Menciptakan Keturunan Bijak Versi Dr.Stephen Carr Leon

Menciptakan Keturunan Bijak Versi Dr.Stephen Carr Leon

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Cukup Satu Alasan Untuk Maju

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Pernyataan tersebut coba kita sederhanakan dengan Cukup Satu Alasan Untuk MajuAnda pernah mendengar kata orang pintar: Cukup 1% Inspirasi dan 99% Usaha. Pernyataan tersebut coba kita sederhanakan dengan: "Cukup Satu Alasan Untuk Maju dan Berjuta Alasan Untuk Mundur"

Mengapa dibutuhkan cukup 1% inspirasi? apakah tidak akan lebih baik inspirasi dengan dosis lebih tinggi lagi?
Mengapa dibutuhkan 1 alasan untuk maju? apakah tidak akan lebih baik alasan yang banyak untuk maju akan lebih baik?

Baiklah, terlepas dari hal ini, mari kita lihat fungsi dari Octane Booster yang biasanya ditambahkan sebagai zat additive atau tambahan pada bahan bakar kendaraan seperti bensin,untuk dapat meningkatkan kinerja/performance mesin yang berujung pada peningkatan akselerasi kecepatan dan respon mesin pada kendaraan.

Dapat kita lihat bahwa penambahan persentase kecil octane booster pada bahan bakar, sanggup melipatgandakan, atau minimal meningkatkan secara signifikan berbagai proses pada part-part mesin yang biasanya bekerja dengan kinerja 'normal' dengan bahan bakar standar. Dari hal ini dapat kita umpamakan bahwa inspirasi pun bekerja bagaikan octane booster pada diri seseorang, cukup sedikit inspirasi yang relevan dan mengena pada pemikiran untuk mampu menggerakkan seseorang sehingga dapat bertindak dengan lebih cepat, lebih yakin, lebih pasti, lebih bersemangat, lebih positif,lebih terfokus, seakan tidak ada hal yang dapat menghentikan mereka. Inilah fungsi sesungguhnya dari inspirasi.

Banyak kisah dan hal dari orang lain yang dapat dijadikan inspirasi, dan membantu orang lainnya untuk dapat mencapai cita-citanya.

Pada sebuah tayangan di tv, pernah ditampilkan seorang pebowling wanita yang hampir selalu mendapatkan 'strike' pada lemparannya, dan ternyata ia adalah seorang tuna netra! Saat ditanya apa yang memberikan kebahagiaan dalam pada hidupnya, ia menjawab: kebahagiaan terbesar dalam hidupnya adalah bila ada orang lainnya yang terinspirasi oleh kondisi dirinya sehingga dapat mencapai cita-citanya dengan langkah lebih pasti dan mantap. Dan inilah salah satu fungsi inspirasi bagi manusia.

Hal sederhana yang bisa kita lihat, jika seorang pelari yang akan bertanding, dia hanya punya 1 tujuan yaitu sampai di finish dengan waktu yang tercepat. Apabila dia inginkan hal itu, apapun akan dia lakukan untuk sampai di garis finish dengan waktu yang tercepat. Mungkin akan latihan lebih keras dari yang biasanya atau lainnya.

Banyak hal-hal lain yang dapat kita ambil sebagai bahan inspirasi.

Apa yang menjadi inspirasi Anda? Hal apa, pengalaman apa, atau siapa saja yang menjadi inspirasi Anda saat ini? Temukanlah 1% hal [atau bahkan lebih dari 1%] yang dapat menjadi octane booster bagi kendaraan Anda menuju cita-cita dan impian.

Bagaiamana kisah sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses bisa kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;
 Pernyataan tersebut coba kita sederhanakan dengan Cukup Satu Alasan Untuk Maju


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Belajar Sukses atau Sukses Belajar

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Belajar Sukses atau Sukses Belajar tidak dapat saya simpulkan yang mana Diterangkan dan y Belajar Sukses atau Sukses Belajar
Menurut hukum Diterangkan Menerangkan (DM/MD) pada pelajaran Bahasa Indonesia, Belajar Sukses atau Sukses Belajar tidak dapat saya simpulkan yang mana Diterangkan dan yang mana Menerangkan. Berbeda dengan "Baju Baru" kita dapat dengan mudah menentukan yang mana Diterangakan dan Menerangkan nya, dengan catatan kita belajar Bahasa Indonesia. Belajar Sukses atau Sukses Belajar Anda pilih yang mana?

Belajar mendengar kata ini saja sebagian orang sudah merasa ”alergi”. Yang terbayang dibenak adalah setumpuk buku tebal yang membosankan. Banyak orang juga beranggapan bahwa mereka sudah lama lulus dari sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang-orang tersebut berpikir demikian karena mereka tidak melihat ataupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatan ”belajar”.

Dalam berbisnis, belajar sudah menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku bisnis dapat dipastikan akan jauh tertinggal dan tersingkir dari persaingan, karena belajar menumbuhkan inovasi, dan inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam berbisnis. Belajar pun harus dilakukan dengan cepat, bahkan jika mungkin, harus lebih cepat dari pesaing, dan dari perubahan yang terjadi. Jadi, untuk sukses di bidang apa pun yang kita tekuni, kita harus ”BELAJAR”. Belajar yang bagaimana yang bisa membawa sukses? Simak belajar untuk sukses berikut.

Manfaat Belajar

Menurut D.A Benton yang telah mensurvei para CEO (Chief Executives Officers) dari berbagai bidang industri, belajar merupakan salah satu kebiasaan penting para CEO sukses. Pemimpin perusahaan yang efektif senantiasa mengembangkan diri dengan belajar, karena mereka banyak mendapatkan manfaat dari kebiasaan sukses ini.

Orang Penting
Dengan banyak ”belajar” kita menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan. Orang sekitar kita pun akan melihat dan merasakan ”aset” pengetahuan yang kita miliki, sehingga mereka akan datang kepada kita untuk mendapatkan ”solusi” yang mereka cari. Dengan demikian, kita bisa menjadi orang yang diperlukan oleh orang-orang sekitar kita, karena dianggap dapat memberikan manfaat, solusi bagi mereka. Alhasil, kemungkinan besar kita tidak akan tersingkir dari persaingan di tempat kerja. Sebaliknya, pengetahuan kita yang terus bertambah tersebut akan bisa membuka kesempatan besar untuk melaju dalam karier, ataupun dalam persaingan bisnis.

Misalnya: Rini, yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan,senantiasa menjadi andalan teman-teman, bahkan atasannya sebagai ”narasumber” dalam membantu mereka mengatasi berbagai masalah. Rini, yang memiliki pengetahuan bahasa Inggris paling baik di antara teman-temannya, dan pengetahuan yang luas dalam bidang pemasaran dan keuangan, selalu saja dimintai pendapat dalam membuat surat dan proposal bisnis penting untuk mitra asing, ataupun dalam menyiapkan presentasi bisnis dan negosiasi dengan calon pembeli. Atasan Rinipun selalu membawa Rini dalam pertemuan dengan mitra bisnis asing, ataupun dalam menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis di luar negeri.

Keputusan Berkualitas
Pengetahuan dan keterampilan yang kita dapatkan dari kebiasaan belajar, bisa menjadi alat ampuh dalam membantu kita mengambil keputusan yang berkualitas. Dengan kemampuan yang selalu disempurnakan, kita menjadi lebih bijak dalam melihat suatu permasalahan, karena bisa melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini membantu kita untuk menghasilkan alternatif solusi yang lebih beragam, dan lebih tajam karena didukung dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih kaya.

Misalnya: Toto, yang memiliki minat besar dalam bidang e-learning, beberapa bulan terakhir ini banyak membaca berbagai literatur di bidang pembelajaran elektronik. Ketika perusahaan IT tempat ia bekerja kemudian mengembangkan bisnis ke arah e-learning, ia diberi kepercayaan untuk pembuatan proposal pengembangan bisnis di bidang e-learning. Ditunjang dengan pendidikannya di bidang keuangan, keterampilan di bidang teknologi informasi, dan pengetahuan yang baru saja dipupuknya di bidang e-learning, Toto berhasil menyusun berbagai keputusan bisnis yang lebih berkualitas dan dengan derajat keyakinan sukses yang lebih tinggi.

Master of Change
Pembelajaran senantiasa membawa perubahan, karena pengetahuan dan keterampilan yang baru, seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan. Di dunia bisnis yang diwarnai dengan perubahan yang cepat. Para pelakunya harus senantiasa menelurkan perubahan. Jika pelaku bisnis tidak berubah, maka mereka akan dilibas oleh perubahan tersebut. Sebaliknya, dengan senantiasa melakukan pembelajaran yang berkesinambungan, pelaku bisnis bisa menjadi pihak yang mengendalikan perubahan (master of change), bukan pihak yang menjadi korban perubahan.

Misalnya: Untuk memasuki bisnis teknologi tinggi yang penuh perubahan, pemain baru di industri ini haruslah menawarkan sesuatu yang baru agar bisa tampil sebagai pemenang. Inilah yang dilakukan oleh Michael Dell, pebisnis yang pada saat itu masih sangat muda. Pengetahuannya yang kuat di bidang perakitan komputer, serta kebiasaan belajarnya yang diperoleh dengan senantiasa mengamati perubahan yang terjadi di industri yang ditekuni, mendorong pemuda ini untuk berani tampil melibas pemain lama di dunia perakitan komputer. Cara baru yang cepat, unik, dan cerdas di tawarkan pada pelanggan, yaitu kesempatan untuk merakit komputer sesuai dengan kebutuhan sendiri, dengan harga yang relatif lebih murah, dan pengiriman yang lebih cepat.

Apa Yang Dipelajari

Okay. Sekarang kita sudah yakin bahwa belajar itu dapat mendatangkan banyak manfaat. Tapi, apa sih sebenarnya yang harus kita pelajari?
Yang diperlukan. Prioritas utama dalam pembelajaran tentunya adalah pembelajaran seputar topik-topik yang bisa langsung diperlukan untuk menunjang pekerjaan kita. Jika kita bergerak di bidang IT solution, tentunya kita harus banyak melahap literatur (buku, artikel,majalah) yang berhubungan dengan teknologi informasi. Kita juga bisa belajar dengan mengamati sepak terjang tokoh-tokoh bisnis IT ataupun perusahaan IT yang telah sukses di bidang masing-masing. Jika kita bergerak di bidang SDM, pastilah topik-topik pengembangan sumber daya manusia, dan pelatihan-pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi topik-topik utama yang perlu kita gali.

Yang menunjang. Selain mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan yang kita tekuni, kita juga bisa mempelajari pengetahuan dan keterampilan penunjang, yaitu yang bisa memberi nilai tambah bagi kualitas pekerjaan kita. Pengetahuan dan keterampilan bernegosiasi, berkomunikasi dengan efektif, menyusun anggaran, mengendalikan dan memimpin orang lain, project management, serta menyusun anggaran sudah pasti dapat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan kita dengan lebih baik.

Yang disenangi. Pengetahuan dan keterampilan yang langsung terkait ataupun yang tidak langsung dapat menunjang pekerjaan kita memang sangat diperlukan. Tapi, yang juga kita perlukan adalah pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi kesenangan dan kenikmatan bagi kita. Biasanya pengetahuan dan keterampilan ini berkaitan dengan minat dan hobi kita. Jika kita adalah seorang akuntan, tapi memiliki minat besar di bidang otomotif, kita bisa saja melahap bahan bacaan, melakukan observasi tentang dunia otomotif. Jika, ternyata kita mendapat kesempatan untuk mengaudit sebuah perusahaan otomotif, kita sudah memiliki latar belakang kegiatan otomotif yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Jadi, galilah dan pupuk minat kita walaupun sepertinya tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaan kita saat ini.

Yang meningkatkan kualitas watak. Yang juga perlu diingat dalam mencari hal-hal yang harus dipelajari, adalah tidak sekedar pengetahuan dan keterampilan ”teknis” semata. Yang lebih penting adalah melakukan pembelajaran dalam hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak, misalnya: belajarlah juga bagaimana mengembangkan integritas, kejujuran, disipilin, keyakinan sukses, kepemimpinan dan komitmen. Semua ini bisa kita gali melalui pengamatan terhadap atasan, bawahan, teman sejawat, ataupun tokoh sukses di sekitar kita. Sumber lain yang juga sangat kaya akan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak adalah buku-buku biografi orang-orang terkenal.

Prinsip Belajar

Lalu, prinsip apa yang dapat kita terapkan dalam melakukan pembelajaran yang berkelanjutan? Ada dua prinsip yang harus kita perhatikan, yaitu:

Komitmen
Douglas Brown, seorang pakar bahasa, mengatakan bahwa jika ingin belajar dengan sukses, prinsip utamanya adalah komitmen, yaitu: komitmen secara fisik, mental, dan emosional. Prinsip ini tidak hanya berlaku bagi pembelajaran di bidang bahasa, melainkan juga di bidang-bidang lain. Menurut Brown, agar belajar memberikan hasil yang maksimal, seorang pembelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar, misalnya dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang ditemui dalam belajar.

Komitmen secara mental juga diperlukan, yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan (bukan sekedar mendengar informasi selintas, dari kuping kiri ke kuping kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak). Komitmen secara mental bisa dilakukan misalnya dengan mengaitkan informasi yang baru diterima, dengan pengalaman kita, dan mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru ini untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan kita. Sedangkan komitmen secara emosional melibatkan upaya untuk ”menyukai” apa yang kita pelajari. Tanpa rasa ”senang” akan sulit bertahan dalam belajar, terutama jika kita menghadapi bagian-bagian yang sulit untuk dicerna. Kesenangan akan topik yang dipelajari akan tumbuh jika kita bisa mencari dan menggali manfaat dari topik yang dipelajari tersebut, atau jika kita memiliki minat yang tinggi terhadap topik tersebut.

Praktik
Prinsip lainnya adalah praktik. Mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari akan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas hidup kita. Tanpa praktik, lama-kelamaan pengetahuan dan keterampilan tersebut akan menjadi usang. Seperti halnya belajar mengendarai mobil. Jika kita hanya ”membaca” dan ”memahami” petunjuk dalam mengendarai mobil, tanpa ada usaha untuk mencoba ”menjalankan” mobil tersebut, maka pengetahuan ini akan sia-sia, kita tidak akan bisa mengendarai mobil. Kita harus mau mencoba turun ke jalan. Pada mulanya pasti banyak hambatan, tapi dengan berjalannya waktu, dan keinginan untuk belajar dari tiap kesalahan yang kita lakukan, kita akan semakin mahir dalam mengendarai mobil. Jadi, pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari, agar dapat memberikan manfaat yang optimal, perlu ”DIPRAKTIKKAN”.

Strategi Belajar Sukses

Setelah mengetahui manfaat belajar, apa yang harus dipelajari, dan prinsip yang bisa diterapkan untuk belajar, kita juga perlu mengetahui strategi belajar yang dapat memberikan hasil yang optimal. Banyak strategi belajar yang bisa kita pilih untuk diterapkan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Belajar Efisien
Survei yang dilakukan terhadap orang-orang yang sudah mencapai posisi puncak membuktikan bahwa mereka memiliki kebiasaan ”belajar”. Pertanyaan selanjutnya: Bagaimana mereka bisa memiliki waktu belajar di tengah kesibukan mereka? Ternyata mereka bisa belajar kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Selain dari membaca buku, majalah dan surat kabar di rumah, mereka juga bisa memanfaatkan waktu menunggu, waktu makan siang, waktu di jalan (berkendaraan, maupun dalam penerbangan dan perjalanan dengan kereta api) untuk menambah ilmu.

Selain membaca, mereka juga memanfaatkan waktu mereka untuk melakukan observasi lapangan berbagai hal yang terjadi sekitar mereka. Cara lain yang mereka terapkan adalah mendengarkan informasi berbentuk ”audio” (kaset, CD) dalam perjalanan atau dalam melakukan pekerjaan lain. Mereka juga menyerap informasi penting dan menarik dari diskusi dengan sesama profesional, atasan, bawahan, pelanggan, guru, pelatih, dan juga dari pesaing. Mereka juga sering menyempatkan diri untuk menghadiri seminar, workshop, ataupun pelatihan singkat, ataupun menyempatkan waktu untuk meningkatkan diri melalui sarana elektronik (misalnya: anggota beberapa mailing list, memanfaatkan fasilitas e-learning).

Belajar Efektif
Seperti juga kepribadian, setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah belajar melalui audio. Ada yang lebih dapat menyerap informasi yang berupa tampilan secara visual. Ada juga yang lebih mudah menyerap informasi melalui gerakan. Selain gaya belajar yang dihubungkan dengan indera, gaya belajar juga bisa dihubungkan dengan waktu. Sebagian orang lebih mudah belajar di pagi atau siang hari. Sedangkan sebagian lagi lebih mudah belajar di malam hari. Yang penting adalah mengenali gaya belajar kita.

Setelah itu kita bisa menyusun strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar kita.
Misalnya, jika kita lebih mudah belajar di malam hari dan kita cenderung lebih efektif menyerap informasi dalam bentuk visual, maka strategi belajar kita adalah belajar hal-hal yang serius di malam hari dengan menggunakan input visual ataupun memvisualisasikan informasi yang kita terima (misalnya, kita bisa menggambarkan informasi yang kita baca dengan diagram, simbol-simbol, flowchart, grafik, yang dapat mempermudah pemahaman kita akan informasi yang akan kita serap).

Belajar Bijak
Pengalaman (terutama kegagalan, kesuksesan, kesalahan) adalah guru yang terbaik. Jadi, jangan pernah melewatkan kesuksesan yang kita raih, kegagalan yang kita alami, dan kesalahan yang kita lakukan tanpa memetik pengalaman dari hal-hal tersebut. Tetapi waktu kita untuk belajar dari pengalaman sangat terbatas. Kita tidak akan bisa memanfaatkan semua waktu yang kita dapatkan untuk mempelajari semua yang kita perlukan. Untuk itu, kita perlu belajar cerdas dan bijak. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah belajar tidak hanya dari pengalaman kita sendiri, terutama adalah belajar dari pengalaman orang lain.

Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain adalah membaca biografi orang-orang sukses. Dari artikel, buku biografi setebal puluhan sampai ratusan halaman, kita bisa memetik pengalaman berpuluh-puluh tahun dari orang-orang yang riwayat hidupnya dibukukan. Cara lain adalah membaca hasil survei di bidang-bidang yang kita minati. Hasil survei memetakan data dan informasi yang diekstraksi secara profesional dari pengalaman orang lain juga. Cara yang lebih mudah adalah ”bertanya” pada orang-orang yang kita anggap lebih berpengalaman dari kita dalam bidang-bidang yang kurang kita kuasai. Dengan belajar dari orang lain, kita bisa melipatgandakan pengetahuan yang kita dapatkan (yaitu pengetahuan dari pengalaman kita sendiri ditambah dengan pengetahuan dari orang-orang lain). Di dunia yang bergerak cepat, banyak perubahan terjadi. Untuk mengendalikan perubahan ini, kita perlu belajar. Tanpa belajar, kita tidak bisa mengejar perubahan tersebut. Dengan belajar pun, jika tidak dilakukan dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan perubahan tersebut, belum tentu juga kita dapat bertahan. Jadi, belajar sudah merupakan suatu keharusan, tetapi yang lebih diperlukan adalah belajar untuk sukses, yaitu belajar dengan menerapkan strategi belajar efesien, efektif dan bijak.

SELAMAT BELAJAR!

Bagaiamana kisah sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses bisa kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;
 Belajar Sukses atau Sukses Belajar tidak dapat saya simpulkan yang mana Diterangkan dan y Belajar Sukses atau Sukses Belajar


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Olahraga Otak Ini Harus Kita Lakukan Demi Melatih Konsentrasi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Olahraga Otak Ini Harus Kita Lakukan Demi Melatih Konsentrasi Olahraga Otak Ini Harus Kita Lakukan Demi Melatih KonsentrasiBanyak orang menganggap olahraga adalah kegiatan fisik yang penting untuk kebugaran tubuh. Padahal, meski tidak terlihat, otak pun memerlukan olahraga untuk memelihara kesehatan dan agar kerjanya tetap optimal.

Setiap hari kita bisa melakukan olahraga fisik atau otak tetapi ika dibandingkan olahraga fisik, olahraga otak jauh lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan arena dan peralatan khusus. Olahraga otak juga dapat dikerjakan di mana saja. Olahraga otak juga dapat dilakukan sepanjang hidup kita.

Ada berbagai olahraga otak, misalnya:
✔ mengisi teka-teki silang (TTS),
✔ menyusun puzzle,
✔ bermain catur atau bridge,
✔ belajar bahasa asing dan
✔ mendengarkan musik.
Kegiatan yang relatif mudah dan menyenangkan serta memberi manfaat besar bagi otak. Kegiatan tersebut membuat kerja otak optimal dan tidak mudah pikun ketika berusia lebih lanjut.

”Sampai sekarang, pemahaman saya olahraga ya aktivitas fisik yang mengeluarkan keringat dan menyehatkan tubuh. Lagi pula olahraga yang populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis. Saya belum tahu soal olahraga otak,” kata Nur Hikmah (19), mahasiswa semester II Jurusan Bahasa Inggris Akademi Bahasa Asing Jatiwaringin, Bekasi.

Dia kini menekuni karate di kampusnya dan berlatih seminggu sekali. Namun, ketika tahu begitu besar manfaat olahraga otak bagi dirinya, dia bertekad akan melaksanakan kegiatan itu. Selama ini, di lingkungan sekitarnya, seperti di rumah dan kampus, dia sangat jarang melihat orang berolahraga otak, seperti bermain catur atau mengisi TTS. Hal itu menyebabkan dia tidak tertarik menekuni kegiatan tersebut.

Lain halnya dengan Janna (19), mahasiswa semester II Jurusan Teknik Komputer Akademi Manajemen Informatika dan Komunikasi Jatiwaringin, dan Tasripah (21), mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika di kampus yang sama, sama-sama menggemari permainan catur. Mereka mengenal catur melalui ayah mereka masing-masing.

Setelah menguasai permainan itu, mereka berani mengajak adik, kakak atau kerabat lainnya bertanding. Mereka sering menang, bahkan mampu mengalahkan guru mereka, sang ayah. Namun, jarang ada anak perempuan lain yang mengerti catur di lingkungan mereka. Kondisi itu berlanjut hingga mereka kuliah. Alhasil, mereka kini jarang bermain catur kecuali di komputer.

”Waktu saya masih SD, saya juara tingkat RT. Sekarang malah tidak sempat lagi main catur,” kata Tasripah, yang kini menekuni karate demi belajar melindungi diri itu.

Menurut dia, ketika dia kecil di lingkungan tempat tinggalnya di Larangan, Brebes, Jawa Tengah, banyak yang menganggap catur adalah permainan anak laki-laki sehingga tidak ada anak perempuan lain yang ikut main catur.

”Awalnya, saya sering melihat orang main catur. Saya tertarik dan iseng bertanding melawan adik. Ternyata saya bukan hanya dapat mengalahkan adik saya, melainkan juga paman dan ayah saya,” kata Janna, yang juga sering menang dalam permainan catur di komputer.

Mereka sepakat permainan catur melatih konsentrasi mereka. ”Tiap kali main, pasti tidak mendengar apa-apa lagi, fokus ke papan catur,” ujar Tasripah.

Sementara Ahmad Dwi Rahmat Martono (26), mahasiswa semester V Manajemen Informatika AMIK Jatiwaringin, mengaku sejak kecil tidak pernah tertarik bermain catur atau olahraga otak lainnya.

Manfaat

Olahraga otak sepintas sepele dan hanya bermain-main mengisi waktu luang. Namun, perlu disadari bahwa kegiatan ini penting bagi otak. Selain untuk istirahat dan rekreasi, olahraga otak juga membuat otak segar kembali sehingga dapat bekerja optimal. Olahraga otak umumnya juga membuat orang berpikir, menganalisis, melatih kecerdasan emosional, mencegah kepikunan, serta menumbuhkan motivasi untuk meraih kemenangan melalui cara yang jujur dan sportif.

Dalam permainan bridge terdapat unsur manajemen, melatih kesabaran, bersikap sopan santun, berkomunikasi, keterbukaan, dan bersikap jujur. Selain itu, banyak yang menganggap permainan bridge merupakan implementasi dari berbagai ilmu, seperti matematika, psikologi, dan manajemen.

Ketua Badan Pembentukan dan Pembinaan Tim Nasional (BPPTN) Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) Roy E Tirtadji berpendapat, olahraga bridge membuatnya mampu menganalisis dan mengasah ilmu manajemennya. ”Saya seperti sekarang antara lain karena olahraga bridge,” kata Roy, beberapa waktu lalu. Dia antara lain pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group dan Presiden Lippoland Development.

Sementara permainan catur memberikan manfaat antara lain berupa menambah kecerdasan, melatih kedua sisi otak, meningkatkan konsentrasi, mencegah kepikunan, menambah memori, dan menambah kemampuan membaca. Permainan catur juga melatih disiplin, konsistensi, pengarsipan, dan menghitung cepat.

Di Sekolah Catur Utut Adianto, diyakini permainan catur merangsang kecerdasan anak dan melatih anak bermental baja serta tidak cengeng.

Berbeda dengan permainan catur dan bridge atau mengisi TTS, permainan di komputer belum tentu memberikan manfaat yang sama. Permainan dengan unsur kekerasan dan senjata membuat anak bersikap agresif, sedangkan video game dapat meningkatkan kecepatan detak jantung, tekanan darah, dan konsumsi oksigen cukup signifikan.

Seperti itulah garis besar apa yang disampaikan pada kolom Kebiasaan yang buat otak lemot

Pernah main game memindahkan orang keseberang sungai dengan syarat tertentu tapi tidak berhasil menyelesaikannya, simak cara penyelesaiannya;
Olahraga Otak Ini Harus Kita Lakukan Demi Melatih Konsentrasi Olahraga Otak Ini Harus Kita Lakukan Demi Melatih Konsentrasi


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.