Cara Menanam buah Naga Yang Baik Dan Benar

Tanaman buah naga

Tanilokal - Tanaman buah naga atau pitaya merupakan salah satu jenis tanaman kaktus yang hanya dapat tumbuh secara alami di daerah tropis seperti di Indonesia. Kalau Anda ingin menanam pohon yang bisa menghasilkan buah dalam waktu relatif singkat, maka tanaman buah naga adalah pilihan tepat. Di mana tanaman ini mulai menghasilkan buah pertama saat berumur 10 bulan, serta dapat terus hidup selama 20 tahun. Menarik bukan ?

Nah, yang perlu diperhatikan sebelum menanam buah naga adalah menentukan lokasi yang sesuai untuk pertumbuhannya.


Menurut Badan Litbang Pertanian, tanaman buah naga dapat tumbuh optimal di dataran rendah sampai dataran sedang dengan ketinggian 0-800 mdpl. 


Gunakan aplikasi yang bernama altitude meter melalui Smart phone Anda untuk mengetahui berapa ketinggian lahan dari permukaan laut. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Play Store maupun App store. 


Sedangkan untuk kebutuhan sinar matahari, tanaman buah naga membutuhkan penyinaran penuh. Artinya lokasi penanaman buah naga harus di tempat terbuka dan tidak terdapat naungan atau penghalang masuknya sinar matahari, contohnya seperti pohon besar atau tembok bangunan. 


Apabila lokasi penanaman sudah ditentukan, berikut 5 langkah cara menanam buah naga yang baik dan benar supaya cepat berbuah dan berumur Panjang.


Pemilihan bibit
Bibit tanaman buah naga (Hyloceresus sp) nantinya berupa stek batang yang memiliki panjang minimal 30 cm dengan tekstur batang yang keras dan tua. 

Setidaknya ada dua jenis bibit buah naga yang dijual oleh dinas pertanian maupun penjual bibit tanaman berdasarkan bentuk fisik kulit dan daging buahnya, yaitu; tanaman buah naga kulit merah-daging putih, kulit merah-daging merah, dan kulit kuning-daging putih.



Bibit tanaman buah naga

Selanjutya pilihlah bibit yang minimal memiliki 4 mata tunas serta dalam kondisi sehat. Perlu kiranya menggali informasi seputar pohon indukan bibit tersebut. 

Di mana kriteria pohon induk yang baik untuk dijadikan sebagai bibit buah naga antara lain; sudah pernah berbuah sebanyak 4 kali, produksinya tinggi, serta bebas penyakit.

  
Penanaman
Sebelum melakukan penanaman, Anda perlu menyiapkan tiang penyanggah atau tiang panjatan terlebih dahulu. Karena nantinya tanaman buah naga akan tumbuh merambat dan tetap produktif selama 20 tahun. Maka dari itu buatlah tiang penyanggah dari bahan yang kuat dan tahan lama yaitu tiang beton.


Tiang beton buah naga

Setelah tiang penyangggah sudah jadi, selanjutnya benangkan tiang ke dalam tanah dengan kedalaman 50 cm, supaya kuat menahan beban tanaman buah naga dan tidak mudah roboh. Nantinya jarak antar tiang adalah 2,5 meter.

Tanaman buah naga menyukai tanah yang lembab namun tidak tergenang. Untuk itu buatlah saluran drainase atau parit, sehingga ketika turun hujan air tidak menggenangi lahan. 


Anda juga bisa membuat gundukan atau bedengan untuk menanam buah naga ini. Ukuran bedengan setidaknya Lebar 1.5 meter, tinggi 30-50 cm, serta jarak antar bedengan 1 meter.


Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 70 X 70 X 70 cm. Campurkan tanah galian tersebut dengan pupuk kandang dari kotoran kambing yang sudah difermentasi sebanyak 10-15 kg atau setengah karung. Tambahkan pula dolomit sebanyak 1 kg, sekam bakar 2 kg dan pupuk NPK sebanyak 50 gr.


Setelah tanah galian sudah dicampur dengan pupuk serta dikembalikan ke dalam lubang tanam, maka bibit buah naga bisa segera ditanam. Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang optimal, setiap 1 tiang penyanggah cukup ditanami 3 bibit buah naga. Siram bibit dengan air secukupya setiap pagi hari atau ketika tanah di sekitar bibit kelihatan agak kering.


Pemupukan Susulan
Karena tanaman buah naga dapat hidup dalam waktu yang lama, maka supaya bisa terus berbuah sepanjang tahun perlu dilakukan pemupukan secara berkala.

Terdapat dua jenis pupuk yang nantinya diberikan pada tanaman buah naga. Yaitu pupuk organik dan pupuk kimia sintetis. Fungsi utama dari pupuk organik adalah menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah. 


Pupuk organik yang dipakai adalah pupuk kandang yang terbuat dari fermentasi kotoran kambing. Untuk setiap rumpun atau 1 tiang penyanggah dosisnya sebanyak 15 kg yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Tambahkan pula pupuk hayati yang mengandung bakteri Nitrobacter, nitrococcus, dan jamur mikoriza arbuskula atau trikoderma.


Mikroorganisme tersebut membantu dalam menyediakan nutrisi siap serap yang dibutuhkan oleh tanaman. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca dalam artikel Peranan Mikroorganisme Bagi Kehidupan Tanaman.


Selain itu mikroorganisme dari jenis jamur akan membuat porositas dan kelembaban tanah tetap terjaga. Sehingga perakaran tanaman buah naga bisa mendapatkan asupan air dan oksigen yang cukup. 


Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur Nitrogen, Phosphor dan Kalium, diperlukan pemberian pupuk kimia sintetis NPK. Namun karena pupuk NPK sifatnya kurang ramah lingkungan, jadi penggunaannya harus sesuai dosis, yaitu berupa NPK 15-15-15 sebanyak 50 gr/tanaman yang diberikan setiap 3 bulan sekali. 


Setelah tanaman berumur 10 bulan pupuk yang digunakan adalah yang mengandung P dan K, yaitu SP-36 sebanyak 25 gr/tanaman dan KCL 25 gr/tanaman, pemberiannya setiap 3 bulan sekali.


Nah, bagi Anda yang ingin menanam buah naga secara organic anda dapat mengganti pupuk NPK sintetis dengan bahan yang alami. Anda dapat mempelajari dalam artikel bahan-bahan alami sumber pupuk NPK organik.


Cara aplikasi pupuk NPK sintetis ini dapat dengan cara dilarutkan dengan air terlebih dahulu (dikocor), atau disebar secara langsung dengan membuat parit kecil yang jaraknya 20 cm dari tanaman, kemudian ditimbun dengan tanah.


Pemangkasan
Dalam menanam buah naga perlu dilakukan aktifitas pemangkasan secara rutin. Utamanya adalah pemangkasan atau membuang cabang air yang tumbuh di ruas-ruas batang utama. 

Proses pemangkasan tersebut dilakukan selama masa pertumbuhan vegetatif yaitu mulai dari penanaman bibit sampai tanaman berumur 6-8 bulan. Sehingga hanya terdapat satu batang utama yang tumbuh sampai tanaman mencapai ujung tiang penyanggah.


Setelah tanaman dewasa atau sudah mencapai tiang penyanggah (biasaya setelah tanaman berumur 8-10 bulan), langkah selanjutnya adalah memotong ujung tanaman dengan Panjang 30 cm. Proses ini bertujuan untuk memicu tumbuhya cabang sekunder produktif yang nantinya akan menghasilkan bunga.


Untuk menjaga produktifitas tanaman supaya dapat menghasilkan buah yang berkualitas sekaligus tanaman dapat berumur Panjang, maka pada setiap cabang utama tanaman jumlah cabang produktif yang dirawat cukup 3-5 cabang saja.


Penyerbukan dan perawatan
Tanaman buah naga mulai berbunga yang pertama setelah berumur 10-12 bulan. Bunga akan mekar di malam hari dan akan terjadi penyerbukan yang dilakukan oleh serangga seperti lebah dan tawon. 


Penyerbukan manual bunga buah naga

Namun ada baiknya Anda melakukan penyerbukan secara manual dengan menggunakan kuas. Sehingga diharapkan buah bunga tersebut kemungkinannya untuk dapat menjadi buah lebih tinggi.

Tanaman buah naga termasuk salah satu jenis tanaman berumur Panjang dan cukup mudah dalam hal perawatannya. Aktifitas harian yang perlu Anda lakukan secara rutin antara supaya tanaman terus produktif diantaranya; pemangkasan pada cabang yang terserang penyaki, penyiraman rutin dan secukupnya untuk menjaga tanah supaya tetap lembab, serta membersihkan lahan dari rumput liar.


Referensi :

Azri, BPTP Kalimantan Barat (2017). Respon pupuk organic dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produktivitas buah naga
Santoso, PJ. BPTB tropika Sumatera Barat (2013). Budidaya buah naga organic di pekarangan, berdasarkan pengalaman petani di kabupaten malang
Kristriandiny, O dan Susanto, S. Fakultas Pertanian IPB (2016). Budi daya buah naga putih (hyloereus undatus) di Sleman, Yogyakarta : Panen dan Pascapanen 
Irwan Muas, Ir. Mp. BPTB tropika Sumatera Barat. Budidaya buah naga (dragon fruit)
Balcony garden (2019). How to grow dragon fruit | growing dragonfruit (pitaya)
Osborne, T. MD. Tasty Landscape (2013). How to get your dragon fruit cactus to fruit
Valencia, M. Self sufficient me (2012). Dragon fruit (pitaya)-how-to guide for growing

Gambar :



Melirik Sejarah Perjalanan Rempah-Rempah Pala Dari Spice Islands



Tanilokal - Pada abad ke 17 rempah-rempah menjadi komoditas yang sangat bernilai harganya. Saking mahalnya harga salah satu jenis rempah-rempah yaitu pala atau nutmeg sempat setara dengan emas. Penyebabnya adalah permintaan pasar Eropa terhadap produk ini yang teramat besar, sedangkan ketersediaannya sangat terbatas. Di mana saat itu daerah penghasil pala di dunia hanya satu, yaitu di Kepulauan Banda, Indonesia.

Penduduk Daerah Eropa pada tahun 1600an memanfaatkan rempah-rempah sebagai bumbu penyedap masakan, campuran wine dan minuman keras, penyeimbang rasa pada daging (salty winter meat), serta obat segala jenis penyakit. 


Pada waktu itu salah satu jenis rempah-rempah yang paling dicari dan berharga adalah pala. Di mana hanya orang-orang tertentu kalangan atas yang dapat membelinya serta belum banyak yang mengetahui dari mana rempah-rempah yang satu ini berasal. Pala juga dimanfaatkan sebagai obat halusinasi, Pereda sakit flu dan sakit kepala, serta obat penenang.


Selain langka, penyebab tingginya nilai jual rempah-rempah karena sulitnya akses untuk membawa komoditas tersebut dari Asia Tenggara ke Eropa. Jaman dahulu jalur transportasi yang paling efisien adalah melewati laut dengan menggunakan kapal.


Untuk itu resiko yang ditanggung oleh penjelajah sangat besar, bahkan beberapa tidak dapat kembali dengan selamat ke Eropa.


Penemuan Surga Rempah-Rempah “Spice Islands” Oleh Bangsa Eropa

Karena pala menjadi sangat populer dan bernilai tinggi, para penjelajah Eropa melakukan ekspedisi untuk mencari daerah penghasil pala atau yang dikenal dengan “Spice Islands”. 

Pencarian Kepulauan Rempah-rempah itu pertama kali dilakukan oleh Portugis yang dipimpin oleh Afonso de Albuquerque yang akhirnya menemukan daerah penghasil pala, yaitu Kepulauam Banda, Maluku, pada tahun 1511. 



Namun misi penaklukkan yang dilakukan oleh bangsa Eropa pertama di Kepulauan Banda ini tidak berlangsung lama. Dalam waktu kurang dari 10 tahun para penjelajah Portugis menyerah untuk menaklukkan "Spice Islands" ini. 

Memasuki tahun 1599, Belanda mengikuti jejak Portugis dan tiba di Kepulauan Banda. Mereka mencoba menguasai satu-satunya wilayah penghasil pala di dunia ini dengan menggunakan kekuatan armada yang lebih besar. 


Pada tahun 1609 Belanda dengan tokoh-tokoh masyarakan Banda yang dikenal dengan sebutan Orang Kaya melakukan perjanjian atau Eternal Treaty sistem perdagangan monopoli. Belanda memaksa penduduk pribumi Kepulauan Banda untuk menjual hasil buminya hanya untuk mereka. 


Belanda juga memperkuat benteng Bandanairanya yaitu Benteng Nassau, yang merupakan salah satu pusat pertahanan VOC di Kepulauan Maluku. 


Pembantaian Yang Dilakukan Belanda Untuk Menguasai Kepulauan Banda

Saat itu wilayah kepulauan Banda tidak hanya diduduki oleh Belanda, namun juga Iggris yang sudah lebih dulu berdagang dengan masyarakat Banda di pulau Run dan Ai. Jaraknya hanya terpisah 10 km dari pulau Banda. 

Di mana pada tahun 1615 Belanda menyerang pulau Run dan Ai untuk melawan Inggris, namun mengalami kekalahan dengan terbunuhnya 200 tentara Belanda. Kemudian Pada tahun 1617 Belanda menyerang kembali dan berhasil menguasai pulau Run dan Ai sekaligus membunuh tentara Inggris.


Menjelang tahun 1621, tepatnya pada tanggal 27 Februari, dengan dipimpin oleh Jan Pieterzoon Coen yang saat itu adalah Gubernur Jenderal VOC, Belanda mengerahkan pasukan yang besar untuk menyerang warga serta menghancurkan pemukiman Kepulauan Banda. 


Pembantaian tidak hanya terjadi di Pulau Banda, namun juga di Pulau Lontor, Naira dan pulau Lainnya. Saat itu jumlah penduduk Banda mencapai 15 ribu jiwa, namun setelah peristiwa pembantaian itu tinggal tersisa kurang dari 1000 an orang. Tidak terkecuali 44 orang tokoh pemuka Orang Kaya juga diciduk dan dibunuh.


Penduduk Banda yang selamat dari pembantaian dipaksa untuk bekerja sebagai budak di perkebunan pala. Selain penduduk asli Banda, Belanda juga mendatangkan pekerja dari pulau lainnya termasuk pulau Jawa. Dengan dikuasainya pulau Banda, harga rempah pala di Eropa seketika naik sampai 300 kali lipat dari biaya produksi.


Perjanjian Belanda dengan Inggris dan Monopoli Pala Dunia

Namun proses penguasaan Kepulauan Banda oleh VOC Belanda itu masih menyisakan 1 pulau, yaitu pulau Run yang dikuasai oleh Inggris. Karena Belanda ingin mendapatkan seluruh bagian “Spice Islands” itu, akhirnya pada tahun 1667 dibuatlah perjanjian yang disebut dengan Treaty of Breda. 

Di dalam perjanjian itu Belanda menyerahkan pulau yang dianggap tidak penting saat itu yaitu pulau Manhattan atau New Amsterdam – saat ini bernama New York -. Sebagai gantinya Belanda mendapatkan pulau Run dari penguasaan Inggris.


Dengan dikuasainya seluruh Kepulauan Banda, maka Belanda mutlak menjadi pemain tunggal serta memonopoli pasar pala dunia. Setidaknya selama satu setengah abad Belanda menikmati hasil pala dan rempah lainnya dari kepulauan Banda dan sekitarnya hingga tahun 1810. 


Dari sini kita dapat melihat betapa berharganya salah satu jenis rempah-rempah asli Indonesia dari Kepulauan Banda. Sampai sekarang meskipun rempah Pala sudah banyak dibudidayakan di wilayah negara tropis lain, Pala dari Banda masih menjadi standar kualitas produk yang terbaik. 


Tidak terkecuali rempah-rempah lainnya seperti kayu manis (Cinnamon) dan lada putih dari Bangka yang dikenal dengan nama Muntok White Pepper.


Referensi :

Filippone, P. The spruce eats (2019). Nutmeg and mace history
Gale, T. Encyclopedia (2006). Spices and the spice trade
Hay, M. Atlas obscura (2019). The hidden history of the nutmeg island that was traded for manhattan
Myspicer (2014). The history of nutmeg
Radiya,N. I. Tirto id (2017). Pembantaian orang-orang Banda
Szczepanski, K. ThougtCo (2018). Nutmeg: the unsavory  history of a tasty spice

Gambar :

https://chasorganics.com/products/nutmeg-ground-30-g?variant=783004303
https://libweb5.princeton.edu/visual_materials/maps/websites/pacific/spice-islands/spice-islands-maps.html

Cara Mudah Menanam Durian Montong Agar Cepat Berbuah

TANILOKAL - Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali kita jumpai buah durian segar maupun olahannya. Mulai dari pasar tradisional, minimarket, toko buah lokal, toko online, penjual keliling yang menggunakan mobil pick up hingga swalayan besar. Berbeda dengan 3 tahun yang lalu, dimana ketersediaan durian masih tergolong langka dan stoknya pun terbatas. Saat ini kalau sedang musim durian jenis dan harganya pun juga semakin bervariasi.

Setidaknya ada sekitar 18 jenis durian yang tersedia di pasaran, diantaranya montong, musang king, petruk, bokor, bawor, candimulyo, tembaga, matahari, mimang, merah banyuwangi, ajimah, pelangi, sunan, raja udang, bubur, lay dan otong.


Namun dari beragam jenis durian tersebut, durian montong yang paling merajai di pasaran. Selain karena aromanya yang sudah terlanjur familiar dengan hidung kita, juga karena bijinya yang sering kali berukuran kecil bahkan terkadang pipih ditambah daging yang tebal nan pulen.


Karena buah durian ini sudah menjadi budaya kita dalam memenuhi hasrat ngidam tahunan, bakal lebih asik lagi kalau kita bisa menanam sendiri di halaman rumah. Memetik durian yang matang pohon hasil dari tanam sendiri. Untuk itu dalam artikel ini kita akan belajar tahapan mudah menanam durian jenis montong agar cepat berbuah.


Mengenal Perbedaan Bibit dan Benih

Sebelum memutuskan untuk mulai menanam, nggak pingin kan ketika kita mengharapkan buah durian montong, ehh ternyata setelah ditanam dan bertahun-tahun menunggu ternyata buah yang dihasilkan jenis lain dengan kualitas yang jelek ?

Kita harus tahu lebih dulu perbedaan bibit dan benih. Langkah awal ini sangat mempengaruhi hasil panen buah dari pohon durian yang ditanam.



Sederhananya, bibit adalah tanaman yang sudah berbentuk pohon namun masih muda. Bibit durian yang baik dan siap untuk ditanam di lahan harus memiliki ukuran dengan tinggi minimal 70 cm. Bibit durian ini bisa kita dapatkan dengan cara membeli di toko penjual bibit tanaman buah secara online ataupun memilih langsung di toko bibit.

Tips ketika membeli bibit durian di toko bibit buah, pastikan bibit sudah melalui proses penyambungan antara batang bawah yang berasal dari biji pilihan dan batang atas yang berasal dari pohon durian montong yang sehat dan sudah pernah berbuah setidaknya 3 kali (pohon induk). Gali informasi sebanyak mungkin dari penjual bibit yang bersangkutan mulai dari jenis biji dan kondisi pohon indukan durian montong yang dipakai untuk proses penyambungan tersebut. Penjual bibit yang baik akan memberikan informasi lengkap seputar history bibit tersebut.


Ada 4 jenis bibit durian berdasarkan teknik penyambungannya, yaitu sambung pucuk, okulasi, sambung susu dan sambung kaki. Bibit yang paling banyak di pasaran biasanya merupakan bibit dari hasil sambung pucuk atau sambung susu. Pilih bibit yang paling sehat, subur dan tidak terserang hama atau penyakit.




Lain halnya dengan benih. Benih adalah bahan baku awal untuk proses perbanyakan tanaman. Untuk tanaman buah durian benihnya berupa biji. Biji buah durian apabila ditanam akan menghasilkan buah yang sama sekali berbeda dengan yang kita makan. Penyebabnya benih sudah mengalami perkawinan yang dilakukan oleh serangga saat fase bunga. Untuk itu sangat tidak disarankan menanam pohon durian dari biji buah durian montong yang belum melalui proses penyambungan apabila ingin mendapatkan buah yang berkualitas.


Pemilihan Lokasi Penanaman

Selain bibit, lokasi penanaman juga mempengaruhi hasil pertumbuhan pohon durian. Agar pohon durian dapat tumbuh dengan optimal, tanaman harus mendapatkan sinar matahari langsung minimal 10 jam dengan ketinggian lokasi dari permukaan laut minimal 700mdpl.

Sistem perakaran pohon durian yang tunggang sangat menyukai tipe tanah yang gembur dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Tipe tanah keras dan berbatu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dengan signifikan. Untuk itu tanah kebun atau sawah sangat cocok untuk ditanami durian.


Cara Pindah Tanam

Bibit yang sudah berumur 8-12 bulan atau memiliki tinggi minimal 50 cm sudah dapat dipindahkan ke lahan. Buat lubang tanam dengan ukuran 50x50x50 cm. campur tanah galian dengan pupuk kandang menggunakan perbandingan 1:1 v/v. Tambahkan juga dolomit sebanyak 1 gelas untuk menetralkan pH tanah yang terlalu asam.

Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindahkan untuk meminimalisir serangan jamur pada sistem perakaran bibit. Apabila diperlukan berikan kayu untuk menjaga bibit tidak roboh.


Sirami bibit terlebih dahulu dengan air secukupnya untuk menjaga agar media tanam tidak lepas dari perakaran. Buka polibag dengan menggunakan pisau secara perlahan, kemudian letakkan bibit di lubang tanam. Timbun bibit dengan media tanam yang telah disiapkan sambil sedikit ditekan untuk memadatkan tanah di dalam lubang galian. Sirami dengan air secukupnya.


Perawatan Bibit Durian Agar Cepat Berbuah

Seperti halnya jenis tanaman buah lainnya, tanaman durian membutuhkan asupan makanan berupa pupuk secara berkala. Pemberian pupuk kandang untuk durian di tahun pertama setidaknya 1 karung atau 25kg yang diberikan sebanyak 6 kali. dosis pupuk ditingkatkan sebanyak 1/2 karung setiap tahunnya, atau ; tahun pertama 25kg, tahun ke dua 37kg, tahun ke 3 48kg tahun ke 4 2,5 karung .

Gunakan pupuk yang berkualitas atau tidak terlalu basah. Pupuk yang memiliki kandungan air terlalu tinggi dapat menyebabkan jamur pathogen penyebab busuk akar dan batang. Jenis pupuk yang paling baik untuk tanaman durian adalah berbahan baku kotoran kambing atau domba yang telah difermentasi setidaknya selama 1 tahun atau lebih. Proses fermentasi pupuk kandang tersebut bertujuan untuk membunuh bakteri dan jamur penyebab penyakit sekaligus membunuh biji-biji rumput yang mungkin terbawa di dalam kotoran.


Aplikasi pupuk kandang sebaiknya dilakukan dengan cara menggali parit dengan lebar dan kedalaman 15cm, sedangkan jarak dari batang tanamann setidaknya 30cm. Pupuk yang diberikan dengan cara ditebar di sekitar tanaman secara langsung dan tidak ditimbun dapat menyebabkan nutrisi dalam pupuk terpapar sinar matahari dan menguap sehingga penggunaannya menjadi tidak efisien.


Lakukan penyiraman secukupnya di musim kemarau, apabila memungkinkan berikan jerami padi disekitar perakaran tanaman untuk menjaga tanah tetap lembab sekaligus mencegah penguapan nutrisi dari pupuk yang diberikan.


Apabila tanaman mendapatkan perawatan yang maksimal, setidaknya pada tahun ke 3 buah sudah berbuah perdana. Disarankan untuk merontokkan bakal buah di musim pertama, hal ini dilakukan agar tanaman tidak kehabisan tenaga di musim berbuah ke dua dan seterusnya. Berikan waktu selama satu musim untuk menguatkan struktur tanaman, sehingga umur pohon dapat lebih lama.


Sumber gambar :

https://grobogannews.com/2018/06/5-manfaat-durian-sang-raja-buah.html
https://samudrabibit.com/tanaman-durian-merah/pusat-grosir-jual-bibit-tanaman-buah-durian-merah-langka-murah-online-di-kota-kabupaten-1/
https://www.yearofthedurian.com/2013/09/so-you-want-to-plant-durian-tree.html
http://www.pekalongankab.go.id/v2/ar/ekonomi-bisnis/komoditas/108-berita/berita-lokal/8474-mentan-tanam-bibit-durian-lokal-pekalongan
https://www.sampulpertanian.com/2017/07/cara-dan-dosis-pemupukan-pohon-durian.html
https://rumahtanaman.com/budidaya-durian-montong-durian-monthong/

Panduan Menanam Pepaya California

Mengenal Tanaman Pepaya Calina IPB-9

Sebenarnya sebutan pepaya California berasal dari nama produk benih pepaya hasil pemuliaan PKBT-IPB dengan nama Calina IPB-9. Ketika mulai diproduksi, masyarakat menyebut Calina IPB-9 dengan nama pepaya California dikarenakan adanya kemiripan diantara kedua buah tersebut. Ciri Calina IPB-9 yaitu memiliki bentuk buah lonjong dengan ukuran 0,8-2 kg, berkulit tebal serta daging buah yang kenyal dan tebal serta warna buah kuning dengan rasa yang manis. 

Kalau melirik sejarahnya, pepaya merupakan tanaman yang berasal dari daerah Amerika tropis, tepatnya di Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Untuk di daerah Indonesia tanaman pepaya tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi 1.000 m di atas permukaan laut.

Agar produktifitas tanaman pepaya yang kita budidayakan dapat maksimal dan sehat, maka tanaman pepaya harus mendapatkan cahaya penuh atau tidak tertutupi oleh tanaman yang lebih tinggi. Dimana tanaman pepaya yang mendapatkan cahaya penuh akan lebih cepat berbunga dan berbuah, sekaligus mempercepat proses pemasakan pada buah.

Untuk curah hujan yang sesuai bagi tanaman pepaya berkisar antara 1.500-2.000 mm per tahun. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman pepaya berkisar antara 22-26C, dengan suhu minimum 15C dan suhu maksimum 43C. Dengan mengetahui kriteria kebutuhan kondisi lingkungan tersebut, maka kita dapat memaksimalkan keberhasilan dari budidaya tanaman pepaya California. 

Tahapan Budidaya Pepaya California
Budidaya pepaya california (Carica papaya L) yang paling umum dilakukan dengan cara generatif melalui biji. Persiapan biji  dapat dilakukan dengan cara mengambil biji dari buah pepaya atau untuk bisa juga kita dapatkan dari toko pertanian maupun secara online. 

Perlakuan untuk biji yang kita ambil dari buah adalah dengan cara melepaskan biji dari kulit arinya terlebih dahulu. Setelah biji terlepas dari kulit arinya, cuci biji tersebut kemudian tata di atas kertas koran. Setelah biji tersebut kering maka biji siap untuk ditanam di media persemaian maupun dapat disimpan di dalam toples atau plastik. 

Persiapan Benih Pepaya California
Biji yang telah kita dapatkan selanjutnya ditanam dalam media persemaian hingga tinggi tanaman sekitar 20 cm atau berumur 1,5-2 bulan. Saat proses persemaian, nantinya kita sekaligus melakukan persiapan lahan dengan cara menanam leguminosa semak sebagai cover crop. Langkah persemaian benih adalah sebagai berikut :

- Siapkan Polybag ukuran 8X10 cm,
- Isi polybag dengan campuran pupuk kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1
- Buat lubang tanam dengan menggunakan pensil dengan kedalaman 1 cm
- Letakkan biji pepaya california kedalam lubang, tutup dengan tanah.
- Siram dengan air secukupnya.

Untuk menjaga agar tanaman tidak rusak karena terkena air hujan, ada baiknya media persemaian diberi naungan, sehingga keberhasilan dari benih yang kita hasilkan dapat maksimal.

Persiapan Benih Cover Crop
Siapkan media semai berupa seed tray atau nampan yang telah diisi dengan pupuk kompos. Tanam biji kedelai kemudian siram dengan air secukupnya. Penyiraman cukup sekali hingga biji berkecambah. Penyiraman yang berlebihan pada biji kedelai sebelum berkecambah dapat mengakibatkan pembusukan pada biji. Tanaman dapat dipindah ke lahan setelah mulai tumbuh 2 helai daun.

Persiapan Lahan
Dikarenakan metode yang kita gunakan disini adalah pertanian organik yang terpadu, maka kita mencoba untuk tidak menggunakan bahan kimia sintetis baik berupa pupuk, pestisida, fungisida maupun herbisida. Untuk pupuk kita gunakan pupuk organik, baik berupa pupuk kompos, kotoran ternak (ayam, kambing, domba), pupuk kandang maupun pupuk hijau. 

Pada tahapan persiapan lahan ini dilakukan bersamaan dengan waktu pembenihan. Setelah benih selesai kita tanam di polybag, kita lakukan persiapan lahan untuk budidaya pepaya kita secara organik. Tahapan yang dilakukan meliputi;

Pemetaan lahan
Jarak tanam antar pohon 2,5 m X 2,5 m atau 2,5 m X 3 m. Dengan luasan daerah bebas gulma 60 cm. Dimana sepanjang lokasi daerah bebas gulma tersebut kita tutupi dengan jerami padi untuk menjaga agar tanah tetap lembab sekaligus mencegah erosi.

Sedangkan untuk lahan kosong jarak antar barisan tanaman pepaya nantinya kita gunakan untuk menanam cover crop dari jenis leguminosa dan sawi. Fungsi dari penanaman cover crop adalah untuk meningkatkan kandungan nitrogen dan unsur hara makro maupun mikro di tanah. Dengan metode tersebut maka kita tidak perlu penambahan pupuk kimia sintetis NPK. 

Penanaman cover crop
Untuk daerah penanaman cover crop kita sebar kertas kardus atau karton di seluruh permukaan tanah. Selain kardus kita juga bisa menggunakan 3 tumpukan kertas koran. Siram kertas tersebut dengan air hingga basah. 

Tuangi dengan pupuk kompos hingga ketebalan mencapai 10 cm. Kemudian tutup dengan jerami padi hingga ketebalan mencapai 15 cm. Siram dengan air secukupnya sambil ditekan-tekan dengan menggunakan tangan agar tekstur tumpukan jerami lebih kompak. 

Tanam benih cover crop berupa kacang kedelai dengan cara menyingkirkan sedikit tumpukan jerami agar pupuk kompos dapat terlihat. Lepaskan benih dari media persemaian kemudian masukkan benih ke dalam pupuk kompos. Padatkan tanah, siram dengan air secukupnya. Jarak tanam untuk cover crop yaitu 25 cm X 25 cm.

Penanaman
Setelah tanaman pepaya berumur 1,5 bulan buat lubang tanam di lahan yang telah kita siapkan. Ukuran lubang tanam untuk tanaman pepaya yaitu 60X60X50 cm. Campur tanah lubang tanam dengan pupuk kompos perbandingan 1:1. Biarkan campuran tanah dan pupuk kompos tersebut di atas permukaan tanah hingga waktu tanam tiba.

Setelah benih berumur 2 bulan serta tanaman cover crop juga mulai mengeluarkan bunga, maka tanaman pepaya siap dipindah ke lahan. Tahapan pertama adalah pemotongan cover crop hingga permukaan tanah. Biarkan sisa tanaman cover crop tersebut di permukaan tanah yang nantinya akan menjadi pupuk hijau sekaligus mulsa organik penutup tanah. Terurainya tanaman cover crop tersebut nantinya akan menyediakan unsur hara bagi tanaman pepaya yang kita tanam. 

Lepaskan benih pepaya dari polybag, kemudian masukkan benih ke dalam lubang tanam, tutup dengan campuran tanah dan kompos. Siram dengan air secukupnya.

Pemupukan
Setelah tanaman berumur 3 bulan, lakukan pemupukan pada tanaman pepaya dengan cara menebar pupuk kompos sebanyak 10-15 kg tiap pohonnya. Pemberian pupuk kompos dilakukan dengan cara membuat bedengan melingkar ukuran 20 cm disekitar tanaman dengan jarak 30 cm dari pohon. Sebarkan pupuk kompos di bedengan tersebut, kemudian tutup dengan jerami. Lakukan penyiraman apabila tanah mulai mengering. 

Penanaman cover crop tahap kedua dilakukan bersamaan pada saat pemberian pupuk kompos. Singkirkan tumpukan bekas tanaman kedelai yang belum teurai, buat larikan dengan lebar 10 cm, dimana jarak antar larikan 25 cm. Tanam biji sawi pada larikan tersebut dengan jarak tanam 25 cm. 

Nantinya setelah tanaman sawi berbunga, lakukan pemotongan pada tanaman sawi tersebut sampai permukaan tanah, kemudian biarkan sisa tanaman di permukaan tanah sebagai pupuk hijau sekaligus mulsa organik. Ulangi langkah tersebut dengan merotasikan kacang kedelai dan sawi sebagai sumber pupuk dan mulsa penutup tanah anti gulma.

Panen 
Dengan manajemen perawatan yang baik, tanaman pepaya akan mulai berbuah saat berumur 8-9 bulan. Ciri buah yang telah matang adalah yang memiliki garis-garis atau semburat warna kuning di kulitnya. Agar buah yang dihasilkan baik dan tanaman tetap sehat, panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan pisau tajam. Buah yang telah terkumpul kemudian dibungkus dengan kertas koran dan diletakkan di ruangan yang terlindung dengan diberi alas plastik.


Sumber :
Purnomo, J. 2012. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Bukit Tegalepek Kotak Pos 101, Ungaran.
Ni Luh, P. I., Affandi dan S. Diah. 2008. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Jl. Raya Solok-Aripan, Km 8. Sumatera Barat.
Widianingsih, A dan K. W. Yayah. 2007. Analisis Usahatani Pepaya California Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (Kasus di Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat).  

Gambar :
http://8villages.com/full/petani/article/id/57845efd094393f967ff107b

CARA MENANAM APEL SECARA ORGANIK


Kita pastinya sudah mengenal dan pernah memakan buah apel (Malus domestica). Rasa buah yang manis sedikit masam, dengan tekstur buah yang renyah dan sedikit berair. Warna kulit buah apel juga bermacam-macam, mulai dari yang berwarna merah, hijau, kuning, merah kekuningan, dan merah kehijauan dengan aroma wangi yang unik.  Jenis apel yang paling banyak berkembang di Indonesia diantaranya; Rome Beauty, Manalagi dan Anna .

Apel mengandung serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan resiko penyakit jantung koroner. Terdapat dua jenis serat yang ada dalam apel, yaitu serat tak larut yang berfungsi mengikat kolesterol LDL dalam saluran cerna. Serat larutnya yang berupa pektin akan mengurangi produksi kolesterol LDL di hati, menurunkan kolesterol dan mampu mengatasi diare.

Sejarah tanaman apel di Indonesia
Kalau kita melihat dari segi sejarah, tanaman apel pada dasarnya merupakan tanaman buah tahunan (perennial) yang berasal dari daerah subtropis. Di Indonesia daerah sentra budidaya apel yang paling terkenal ada di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang, tepatnya di daerah Batu dan Poncokusumo. Selain itu pengembangan apel juga menyebar hingga Pasuruan di daerah Nongko Jajar serta beberapa daerah di Indonesia Timur seperti NTT, Bali dan Papua. 

Tanaman apel masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh orang Belanda yang menanamnya di daerah Nongkojajar, Pasuruan. Kemudian pada tahun 1953, Lembaga Penelitian Hortikultura, yang dahulu bernama Bagian Perkebunan Rakyat mendatangkan apel jenis Rome Beauty dan Princes Noble. Selanjutnya tahun 1960 mulai banyak tanaman apel yang terus berkembang hingga sekarang. 

Kondisi Lingkungan
Dikarenakan tanaman apel bukan tanaman asli Indonesia, maka kita mencontoh kondisi lingkungan yang sama dengan daerah asalnya. Di Indonesia atau daerah tropis, tanaman apel akan tumbuh baik pada ketinggian 700-1200 m di atas permukaan laut atau di daerah pegunungan. Untuk memaksimalkan produktifitas tanaman apel, maka setidaknya curah hujan antara 110-150 hari/tahun. Dengan keadaan tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman apel membutuhkan kondisi cuaca yang dingin dan basah. 

Budidaya apel secara organik


Agar produktivitas tanaman apel bisa maksimal, maka kebutuhan hara Nitrogen, Phospor dan Kalium harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Begitupula kebutuhan hara mikro lainnya. Pada dasarnya kebutuhan nitrogen tanaman apel tahun pertama berkisar antara 60-100g/pohon. Dimana penyerapan unsur hara yang paling besar adalah pada saat awal pertumbuhan pasca rontok daun atau setelah pemangkasan dan saat pertumbuhan buah. 

Seperti yang sudah kita pelajari, bahwa tanaman jenis leguminosa mampu memfiksasi nitrogen di udara. Jumlah fiksasi nitrogen oleh legum juga bervariasi, mulai dari 80-250 kg N/ha/th. Dimana nitrogen tersebut akan tersedia bagi tanaman lain setelah dilakukan pemotongan dan terurainya sistem perakaran legum. 

Umur pemotongan legum semak adalah saat mulai berbunga atau umur 60 HST (hari setelah tanam). Maka penanaman legum semak dilakukan 2 bulan sebelum rontok daun dan saat tanaman apel mulai berbunga. 
Beberapa jenis tanaman legum yang dapat dijadikan sebagai pupuk hijau diantaranya alfalfa, kembang telang, kacang kedelai dan sentro. Jarak tanam legum dari pohon apel adalah 60 cm. Tanaman legum tersebut ditanam di seluruh permukaan lahan tempat budidaya apel sebagai tanaman penutup tanah (cover crop) .

Lakukan rotasi tanaman cover crop dari jenis leguminosa, rerumputan dan sawi sebagai sumber pupuk hijau. Dengan melakukan teknik rotasi, maka pertumbuhan hama dan penyakit dapat dihindari. Selain itu keanekaragaman organisme yang hidup di lahan atau perkebunan kita akan semakin banyak. 

Untuk mendapatkan keuntungan berupa unsur hara makro dan mikro dari tanaman cover crop adalah dengan dipotong dan dibiarkan terurai di permukaan tanah pada saat menjelang berbunga. Hal tersebut dilakukan karena kandungan nutrien tanaman cover crop mencapai puncaknya pada saat berbunga (fase generatif). 

Tanaman jenis rerumputan yang cocok ditanam di kebun apel diantaranya rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput benggala (Panicum maximum) dan rumput setaria (Setaria sphacelata). Unuk tanaman jenis rerumputan perlakuan dalam pemotongan perlu diperhatikan. Karena tanaman tersebut dapat tumbuh kembali setelah pemotongan, maka cara pemotongannya adalah dengan menggunakan cangkul dan memotong sampai permukaan tanah. 

Dengan teknik tersebut maka batang dan akar tanaman akan terlepas. Kemudian biarkan hasil potongan rumput maupun legum tersebut di permukaan tanah. Sehingga rerumputan tidak akan tumbuh kembali dan menjadi pupuk hijau yang kaya hara nitrogen, phospor dan kalium sekaligus berguna mulsa organik penutup tanah yang mampu menekan pertumbuhan gulma. 

Untuk meningkatkan keanekaragaman organisme dan siklus kehidupan di lahan kita, maka ada baiknya kita juga melakukan penanaman leguminosa pohon atau perdu. Legum perdu seperti pohon turi, pohon gamal, pohon lamtoro dan kaliandra mampu memfiksasi nitrogen diudara dalam jumlah yang banyak. 

Selain kemampuan fiksasi nitrogen, pohon leguminosa perdu merupakan habitat yang baik bagi predator serangga sumber hama dan penyakit tanaman apel maupun cover crop. Penanaman legum perdu yang paling baik dan efektif adalah dengan cara menanam berselang-seling antara pohon apel. Sehingga apabila ada pohon apel yang terserang hama, maka hama dari pohon apel tersebut tidak dapat langsung menyerang pohon apel lainnya, karena lokasinya terpisah dengan pohon legum. 

Persiapan lahan dan penanaman
Dikarenakan teknik yang kita gunakan disini adalah teknik organik, maka sebelum dilakukan penanaman apel perlu perlakuan peningkatan kandungan hara makro dan mikro di tanah. Untuk mengisi kandungan unsur hara makro dan mikro di tanah caranya adalah dengan melakukan penanaman legum semak dan perdu. 

Setelah tanaman leguminosa semak berumur 1 bulan, baru dilakukan penanaman apel. Jarak tanam antara apel maupun legum perdu adalah 1,5X3 meter atau 2000-2500 pohon/ha. Siapkan lubang tanam dengan ukuran 50X50X50 cm. Campur tanah galian dengan pupuk kompos 1:1. Masukkan bibit tanaman apel, tutup dengan campuran tanah dan pupuk kompos. 

Tekan perlahan tanah lokasi tanam kemudian siram dengan air secukupnya. Tutupi lokasi lubang tanam dengan cara  menyebar jerami padi disekeliling tanaman apel. Perlakuan tersebut diamksudkan untuk meningkatkan kelembaban dan kemampuan absorpsi atau penyerapan air oleh tanah. Selain itu dengan adanya jerami di sekitar tanaman apel, maka biji gulma tidak dapat tumbuh karena tidak mendapat sinar matahari.

Pemangkasan

Terdapat 4 periode pemangkasan pada pohon apel. Pemangkasan cabang primer, pemangkasan cabang sekunder, pemangkasan cabang air (water sprout) dan pemangkasan pembungaan. Sistem yang akan dijelaskan disini adalah sistem tall spindle. 

Pada sistem Tall Spindle Tanaman hanya memiliki 1 cabang primer. Apabila terdapat dua atau lebih cabang primer, maka seleksi dan pelihara cabang yang paling sehat. Pangkas atau hilangkan cabang sekunder yang diameter batangnya sama atau melebihi diameter cabang primer. Pangkas atau hilangkan cabang sekunder yang lemah dan diameter batangnya terlalu kecil. 














Posisi cabang sekunder harus membentuk sudut 45 derajat. Apabila cabang sekunder kemiringannya kurang dari 45 derajat, maka cabang tersebut harus ditarik kebawah dan dikunci dengan kawat atau penjepit pakaian. Untuk memicu pembungaan, maka setelah pohon memiliki bentuk yang diinginkan, rontokkan semua daun kemudian lakukan pemangkasan pada tanaman cover crop.

Sumber :
Dart, J. 2008. Intensive Apple Orchard Systems. Profitable and Sustainable Primary Industries. Primefacts. District Horticulturist Intensive Industries Development NSW DPI. Tumur. 815. 
Yao, S. Training Young Apple Trees to The Central Leader System. NM State University. Guide H-33.  
Gambar : 
http://www.omafra.gov.on.ca/neworchard/images/apples/7systemf3-zoom.jpg
https://nmfruitgrowers.files.wordpress.com/2011/10/spindle-system-apples.jpg