Latest News
Loading post...
Sejak 460 juta tahun yang lalu tanaman dan jamur mikoriza melakukan symbiosis mutualisme, yaitu membentuk ikatan yang saling menguntungkan satu sama lain. Adanya interaksi ini menjadikan tanaman dapat bertahan hidup dengan baik di permukaan tanah. Bahkan jumlah varietas tanaman yang bersimbiosis dengan jamur mikoriza tersebut mencapai 90%.
Apa itu jamur mikoriza ? Mikoriza atau Mycorrhizal merupakan salah satu jenis jamur penghuni tanah yang bentuknya seperti jaringan benang halus. Nama Mycorrhizal sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu terdiri dari kata fungus atau jamur dan rhiza yang berarti akar.
Jamur ini menghasilkan mycelia, yaitu filamen atau serabut halus yang berfungsi sebagai penghubung antara akar tanaman yang satu dengan lainnya.
Jamur mikoriza sekaligus menjadi bagian perpanjangan dari sistem perakaran tanaman. Sehingga unsur hara makro dan mikro yang tersimpan jauh di dalam tanah dapat dijangkau dan diserap.Beberapa Masalah Yang Timbul Ketika Jumlah Populasi Mikoriza BerkurangNamun sayangnya aktifitas pertanian konvensional seperti membajak tanah, penggunaan pupuk kimia sintetis dalam dosis tinggi, serta obat-obatan kimia seperti fungisida, herbisida dan pestisida sangat berbahaya bagi jamur mikoriza, di mana jumlahnya di dalam tanah pun terus berkurang.
Tidak jarang kita tenemui lahan pertanian yang kondisi permukaan tanahnya cepat mengering. Bahkan ketika digali tekstur tanah bagian dalamnya pun sangat keras dan tidak berongga.
Di samping itu meskipun dosis penggunaan pupuk kimia sintetis terus ditambah, produktifitas tanamannya pun tidak berubah secara signifikan.
Tanah pertanian yang terus berkurang kesuburannya itu akan mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, sehingga lebih mudah terserang penyakit.
Belum lagi banyak hama atau OPT yang telah resisten terhadap obat-obatan pestisida dan insektisida, yang dapat mengakibatkan resiko gagal panen pada pertanian konvensional lebih besar lagi.
Bagaimana cara mengembalikan dan menjaga keberadaan jamur mikoriza di dalam tanah ?Pada dasarnya jamur mikoriza dapat tumbuh dengan baik di lahan yang tidak banyak mengalami aktifitas pengolahan tanah menggunakan alat berat.
Contohnya seperti hutan hujan tropis yang belum dijamah oleh manusia. Di sana meskipun tidak ada aktifitas pengolahan tanah seperti membajak atau membalik tanah, namun semakin lama kondisi tanahnya justru semakin subur.
Nah, di situlah peran jamur mikoriza dan mikroorganisme lainnya dalam menjaga dan mengolah tanah secara harmonis dengan sangat baik.
Mikoriza dan mikroorganisme akan bekerja dalam membantu proses pengomposan bahan organik, serta mengikat partikel tanah supaya porositasnya dapat meningkat.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya mikoriza dapat tumbuh dengan baik diantaranya;
- Mengurangi aktifitas membajak atau membalik tanah setiap musim tanam
- Rutin melakukan rotasi tanaman
- Pemberian pupuk organik dalam jumlah besar baik yang terbuat dari fermentasi kotoran ternak maupun sisa tanaman
- Pemberian pupuk hayati jamur mikoriza arbuskula pada media tanam pembibitan sayuran atau buah yang akan ditanam
- Tutup permukaan tanah dengan menggunaan mulsa dari sisa-sisa tanaman seperti jerami padi
- Hentikan penggunaan obat-obatan kimia sintetis seperti herbisida, fungisida, pestisida dan insektisida
- Kurangi dosis pupuk sintetis yang diaplikasikan ke tanaman
- Jangan menanam sawi-sawian atau sayuran dari keluarga Brassica secara terus menerus
Peran Jamur Mikoriza Sebagai Perantara Pencegah Hama dan Penyakit TanamanTanaman yang terhubung dalam jaringan filamen jamur mikoriza akan memiliki kemampuan dalam mengaktifkan senyawa kimia ketika terdapat ancaman berupa serangan hama maupun penyakit. Mekanisme pertahanan diri tersebut hanya dimiliki oleh sekelompok tanaman yang bersimbiosis dengan jamur mikoriza.
Hal ini berbeda dengan tanah yang kurang subur dan sedikit mengandung jamur mikoriza. Tanaman yang hidup di tanah tersebut tidak memiliki kemampuan untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan diri.
Sehingga untuk mendalikan serangan hama dan penyakit diperlukan bantuan manusia berupa penggunaan obat-obatan kimia.
Manfaat Jamur Mikoriza Sebagai Penyedia Nutrisi Selain itu sepanjang hidupnya tanaman membutuhkan nutrisi berupa unsur hara makro dan mikro. Mulai dari NPK, kalsium, boron, zinc dan besi. Sebenarnya unsur hara tersebut banyak tersimpan di dalam tanah. Namun hanya sebagian kecil yang dalam kondisi terlarut dan dapat diserap oleh akar tanaman.
Sebagian besar lainnya terikat dengan dan terkunci oleh mineral tanah sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh akar tanaman.
Jamur Mikoriza melalui filamen dan hyfanya yang panjang dan tipis akan merombak unsur hara makro yang terikat dengan tanah tersebut supaya dapat diserap oleh tanaman. Khususnya unsur hara makro Phosphor dan Kalium yang kebanyakan terikat permanen dengan mineral tanah.
Sebagai gantinya jamur mikoriza mendapatkan nutrisi berupa karbohidrat atau gula sebesar 10-30% yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh tanaman.
Cara Jamur Mikoriza Menyuburkan TanahLeonardo da Vinci pernah berpesan “supaya dapat menjadi petani sukses salah satu yang harus dipahami adalah sifat alami tanah”. Dan ternyata memang kunci supaya tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan produksi buahnya optimal bukanlah seberapa banyak pupuk yang diberikan, melainkan seberapa subur tanah tempatnya tumbuh.
Di mana ciri dari tanah yang subur antara lain: berwarna coklat kehitaman, lembab, terdapat banyak rongga, serta terdapat serabut putih yang tak lain adalah hifa atau jamur mikoriza yang mengikat partikel tanah. Tanah dengan ciri tersebut dapat dipastikan memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi.
Keberadaan jamur mikoriza tersebut juga dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Ketika partikel tanah saling terikat dengan baik, maka saat ada angin kencang ataupun turun hujan tidak akan terjadi erosi tanah.
Begitu pula ketika memasuki musim kemarau panjang dan tidak turun hujan. Jamur mikoriza akan menjaga kelembaban tanah sekaligus menyediakan nutrisi siap serap bagi akar tanaman.
Hasilnya tanaman yang bersimbiosis dengan jamur mikoriza dapat hidup dengan baik selama musim kemarau dibandingkan dengan tanaman yang tidak bersimboisis dengan jamur mikoriza.
Untuk itu kita harus menjaga keberadaan mikoriza di dalam tanah. Dengan harapan aktifitas pertanian yang dilakukan dapat memberikan keuntungan berlipat baik dari segi ekonomi maupun kesehatan lingkungan.
Referensi:Pennington (2016). Why and how to improve grass roots with mycorrhizal fungiSteenbergen, H. Organic consumers association (2016). The fungi thing about soilFifth season gardening co (2016). The fungal internet: mycorrhizal fungi and moreJacoby, R. Peukert, M. Kopriva, S. Frontiers in plant science (2017). The role ofsoil microorganisms in plant mineral nutrition – current knowledge and future directionsGarden myths (2019). Mycorrhizae fungi inoculant productsRhs garden (2019). Mycorrhizal fungiBritannica (2019). Fungus – mycorrhizazLepp, H. Australian national bonatic gardens and Australian nasional herbarium, Canberra (2013). MycorrhizasHepperly, R. P. Douds, D. Amaranthus, M. Eco farming daily (2018). The huge impact of mycorrhizal colonization on plant and soil healthGarden organic (2019). What are mycorrhizal fungi ?University Lancaster. Future learn (2019). Mycorrhizal fungi – soilsPosta, K. Duc, H. N. Intechopen (2019). Benefits of arbuscular mycorrhizal fungi application to crop production under water scarcityMax planck gesellschaft (2018). Leaf molecules as markers for mycorrhizaPace, M .The new York botanical garden (2003). Hidden partners: mycorrhizal fungi and plants Gambar :https://conceptodefinicion.de/micorriza/http://jardin-mundani.blogspot.com/2014/01/bellotas-dulces-un-manjar-de-dioses.html
Tanilokal - Keberadaan mikroorganisme di dalam tanah berperan dalam menyediakan nutrisi siap serap bagi tanaman, sekaligus menjaganya dari serangan hama dan penyakit. Microorganisme itu diantaranya bakteri, actinomycetes, dan jamur.
Kita semua sudah mengetahui bahwa makanan utama tanaman berupa Nitrogen, Phosphor dan Kalium atau yang dikenal dengan istilah NPK. Ketiga bahan makanan tersebut diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik kemudian menghasilkan bunga, buah dan biji.
Namun NPK yang kita berikan sebagian besar masih berupa bahan mentah, di mana hanya sebagian kecilnya saja yang bisa diserap oleh akar tanaman. Sedangkan tanaman sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk memasak NPK mentah tersebut.
Bahkan 40-60% dari pupuk NPK yang diaplikasikan di lahan pertanian tidak diserap oleh akar tanaman, melainkan menguap, terikat dengan mineral tanah atau ketika turun hujan akan terbuang, terbawa aliran air ke sungai.
Nah, di sinilah peranan mikroorganisme dalam merombak NPK dan unsur hara mikro lainnya menjadi produk yang lebih sederhana, sehingga dapat diserap oleh akar tanaman.
Sebagai gantinya 30% energi yang dihasilkan dari proses fotosintesis akan didepositkan ke bagian perakaran. Yang nantinya digunakan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme.
Di sisi lain mikroorganisme juga memproduksi enzim, antibiotik, maupun asam organic yang dapat menyuburkan tanah sekaligus menjaga kesehatan tanaman.
BakteriBakteri termasuk salah satu mikroorganisme yang paling aktif di antara yang lainnya. Mereka banyak ditemui di sekitar perakaran tanaman. Karena di daerah itu banyak tersedia bahan makanan yang dibutuhkan oleh bakteri seperti gula, asam amino, asam organik dan molekul kecil lainnya.
Nantinya bakteri akan bekerja dalam merombak unsur N dan P yang ada di dalam tanah menjadi produk yang bisa diserap oleh akar tanaman. Jenis bakteri tersebut antara lain;
Bakteri Nitrifikasi. Yaitu kelompok bakteri yang memanfaatkan bahan kimia sintetis Nitrogen sebagai sumber energi utamanya. Pertama-tama bakteri Nitrosomonas dan Nitrosolobus merombak ammonia yang ada di tanah menjadi nitrit. Kemudian bakteri Nitrobacter, dan Nitrococcus memecah nitrit menjadi nitrat yang dapat diserap oleh akar tanaman.
Bakteri Pemfiksasi Nitrogen. Atmosfir bumi setidaknya mengandung 78% gas Nitrogen. Namun tidak semua tanaman bisa memanfaatkan gas Nitrogen ini. Hanya jenis leguminosa saja seperti kacang kedelai, kacang kapri, dan pohon kaliandra yang memiliki kemampuan dalam memanfaatkan gas Nitrogen di atmosfir melalui proses yang dikenal dengan istilah fiksasi.
Yaitu penyerapan gas Nitrogen bebas menjadi Ammonium. Proses ini dibantu oleh bakteri Azotobacter dan Rhizobium yang menginfeksi akar tanaman. Sehingga tanaman leguminosa tidak memerlukan asupan Nitrogen dalam jumlah yang banyak.
Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Sebenarnya tanah pertanian sudah mengandung Phosphor dalam jumlah yang cukup banyak. Namun struktur kimia Phosphor tersebut masih berupa mineral yang tidak larut. Akibatnya hanya 0.1% yang bisa diserap oleh akar tanaman.
Sedangkan pemberian pupuk Phosphor sintetis sendiri pengaruhnya hanya dapat dirasakan dalam jangka pendek, yang bisa diserap itupun dalam porsi yang kecil.
Karena 75-90% bagian Phosphor sintetis yang diaplikasikan di lahan akan segera terikat dengan tanah dan tidak dapat diserap oleh akaran tanaman.
Dari sini peranan mikroorganisme sangatlah diperlukan. Bakteri seperti Pseudomonas dan Bacillus memiliki kemampuan dalam memproduksi enzim fosfatase dan asam-asam organic yang berfungsi untuk melarutkan Phosphor yang terikat dengan tanah sehingga dapat diserap oleh akar tanaman.
ActinomycetesKita pastinya sudah tidak asing lagi dengan aroma segar tanah ketika turun hujan. Aroma tersebut ternyata dihasilkan oleh adanya aktifitas actinomycetes di dalam tanah. Actinomycetes sendiri masih satu keluarga dengan bakteri.
Dia berperan dalam mengurai serat sisa-sisa tanaman yang telah mati, bangkai hewan dan material jamur. Dalam proses tersebut sekaligus dihasilkan enzim dan asam organik.
Microorganisme ini juga bisa meningkatkan ketersediaan nutrisi, mineral dan bahan metabolis yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Di samping itu kemampuan Actinomycetes dalam memfiksasi nitrogen dan mengurai bahan organic menjadikannya sebagai mikroorganisme dekomposer.
Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa actinomycetes juga memproduksi beragam varietas antibiotik dan enzim extraseluler. Beberapa diantaranya mampu melindungi tanaman dari berbagai jenis penyakit.
Salah satunya Streptomyces yang telah lama digunakan sebagai agen anti jamur alami. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Takeda pada tahun 1978, senyawa anti jamur berupa mildiomycin yang dihasilkan oleh Streptoverticillium rimofaciens Niida secara aktif dapat menekan pertumbuhan penyakit powdery mildew pada tanaman.
JamurSimbiosis antara tanaman dan jamur sudah terjadi sejak 400-450 juta tahun yang lalu. Jamur di sini adalah jenis jamur mikoriza arbuskula (MA) atau yang biasa disebut sebagai jamur tanah. Setidaknya 80% spesies tanaman bersimbiosis dengan jamur mikoriza arbuskula.
Manfaat yang didapatkan oleh tanaman dari symbiosis dengan jamur MA di antaranya; mendapat nutrisi siap serap berupa fosfat dan nitrogen, meningkatkan kemampuan dalam menghadapi stress baik abiotic (kekeringan, kadar keasaman tanah yang tinggi dan kandungan logam berat) maupun biotik (penyakit akar).
Bukan hanya itu, hasil penelitian menujukkan bahwa hampir 100% dari Phosphor yang diserap oleh tanaman dibantu oleh jamur MA. Sebagai gantinya 20% hasil fotosintesis tanaman diberikan untuk kelangsungan hidup jamur MA yang hidup di sekitar akar tanaman.
Di mana kehidupan jamur MA seluruhnya bergantung dari suplai karbon dan gula dari inangnya, dalam hal ini tanaman. Hal ini dikarenakan jamur MA tidak mampu memproduksi makanannya sendiri yang berupa gula.
Jaga Tanah Tetap SuburAktifitas pemberian pupuk hayati atau suplemen yang berisi mikroorganisme untuk tanaman sebenarnya sudah banyak dilakukan.
Sayangnya penggunaan pupuk hayati masih bersamaan dengan metode pertanian yang konvensional. Di mana pengolahan tanah secara berat dan penggunaan bahan-bahan kimia sintetis masih sering dilakukan.
Sehingga manfaat dari penggunaan pupuk hayati tersebut menjadi hanya sementara. Karena pada dasarnya mikroorganisme sangat sensitif terhadap aktifitas pengolahan tanah dan dapat mati ketika terkena bahan-bahan kimia sintetis.
Namun apabila penggunaan pupuk hayati tersebut diimbangi dengan menggunakan pola pertanian organik, maka pertumbuhan tanaman yang baik dan sehat hanyalah sebagian kecil dari benefit yang dapat dirasakan oleh petani.
Dengan menjaga keberadaan mikroorganisme, maka kita sudah melakukan investasi jangka panjang yang akan membantu menyuburkan tanah.
Sebagai gantinya kita mendapatkan hasil panen yang memuaskan tanpa harus bersusah payah mengendalikan hama dan penyakit.
Referensi :Maximum yield (2019). ActinomycetesBhatti, A.A. Bhat, R.A. ScienceDirect (2017). Actinomycetes benefaction role in soil and plant healthSingh, D.P. Prasad, R.S. ScienceDirect (2018). Crop improvement through microbial technologyDwevedi, A. Kayastha, M.A. ScienceDirect (2017). Soil sensors: detailed insight into researchupdates, signifance, and future prospectsGlick, R.B. Hindawi (2012). Plant growth-promoting bacteria: mechanisms and applicationsSmith, M. Uvhero (2017). How do bacteria help plants grow?Bishop, C. The scientist (2003). Bacteria help plants growConniff, R. Scientific american (2013). Microbes help grow better cropsRutgers University (2018). How plants harness microbes to get nutrients: study could lead to enhanced crop growth, fewer weeds and lowerfertilizer and herbicide useSteenbergen, H. Organic consumers association (2016). The fungi thing about soilPennington (2016). Why and how to improve grass roots with mycorrhizal fungi
Hammer, C.E. Pallon, J. Wallander, J. Olsson.P.A. FEMS microbiology ecology (2011). Tit for tat? A mycorrhizal fungus accumulates phosphorus under low plant carbon availability
Gambar : https://fifthseasongardening.com/the-fungal-internet-mycorrhizal-fungi-more
Tanilokal - Buah Crown melon sudah lama dikenal sebagai “king of fruit” nya Jepang. Di mana proses budidaya melon dari varietas muskmelon ini memadukan antara sentuhan karya seni dan teknologi canggih. Selain itu perawatannya yang sangat intensif menjadikan crown melon produksi Prefecture Shizuoka, Jepang ini dinilai sebagai salah satu buah melon dengan kualitas terbaik di dunia.
Karakteristik buah melon berlabel “crown melon” ini dapat dikenali mulai dari bentuk fisiknya, diantaranya; bulat sempurna dengan warna putih kekuningan, memiliki tangkai berbentuk huruf T, serta kontur jaring yang terlihat sangat menonjol.
Rasa daging buahnya sangatlah manis dengan kadar gula rata-rata 14 brix. Selain itu teksturnya yang juicy dan lumer di mulut, menjadikan crown melon berbeda dengan buah melon pada umumnya yang kebanyakan bertekstur renyah dan sedikit keras.
Harganya pun cukup fantastis. Untuk satu buahnya dibandrol dengan harga $150-$200 atau sekitar 2,5 juta rupiah. Memang dalam memproduksi crown melon ini petani harus merawat satu per satu tanaman melon yang dibudidayakan secara khusus di dalam greenhouse. Bahkan setiap satu tanaman dikondisikan supaya hanya menghasilkan satu buah melon yang terbaik.
Sejarah Perkembangan Crown Melon di JepangTanaman melon varietas muskmelon pertama kali dikembangkan di Jepang pada era Taisho atau sekitar tahun 1912-1928, di Prefecture Shizuoka. Benih pertama kali didatangkan dari United Kingdom yang dikenal dengan varietas Earl-Feboritto atau Earl’s favorites.
Karena melon bukan tanaman asli daerah Jepang, maka buah crown melon yang dihasilkan seperti sekarang ini sebelumnya telah melalui proses uji coba yang panjang.
Akhirnya dengan menggunakan teknologi greenhouse tanaman melon dapat tumbuh dengan sangat baik. Yang kemudian Prefecture Shizuoka dikenal sebagai produsen crown melon dengan kualitas terbaik.
Penyebab Buah Crown Melon Bisa Sangat Manis dan JuicySalah satu komponen yang menyebabkan tanaman melon sangat cocok dibudidayakan di Prefecture Shizuoka adalah tingginya intensitas sinar matahari di daerah tersebut.
Bahkan Prefecture ini disebut sebagai daerah paling terang di dunia. Hal ini penting karena supaya dapat menghasilkan buah yang berkuakualitas, tanaman melon membutuhkan sinar untuk fotosintetis dengan intensitas yang tinggi.
Selain itu petani di daerah ini menggunakan greenhouse kaca dan akrilik untuk budidaya crown melon. Di mana intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam greenhouse dan diterima oleh tanaman bisa tetap tinggi.
Tempat penanamannya pun tidak dilakukan di tanah bedengan, namun menggunakan pot berukuran besar yang diberi penyangga supaya terpisah dari tanah di bawahnya. Sehingga akar tanaman hanya mendapatkan nutrisi serta air yang tersedia di dalam pot.
Pupuk yang digunakan merupakan campuran dari berbagai bahan organic alami. Maka dari itu aroma dan rasa buah yang dihasilkan lebih kaya dibandingkan buah melon yang diproduksi secara masal dengan pupuk kimia sintetis.
Dengan teknik ini petani dapat mengontrol jumlah pupuk dan air yang diberikan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Dari sini kualitas melon yang dihasilkan bisa konsisten, manis dan juicy sepanjang tahun.
Perawatan Buah Supaya Memiliki Bentuk Fisik Yang Nyaris Sempurna Penilaian kualitas buah crown melon tidak hanya sebatas pada rasa daging buahnya saja, namun juga bentuk fisiknya. Terutama kontur jaring yang muncul di permukaan kulit, serta bentuk buahnya harus bulat. Di mana suhu udara dan jumlah air yang diserap oleh tanaman memegang peranan yang menentukan bentuk fisik tersebut.
Untuk itu petani crown melon mendesain greenhouse yang bisa secara otomatis mengatur suhu dan kelembaban udara. Di mana suhu udara ketika siang hari dipertahankan pada 30°C, sedangkan ketika malam hari suhu dijaga agar tetap 22°C.
Kaca greenhouse juga secara otomatis dapat membuka dan menutup untuk mengkondisikan suhu, kelembaban dan sirkulasi udara.
Pengairan dilakukan setiap pagi dan sore hari. Setelah buah yang dihasilkan sudah seukuran telur ayam intensitas pengairan dikurangi menjadi 2 hari sekali.
Nantinya tanaman melon mulai mengeluarkan bunga betina saat berumur 25 HST. Proses polinasi dilakukan dengan cara mengawinkan bunga betina dengan bunga jantan secara manual menggunakan kuas.
Setiap satu bunga betina dikawinkan dengan tiga bunga jantan. Saat ukuran buah sudah sebesar telur ayam dilakukan seleksi, di mana tiap tanaman hanya disisakan satu buah yang terbaik.
Tahapan yang paling menyita banyak waktu dan tenaga dalam perawatan crown melon di mulai saat memasuki hari ke 18-20 setelah polinasi. Yaitu aktifitas pemijatan dan polishing pada masing-masing buah secara manual. Setiap hari dengan menggunakan sarung tangan kain petani memijat dengan lembut permukaan buah melon.
Proses ini sangat penting agar supaya bentuk buah dapat bulat sempurna sekaligus memiliki kontur jaring yang indah. Selain itu supaya terhindar dari panasnya sinar matahari yang bisa merusak permukaan kulit buah, maka setiap buah perlu dibungkus dengan kertas.
Panen dan Inspeksi Kualitas BuahBuah melon produksi daerah Shizuoka bisa dipanen ketika tanaman telah berumur 100 hari. Namun setelah melalui proses budidaya yang panjang tersebut belum menjamin semua buah yang dihasilkan bisa mendapat label “crown melon”.
Setiap buah yang dipanen akan diperiksa oleh tim inspeksi. Standar penilaiannya meliputi; bentuk harus bulat, bebas dari cacat, kontur jaring yang baik dan seragam serta kadar gula minimal 13 brix. Buah yang lolos inspeksi merupakan buah terbaik dan diberi label “crown melon” beserta lokasi daerah asal produksinya.
Dedikasi dan passion dalam melakukan budidaya melon tersebut menjadikan buah crown melon memiliki harga jual yang tinggi.
Sebagai gantinya petani di Prefecture Shizuoka dapat terus melestarikan budaya penanaman crown melon dari generasi ke generasi.
Referensi :Crown melon (2019). The gift for the important people Japanese king of fruits: Crown MelonFloyd, C. Business insider (2019). These melons can sell for as much as $22,500 each in JapanJie, P. Rice media (2019). The life-changing magic of a $158 melonMelon fruits (2019). Cultivation method of muskmelonSharonchung (2018). Japan’s famous crown musk melonShigoku (2010). What is crown melon ?
Gambar :Facebook.com/crown1921https://melon-fruits.com/saibai/
Tanilokal - Supaya dapat tumbuh dengan baik, tanaman membutuhkan sumber makanan atau pupuk berupa unsur hara makro yang terdiri dari Nitrogen (N), Phosphor (P) dan Potassium atau Kalium (K).
Daripada menggunakan pupuk kimia NPK sintetis, Anda bisa membuat sendiri pupuk NPK tersebut dari bahan-bahan yang mudah didapatkan. Selain itu, penggunaan pupuk NPK buatan sendiri sifatnya lebih ramah lingkungan sekaligus dapat meningkatkan kesuburan tanah.
Unsur hara makro NPK tersebut nantinya dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh, serta menghasilkan bunga dan buah atau biji. Karena perakaran tanaman menyerap unsur hara makro yang tersedia di tanah dalam jumlah yang cukup besar, maka Anda perlu melakukan pemupukan secara berkala.
Berikut fungsi masing-masing unsur hara makro beserta sumber bahan bakunya:
Nitrogen.Nitrogen memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman, salah satunya adalah tumbuhnya daun yang sehat berwarna hijau gelap. Selain itu nitrogen dibutuhkan oleh tanaman agar dapat melakukan proses fotosintesis.
Proses fotosintesis ini terjadi di dalam klorofil daun yang akan menggunakan energi dari sinar matahari untuk memecah air dan karbon dioksida, sehingga terbentuklah gula. Gula yang dihasilkan nantinya menjadi sumber makanan bagi tanaman, sedangkan hasil buangannya berupa gas oksigen.
Ketika tanaman kekurangan Nitrogen akan memberikan respon berupa perubahan warna pada daunnya. Peristiwa ini terjadi karena Nitrogen merupakan bagian dari molekul penyusun klorofil tanaman yang berwarna hijau, sehingga daun tanaman yang tidak mendapatkan cukup nitrogen akan berubah warna menjadi kuning.
Khusus untuk tanaman jenis leguminosa atau kacang-kacangan, secara alami bisa mendapatkan sumber Nitrogen dari atmosfir. Di mana 78% bagian dari atmosfir adalah gas Nitrogen. Dengan bantuan bakteri rhizobium di akarnya, tanaman leguminosa akan menyerap gas Nitrogen dari atmosfir untuk dibawa ke dalam tanah.
Nantinya bakteri akan merombak Nitrogen (proses fiksasi) menjadi ion ammonium sehingga dapat diserap oleh tanaman. Sebagai gantinya bakteri akan mendapatkan gula yang dilepaskan oleh perakaran tanaman.
Untuk itu selama masa pertumbuhannya tanaman leguminosa tidak memerlukan banyak nitrogen yang tersedia di dalam tanah.
Baca juga : Leguminosa, Sumber Pupuk Nitrogen
Lain halya dengan tanaman di luar jenis leguminosa, seperti sayuran daun, sereal dan buah-buahan, yang secara kontinyu menyerap Nitrogen dari dalam tanah. Untuk itu Anda perlu menambahkan bahan sumber nitrogen agar tanaman tersebur dapat tumbuh dengan baik.
Bahan sumber Nitrogen diantaranya; kotoran dan urin ternak, bagian tanaman yang masih hijau, serta bagian kulit buah. Pastikann Anda memfermentasi terlebih dahulu bahan-bahan tersebut sampai terdekomposisi agar dapat diserap oleh perakaran tanaman.
Proses fermentasi juga berguna untuk membunuh bakteri pathogen penyebab penyakit pada tanaman, sekaligus membunuh biji-biji rumput yang mungkin masih terbawa di dalam kotoran ternak.
Phosphor.Tidak berbeda jauh dengan peran Nitrogen, Phospor memiliki andil dalam proses metabolisme tanaman, seperti fotosintesis dan perombakan senyawa karbohidrat. Fungsi utama Phosphor tersebut adalah untuk mendukung pertumbuhan jaringan dan sel baru, serta pembentukan sistem perakaran, bunga dan buah.
Ketika tanaman mendapatkan Phosphor dalam jumlah yang cukup, tanaman akan memiliki kemampuan untuk melawan penyakit. Hal ini dikarenakan tubuh tanaman dapat tumbuh dengan baik dalam waktu yang cepat.
Apabila tanaman tidak bisa mendapatkan suplai Phosphor dalam jumlah yang cukup, dampaknya tanaman akan menjadi kerdil, serta tidak dapat memproduksi bunga.
Sedangkan pada tanaman leguminosa ketika kekurangan Phosphor maka energi yang dihasilkan dari proses fiksasi nitrogen oleh bakteri tidak dapat dikirim ke seluruh bagian tanaman. Akhirnya buah dan biji yang dihasilkan pun berkualitas rendah.
Bahan sumber Phosphor diantaranya; Kotoran ternak khususnya kotoran ayam dan tepung tulang.
Produk bone meal atau tepung tulang masuk kategori jenis Phosphor yang ramah lingkungan. Di mana kandungan Phosphor dalam tepung tulang berkisar antara 12% sampai 16%.
Dari segi harga tepung tulang cukup terjangkau, sehingga cocok digunakan sebagai bahan sumber Phosphor yang perlu dipertimbangkan.
Biasanya terdapat dua jenis bahan pembuatan tepung tulang. Yaitu tepung tulang ikan dan tepung tulang dari hasil samping pemrosesan daging. Namun keduanya apabila digunakan di lahan memiliki keunggulan yang sama.
Tepung tulang juga merupakan sumber kalsium, di mana kalsium merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman yang kuat.
Dosis yang dianjurkan saat menggunakan tepung tulang adalah sebanyak 1 - 2 sendok makan untuk setiap lubang tanam, atau 2 kg - 5 kg untuk setiap 10 meter persegi.
Saat menggunakan tepung tulang pastikan untuk mencampur secara merata dengan tanah, karena produk ini cukup disukai oleh hewan pengerat.
Potassium atau Kalium.Potassium berhubungan dengan pergerakan air, nutrisi, serta karbohidrat di dalam jaringan tanaman. Potassium juga membantu agar proses membuka dan menutupnya stopmata dapat berlangsung secara normal, dalam proses ini juga terjadi pertukaran uap gas, oksigen dan karbon dioksida.
Ketika tanaman kekurangan Potassium maka tanaman akan menjadi kerdil dan produktifitasnya menurun secara drastis.
Namun apabila tanaman mendapatkan Potassium dalam jumlah yang cukup, hasilnya tanaman jadi lebih tahan terhadap kekeringan dan tidak mudah layu. Hal ini dikarenakan tanaman mampu menjaga agar tidak kehilangan energi sekaligus respirasi dapat terkontrol dengan baik.
Pada tanaman sereal seperti padi dan jagung, ketika kebutuhan Potassiumnya terpenuhi dengan baik, maka produksi bijinya dapat maksimal.
Bahan sumber Potassium atau Kalium diantaranya; abu dari pembakaran kayu atau jerami. Abu dari pembakaran tanaman mengandung potassium yang cukup tinggi.
Cara menggunakannya cukup dengan menaburkan secara merata dan tipis di sekeliling tanaman. Karena partikel abu sangat kecil, saat terkena air abu akan dengan mudah masuk ke dalam tanah dan dapat segera diserap oleh perakaran tanaman.
Gunakan Pupuk KomposAgar supaya tanaman bisa menyerap unsur hara makro NPK tersebut dengan maksimal, selalu pastikan untuk menjaga kandungan bahan organik tanah tetap tinggi. Caranya adalah dengan menambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos yang cukup.
Setidaknya setiap musim tanam tambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos di lahan sebanyak 2 kg untuk setiap 1 meter persegi. Dengan begitu kandungan unsur hara makro dan mikro dalam tanah dapat seimbang, sehingga tanaman serta tanah menjadi subur.
Referensi:Howard, K. Hunker (2018). What does nitrogen do for plants ?Koratkar, S. Bioogy discussion (2019). Nitrogen: sources and role in plants lifeMas, J. Phoslab (2013). How does nitrogen help plants grow ?Kaiser, L, D. University of Minnesota extension (2018). Potassium for crop productionSmart fertilizer (2018). Potassium in plantsTajer, A. Green way biotech (2016). What’sthe function of potassium (K) in plants ?Rhoades, H. Gardening know how (2019). The importance of phosphorus in plant growthRobertson, E. Cornell University Cooperative Extension (2012). Phosphorus Sources for Field Crops.
Gambar :http://blog.mr-fothergills.co.uk/using-wood-ash-in-your-vegetable-garden/
Tanilokal - Dalam dunia pertanian persoalan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) ini memang tidak ada habisnya. Mulai dari ulat pemakan daun, kutu aphids, dan ulat grayak sering menyerang aneka jenis tanaman di lahan. Namun jangan khawatir, serangan hama tersebut dapat Anda cegah dengan memanfaatkan keberadaan predator dan parasitoid.
Dengan manajemen yang baik, tanpa bantuan obat-obatan kimia pestisida lahan Anda bisa terbebas sepenuhnya dari OPT.
Pada dasarnya untuk mengendalikan populasi hama dibutuhkan musuh alami yang sesuai. Di mana musuh alami bagi OPT adalah serangga predator dan parasitoid.
Larva dari serangga predator dan parasitoid tersebut akan memakan atau menggunakan mangsanya (ulat) sebagai inang.
Sayangnya ketika obat-obatan pestisida kimia digunakan di lahan, serangga predator dan parasitoid ini juga akan ikut terbunuh. Bahkan pada beberapa kasus diperparah dengan terjadinya mutasi genetik pada OPT, sehingga resisten terhadap obat kimia pestisida.
Kondisi ini mengakibatkan serangan OPT menjadi sulit untuk dikendalikan. Pada akhirnya terjadilah gagal panen dalam sekala besar.
Untuk itu perlu kiranya mengkondisikan lahan agar sesuai dengan habitat serangga predator dan parasitoid supaya bisa berkembang biak di lahan.
Berikut 3 elemen penting yang harus disediakan;
1. Tersedia makanan yang cukup. Makanan utama serangga predator dan parasitoid adalah nectar dan pollen. Serangga dewasa membutuhkan bahan makanan tersebut sebagai sumber energi untuk terbang dan bereproduksi kemudian bertelur.
Jenis tanaman refugia penghasil nectar dan polen diantaranya; bunga matahari, kenikir (marigold), aster, queen anne’s lace atau tanaman bunga wortel liar, cosmos, dandelion, daisy, seledri dan parsley.
Selain itu bunga yang dihasilkan oleh tanaman sawi juga disukai oleh serangga predator dan parasitoid.
Anda dapat menanam refugia tersebut di sela-sela tanaman utama. Atau bisa juga dengan membuat bedengan yang dikhususkan untuk menanam refugia.
Ketika sumber makanan cukup tersedia di lahan, maka serangga predator dan parasitoid dapat berkembang biak dengan baik.
Telur-telur yang dihasilkan itulah yang nantinya akan menjadi larva, di mana makanan utamanya adalah OPT.
2. Sumber air. Seperti halnya binatang besar, serangga predator dan parasitoid juga membutuhkan air untuk minum. Maka dari itu buatlah kolam kecil yang diisi dengan batu-batuan.
Dengan adanya sumber air di lahan, serangga tidak perlu terbang keluar dari kebun Anda.3. Shelter atau tempat berteduh. Serangga dari jenis arthropoda seperti kumbang, dan laba-laba kebanyakan aktif di malam hari. Pada saat siang hari serangga jenis ini akan bersembunyi di balik bebatuan, kayu dan tanaman semak.
Anda dapat menyediakan tempat berteduh bagi serangga ini dengan cara meletakkan bebatuan secara acak di beberapa titik dekat bedengan. Sebagai catatan waktu terbaik untuk menyiapkan 3 elemen tersebut adalah sebelum dilakukan budidaya tanaman sayuran.
Dengan begitu saat tanaman sayuran anda mulai tumbuh, serangga predator dan parasitoid sudah mulai berkembang biak di lahan. Sehingga serangan hama OPT dapat dicegah lebih dini.
Nah, terus apa saja jenis serangga predator dan parasitoid yang bisa mengendalikan OPT ?
Setidaknya ada 4 jenis serangga predator dan parasitoid penting pengendali OPT, antara lain;
1. Lady bug. Banyak yang menyebutnya dengan nama kepik. Serangga ini memiliki ciri berbentuk bundar dengan punggung berwarna merah berbintik hitam. Sedangkan larva lady bug berwarna hitam dengan garis merah.
Di mana makanan utamanya berupa serangga kecil aphids. Beberapa penelitian menyebutkan dalam sehari satu larva lady bug dapat memakan 50 aphids.
Untuk itu serangga ini sangat efisien dalam menekan pertumbuhan aphids yang sering merusak tanaman sawi-sawian (Brassicae).
Jenis tanaman refugia yang dibutuhkan; bunga matahari, marigold, dandelion dan wortel liar. Nantinya lady bug dewasa akan meletakkan telur-telurnya di bagian bawah daun.
2.Lacewing. Serangga ini memiliki sayap transparan berwarna kehijauan. Larva lacewing dikenal juga dengan istilah aphids lion karena kebiasaannya memangsa hama aphids dan mites dalam jumlah besar.
Tidak terkecuali telur-telur hama yang berukuran juga menjadi santapan serangga yang satu ini. Jenis tanaman refugia yang dibutuhkan; cosmos dan dandelion
3. Lalat Tachinid. Serangga lalat ini merupakan jenis serangga parasitoid. Lalat tachinid dewasa membutuhkan banyak nectar dan polen.
Nantinya lalat tachinid akan meletakkan telurnnya di dalam tubuh inang. Beberapa ada yang meletakkan telur di dedaunan. Ketika daun tersebut dimakan oleh ulat, maka telur akan menetas di dalam tubuhnya.
Nantinya larva ulat tachinid akan memakan bagian dalam tubuh inangnya. Dengan kemampuannya itulah lalat tachinid sangat efektif dalam membunuh ulat daun dan ulat grayak.Jenis tanaman refugia yang dibutuhkan; bunga bawang, parsley dan wortel liar.
4. Kumbang dan laba-laba. Kumbang juga memiliki peranan penting dalam menekan serangan hama ulat grayak. Serangga ini aktif memangsa ulat grayak yang muncul dari dalam tanah.
Tidak seperti serangga terbang lainnya, kumbang aktif di permukaan tanah. Untuk itu sediakan tempat persembunyian dari bebatuan dan semak-semak seperti tanaman parsley dan leguminosa.
Dengan mengetahui kebutuhan serangga predator serta parasitoid tersebut maka Anda dapat mengkondisikan lahan agar sesuai dengan habitatnya. Sehingga nantinya serangan OPT dapat diminalisir dan dicegah secara alami tanpa perlu menggunakan obat-obatan kimia pestisida.
Pustaka :Hoffman, F. Permaculturenews (2014). Plants that attract beneficial insects The Denver Post (2013). Bugs to hug: 5 beneficial insects and how to attract themAlbert, S. Harvesttotable (2019). Ground beetle beneficial insectsHaddley, D. ThoughtCo (2019). Bugs with benefits are a green thumb’s best friendVeggiegardener (2010). How to attract beneficial insects
Gambar :https://www.nsf.gov/news/mmg/mmg_disp.jsp?med_id=67178&from=https://www.hobbyfarms.com/know-your-beneficials-green-lacewings/https://www.gardensalive.com/product/sta-home-lady-beetleshttps://extension.umd.edu/hgic/topics/parasitoids-tachinid-fly-dipterahttps://gardenerspath.com/how-to/disease-and-pests/beneficial-insects/#Ground-Beetle