rotasi tanaman yang bisa Anda lakukan: Cabe - Kembang Kol - Legum - Jagung - bawang.


Dengan melakukan rotasi tanaman, jenis mikroorganisme yang hidup di dalam tanah menjadi lebih beraneka ragam. Bahkan kebanyakan mikroorgaisme tersebut akan melakukan simbiosis mutualisme dan membantu dalam menyediakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh tanaman.


Sebagai bonusnya tanaman cabe merah menjadi sehat, dapat dipanen berkali-kali dan terbebas dari penyakit.


Referensi :

Puslitbang Hortikultura (2015). Budidaya tanaman cabai merah
Sudarti, SP. BPTP Sulawesi utara (2016). Teknologi budidaya cabe merah
BPTP Sumatera Barat (2017). Budidaya cabai dalam pot/polybag
Priyasidarta, D. Tempo.co (2018). Karena teknik ini, petani cabai banyuwangi raup laba ratusan juta
Astro, M.M. Antaranews (2018). Para petani cabai di banyuwangi raup untung Rp350 juta per hektar
Rachman. F.F. Detik finance (2017). Pekan pertama 2017, harga cabai rawit merah melambung Rp 120.000/Kg
Katadata (2017). Harga cabai rawit masih tinggi
Rahayu. Y.A. Merdeka (2018). Awal tahun 2018, harga cabai masih tinggi hingga Rp 60.000 per Kg
Dore, J. Growveg (2009). How to grow chilli peppers
Chilli pepper madness (2018). A guide to growing chilli peppers
Albert, S. Harvest to table (2019). How to grow hot chili peppers
Smith, M.R. Verticalveg (2016). How to grow chillies in containers – introduction
Gambar :

Beberapa Manfaat Sayuran Brokoli Yang Baik Untuk Kesehatan

Sayur brokoli hijau

Tanilokal - Sayuran yang memiliki bentuk seperti miniatur pohon ini ternyata syarat akan segudang manfaat bagi tubuh Kita. Kandungan serat, vitamin, mineral, antioksidan dan sulforaphane yang terdapat di dalam brokoli terbukti mampu menjaga tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah mencegah munculnya kanker.


Brokoli merupakan keluarga sayuran cruciferous, seperti halnya kubis, kale dan kembang kol. Sayuran ini sebenarnya berasal dari Italia dengan sebutan Broccolo. Nama Brokkoli sendiri berasal dari bahasa latin yaitu dari kata brachium, yang artinya cabang atau lengan, di mana menggambarkan bentuk bunga brokoli yang seperti pohon dengan batang yang besar.


Manfaat Brokoli untuk Kesehatan

Meskipun sayur brokoli ini memiliki rasa yang hambar dan sedikit pahit, tapi jangan salah, manfaatnya untuk kesehatan sangatlah besar. Tidak hanya itu, kandungan kalorinya yang rendah sekaligus bebas lemak menjadikan sayuran hijau ini cocok untuk dimasukkan dalam menu program diet. 

Uniknya lagi meskipun sayuran ini tidak terasa masam, namun ternyata memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, bahkan untuk setiap satu cup atau setara dengan 90 gr brokoli dapat mencukupi kebutuhan vitamin C harian Anda. 

Nah, mari kita simak manfaat brokoli berikut ini.

Menjaga Kesehatan Pencernaan dan Otak

Menurut penulis buku “The Four Pillar Plan” yaitu Dr. Rangan Chatterjee, manfaat dari mengkonsumsi sayuran berwarna hijau khususnya dari kelompok varietas cruciferous ini dapat dirasakan mulai dari sistem pencernaan yaitu usus kecil. 

Kandungan serat dalam brokoli nantinya akan dicerna oleh bakteri baik yang ada di dalam usus. Sebagai gantinya bakteri baik tersebut akan menghasilkan produk berupa asam lemak rantai pendek yang memiliki manfaat dalam meningkatkan imunitas tubuh kita.


Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Medical School Universitas Harvard, ternyata syaraf otak dan sistem pencernaan saling terhubung dengan erat. Ketika sistem pencernaan seseorang bermasalah, maka dapat segera memicu stress, depresi dan kegelisahan. 


Untuk itu apabila Anda mengkonsumsi makanan yang cukup serat, dapat dipastikan kesehatan pencernaan dan mental pun dapat terjaga.


Meningkatkan Kemampuan Detoksifikasi Tubuh

Tubuh kita setiap hari terkena paparan polusi yang semakin tinggi. Dengan mengkonsumsi brokoli yang mengandung banyak serat dan antioksidan akan membantu melancarkan pengeluaran racun dari dalam tubuh. 

Selain itu brokoli juga dapat mencegah konstipasi, sekaligus menjaga kesehatan sistem pencernaan sehingga mengurangi resiko kanker usus besar.


Vitamin C, sulfur dan asam amino dalam brokoli juga berperan dalam membantu mengeluarkan radikal bebas serta racun seperti asam urat. Brokoli yang bersifat alkalin juga dapat menyeimbangkan level pH dalam tubuh.


Mencegah Diabetes Type 2

Senyawa sulforaphane yang ada di dalam brokoli diketahui mampu menurunkan level kadar gula dalam darah hingga 10%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa senyawa sulforaphane akan menurunkan aktifitas 50 gen yang bertanggung jawab terhadap gejala diabetes tipe 2. Di mana komponen yang menghasilkan antiosidan sulforaphane dalam brokoli ini berasal dari lutein.

Di samping itu kandungan serat dalam brokoli yang sifatnya mudah larut serta keberadaan kromium juga membantu menjaga kadar gula darah tetap rendah.


Mengurangi Resiko Kanker 

Tidak hanya brokoli, sayuran golongan cruciferous dapat mengurangi resiko dari terserangnya penyakit kanker. Enzim myrosinase dalam brokoli akan mengubah senyawa kimia sulfur yaitu glucosinolates menjadi isothiocyanates yang merupakan komponen antioksidan pelawan kanker. 

Namun perlu diingat agar kemampuan melawan kanker ini tetap ada, usahakan untuk tidak memasak brokoli terlalu lama. 


Baca juga : 4 Langkah Menanam Brokoli Dari Biji Sampai Panen


Peneliti juga menemukan bahwa senyawa sulforaphane pada brokoli dapat menekan enzim histone deacetylase (HDAC), yang bertanggung jawab dalam pembentukan sel kanker. 


Senyawa anti karsinogeniknya yang berupa glucoraphanin, diiindolymethane, isothiocyanates, betakaroten dan selenium juga berperan dalam pencegahan kanker.


Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Gigi

Brokoli kaya akan vitamin K, kalsium, magnesium, zinc dan phosphor. Bagi lansia dan ibu hamil sangatlah cocok untuk mengkonsumsi sayuran cruciferous ini. Di mana vitamin K berperan dalam membantu penyusunan osteocalci, yaitu senyawa protein yang hanya dapat dijumpai dalam tulang dan gigi. 

Selain itu agar tubuh kita dapat menyerap kalsium, maka dibutuhkan keberadaan vitamin K. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin K dalam jumlah yang cukup, dampaknya makanan dan minuman sumber kalsium yang Anda konsumsi tidak dapat diserap oleh tubuh. 


Maka pastikan untuk selalu mengkonsumsi sayuran sumber vitamin K seperti brokoli dalam menu harian Anda ya.


Referensi:

Ritschel, C. Independent (2018). Broccoli is the only y you need to eat to boost your health, doctor says.
Szalay, J. Live science (2017). Broccoli: health benefits, risks & nutrition facts
Jones, T. Life hack (2019). 11 benefits of broccoli to convince anyone to eat it
Wilcox, J. Forbes (2012). Health benefits of broccoli
Tremblay, S. SF Gate Healthy Eating (2018). What are the benefits of eating broccoli every day ?
Jessimy, M. Natural food series (2019). 13 amazing health benefits of broccoli
Shubrook, N. BBC good food (2019). The health benefits of broccoli
Nagdeve, M. Organic facts (2019). 24 incredible benefits of broccoli
Hill, A. Health line (2018). Top 14 health benefits of broccoli
Olsen, N, RD, LD, ACSM EP-C. Medical news today (2017). The many health benefits of broccoli

Gambar :

https://kirbiecravings.com/stir-fry-garlic-broccoli/

Cara Menanam Lobak Merah, Bisa Dipanen Dalam Waktu 30 Hari

Umbi lobak merah

Tanilokal - Lobak merah atau radishes menjadi primadona bagi pekebun pemula yang ingin mendapatkan hasil panen dalam waktu singkat. Setidaknya umbi lobak merah sudah bisa dipanen hanya dalam waktu 20-30 hari.

Bagi Anda yang lokasi kebunnya berada di pegunungan yang berhawa dingin, sayuran ini patut untuk dibudidayakan. Selain waktu tanamnya singkat, irisan lobak merah sangat cocok dijadikan sebagai pelengkap penambah kesegaran pada sajian salad.

Mengenal Lobak MerahLobak merah merupakan tanaman yang masih satu kerabat dengan tanaman sawi-sawian (brassica) yang berasal dari daerah subtropis. Itulah sebabnya agar dapat tumbuh dengan baik, lobak merah harus ditanam di lokasi yang dingin dan sejuk. Setidaknya ketinggian lokasi budidaya 1100-1500 mdpl. 

Karena itu jika penanaman lobak merah dilakukan di lokasi yang panas atau dataran rendah dapat menyebabkan umbi terbelah di dalam tanah. 

Bahkan pada beberapa kasus umbi yang dihasilkan menjadi keras dan berkayu, rasanya pun pahit dan pedas. Akhirnya umbi lobak merah tidak dapat dikonsumsi. Jadi pastikan daerah Anda cukup dingin sehingga sesuai untuk pertumbuhan tanaman lobak merah.

Berikut tahapan menanam lobak merah agar menghasilkan umbi dengan rasa yang segar dalam waktu singkat ;

1. Penggemburan tanah. Umbi lobak merah yang berukuran kecil membutuhkan kondisi tanah yang gembur dan subur. Agar umbi tidak pecah dan berasa pahit pastikan tanah memiliki kandungan bahan organik yang cukup. 

Lakukan pengolahan tanah sampai didapatkan tekstur tanah yang halus, tambahkan pupuk kandang sebanyak 3-5 kg/meter persegi. Bila perlu tambahkam pula sekam bakar agar teksturnya menjadi lebih gembur. 

Anda juga bisa menggunakan jerami padi sebagai mulsa penutup tanah. Selain dapat melindungi umbi dari sengatan panas sinar matahari, jerami padi juga mampu menjaga tanah tetap lembab dan dingin. Sehingga umbi lobak merah dapat terbebas dari cekaman panas.

Selain itu tanaman lobak merah tidak menyukai tanah yang tergenang air atau terlalu basah, buatlah saluran drainase berupa parit untuk memudahkan air keluar dari lahan ketika turun hujan.

2. Penanaman. Lobak merah termasuk tanaman berumur pendek, sehingga tidak perlu dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Benih yang berupa biji bisa langsung disemai di lahan.

Caranya buat lubang tanam dengan kedalaman 1 cm. Jarak tanam yang ideal adalah 10x10 cm. Letakkan 1 biji benih lobak merah di setiap lubangnya. Kemudian siram dengan air secukupnya menggunakan sprayer.

Nantinya setelah 3 hari benih akan mulai tumbuh dan muncul dari permukaan tanah. 

3. Perawatan tanamanPastikan Anda melakukan penyiraman secara berkala. Ketika kelembaban tanah terjaga maka tanaman akan tumbuh dengan cepat, sehingga umbi dapat dipanen tepat waktu. 

Hal ini penting, karena tidak seperti tanaman wortel dan kentang, tanaman lobak merah jika dibiarkan terlalu lama tumbuh di lahan lebih dari 30 hari maka akan terjadi bolting. 

Di mana tanaman mulai menghasilkan bunga dan kondisi umbi sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

4. Panen dan penanaman rutin. Setelah tanaman berumur 20 hari, umbi lobak merah akan mula terlihat muncul sebagian di permukaan tanah. 

Cabut salah satu umbi untuk dijadikan sample, apabila ukuran umbi sudah cukup besar dan ketika dimakan tidak terasa pedas, itu artinya tanaman telah tumbuh dengan baik. 


Tanaman lobak merah

Biarkan tanaman hingga mencapai umur 30 hari, sehingga nantinya Anda akan mendapatkan panen umbi lobak merah yang ideal seukuran bola pingpong. 

Sebagai catatan apabila budidaya lobak merah dimaksudkan untuk konsumsi pribadi sebaiknya tidak menanam lobak merah secara serentak dalam jumlah yang banyak.

Lakukan penanaman setiap satu minggu sekali, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil panen umbi lobak merah yang cukup setiap hari.

Referensi : 
MacKenzie, J. University of Minnesota Extension (2018). Growing radishes in home gardens
Macdonald, M. West coast seeds (2014). How to grow radishes
Royal horticultural society (2019). How to grow radishes
Burpee (2019). How to grow radishes
The old farmers almanac (2019). Radishes : planting, growing and harvesting radishes
Lannotti, M. The spruce (2018). Four Common Problems Growing Radishes and What to Do About Them

6 Tips Budidaya Sayuran Selada Iceberg Organik


Tanilokal Sayur selada sudah tidak asing lagi kita jumpai di berbagai jenis makanan. Mulai dari salad, isian kebab dan burger sampai sayur pelengkap lalapan. Setidaknya ada dua jenis tanaman selada berdasarkan tipe pertumbuhannya, yaitu selada daun dan selada krop.

Kali ini penulis akan membahas budidaya selada iceberg yang termasuk jenis selada krop. Di mana setelah tanaman dewasa, tanaman selada iceberg akan membentuk krop bulat seperti tanaman kubis. Berikut 6 cara praktis budidaya selada iceberg secara organik.

1. Pemilihan Lokasi Budidaya

Dalam melakukan budidaya selada iceberg, kondisi lingkungan menjadi factor utama penentu keberhasilan. Tanaman ini hanya bisa membentuk krop apabila suhu udara di lahan cukup dingin.

Karena selada iceberg merupakan tanaman subtropis, maka budidaya selada iceberg disarankan untuk dilakukan di dataran tinggi.

Ketinggian lokasi penanaman yang sesuai untuk budidaya selada iceberg minimal 800-1000 mdpl. Sedangkan ketinggian lahan untuk pembentukan krop yang optimal adalah 1300-1500 mdpl.

2. Pembibitan dengan menggunakan seedtray.

Bibit yang sehat juga menjadi penentu keberhasilan pembentukan krop selada iceberg.

Untuk itu gunakan wadah pembibitan yang standar seperti seedtray plasik. Hal ini dikarenakan bentuk dan ukuran seedtray sudah didesain sedemikian rupa sesuai untuk pertumbuhan bibit tanaman.



Ukuran lubang drainase seedtray juga sangat pas. Air yang berlebihan dapat dengan mudah keluar dari seedtray, namun kelembaban media tanam dapat tetap terjaga.

Dengan menggunakan seedtray plastic, proses pembibitan juga menjadi lebih mudah dan cepat, dalam sekali proses setidaknya 105 benih sudah tertanam dalam waktu singkat.

Untuk melakukan pembibitan selada iceberg menggunakan seedtray plastic, pakailah campuran pupuk kandang dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1.

Campuran tersebut akan menghasilkan media tanam yang memiliki pH netral sekaligus tersedia cukup nutrisi untuk pertumbuhan bibit sampai siap pindah tanam.

3. Persiapan lahan
Agar tanaman selada iceberg dapat membentuk krop yang berkualitas baik, maka kondisi tanah harus gembur dan subur.

Sistem perakaran selada iceberg yang serabut membuat tanaman ini tidak dapat membentuk krop di lahan yang memiliki tekstur tanah keras. Untuk itu lakukan pengolahan tanah secara intensif.

Berikut 4 tahapan pengolahan tanah secara intensif;
  • Lakukan pembalikan tanah bagian bawah ke atas dengan menggunakan cangkul atau tractor. 
  • Pecahkan gumpalan-gumpalan tanah yang masih besar sampai didapatkan tekstur tanah yang halus. 
  • Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan tinggi 20 cm, untuk Panjang bedengan disesuaikan dengan kontur lahan.
  • Campurkan tanah bagian atas bedengan dengan pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kambing atau domba sebanyak 3 kg untuk setiap 1 meter persegi. Pastikan pupuk yang dipakai telah terfermentasi sempurna. Di mana ciri pupuk kandang yang sudah terfermentasi sempurna memiliki tekstur yang remah, tidak basah, tidak berbau serta ringan.

Setelah bedengan jadi, tutupi permukaannya dengan  menggunakan jerami padi yang disebar secara acak namun merata.

Usahakan untuk tidak menata jerami padi dalam satu alur, karena bisa menyebabkan permukaan tanah menjadi keras.

4. Pindah Tanam
Seperti halnya tanaman sayuran daun lainnya, waktu penanaman yang paling baik dilakukan saat akhir musim penghujan atau sekitar bulan Mei hingga Juni.

Setelah bibit berumur 2 minggu, lakukan pindah tanam di lahan pembesaran atau bedengan.

Keluarkan bibit secara hati-hati dari lubang seedtray dengan menggunakan tusuk es krim. Usahakan untuk tidak merusak perakaran bibit.

Untuk mendapatkan hasil krop yang berkualitas dan berbobot, jarak tanam yang direkomendasikan adalah 15x15 cm.

Setelah benih diletakkan di lubang tanam, padatkan tanah sekitar bibit agar akar tanaman dapat segera beradaptasi dan mendapatkan nutrisi.

5. Perawatan dan Pemupukan
Dalam budidaya selada iceberg waktu yang dibutuhkan dari pindah tanam hingga panen tergolong singkat yaitu 45 hari.

Bobotnya pun juga lumayan berat, setidaknya setiap satu tanaman dapat mencapai 700-1000gr.




Namun untuk mendapatkan hasil yang baik perlu dilakukan perawatan intensif. Diantaranya adalah aktifitas pemupukan susulan dengan pupuk organic cair (POC) dan penyiangan gulma atau rumput liar.

Karena dalam budidaya selada iceberg ini menggunakan mulsa berupa jerami padi, pengendalian gulma tergolong lebih mudah.

Rumput liar yang muncul dari bawah jerami padi dapat dihitung dengan jari. Selain itu akar rumput liar yang tumbuh juga cukup lemah, sehingga mencabutnya pun gampang.

Sedangkan untuk proses pemupukan susulan dilakukan setiap minggu. Pupuk organic cair yang digunakan terbuat dari fermentasi urin kelinci dengan produk EM4.

Lakukan pengenceran pada POC yang telah terfermentasi menggunakan air bersih dengan perbandingan 1:10. Di mana dosis yang sesuai untuk pertumbuhan selada iceberg adalah 300 ml atau 1 gelas untuk setiap tanamannya.

6. Panen dan Penyimpanan
Ciri dari selada iceberg yang siap panen telah membentuk krop sempurna. Apabila ditekan maka tanaman akan terasa kompak dan padat.

Pemanenan paling baik dilakukan pada sore hari mulai pukul 15.00. Hal ini dikarenakan aktifitas fotosintesis tanaman sudah mulai berkurang.

Selain itu proses penguapan juga tidak akan sebesar di pagi atau siang hari, sehingga tanaman tidak mudah layu selama proses penyimpanan.

Agar krop selada iceberg tetap segar dan renyah, segera bungkus dengan menggunakan plastic wrap atau kertas koran. Dengan perlakuan seperti itu krop selada iceberg dapat terjaga kesegarannya selama 2-3 hari.