Panduan Praktis Budidaya Bawang Merah Di Lahan Sawah Bekas Padi


Bawang merah termasuk salah satu produk hortikultura yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Di mana untuk melakukan budidaya bawang merah sendiri tergolong mudah dan cepat.  Tanaman sayuran yang juga cocok dibudidayakan di lahan bekas padi ini bisa dipanen hasilnya hanya dalam waktu dua bulan.

Selain digunakan sebagai bumbu penyedap, olahan seperti bawang goreng juga sering kita temui pada aneka makanan. 

Permintaannya yang cukup tinggi turut menjadikan harga bawang merah bisa lebih stabil dibandingkan produk hortikultura lainnya.

Budidaya bawang merah atau Allium ascalonicum ini cocok dilakukan di dataran rendah sampai dataran tinggi, mulai dari 0 mdpl – 900 mdpl. 

Supaya mudah dalam melakukan perawatan sekaligus mencegah timbulnya serangan penyakit khususnya jamur, ada baiknya budidaya bawang merah dilakukan di akhir musim penghujan dan pertengahan musim kemarau. Yaitu antara bulan April hingga bulan Juli.

Persiapan Lahan
Bawang merah termasuk tanaman berumur pendek, untuk itu dia memerlukan nutrisi yang siap serap dalam jumlah yang cukup banyak. Bagi Anda yang belum pernah melakukan sistem pertanian rotasi tanaman, maka lahan harus diolah terlebih dahulu. 


Pengolahan lahan pada penanaman bawang merah ini bertujuan untuk meningkatkan porositas tanahnya. Sehingga umbi bawang merah bisa tumbuh dengan baik sekaligus memudahkan perakaran dalam menyerap air dan unsur hara.

Ada tiga tahapan pengolahan tanah pada lahan bekas penanaman padi, yang pertama pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 1.5 m dan tinggi 50 cm, serta jarak antar bedengan 50 cm. 

Kedua adalah aktifitas pencangkulan pembalikan tanah bedengan. Fungsinya untuk mempercepat proses pengomposan sisa-sisa tanaman padi yang masih tertinggal di lahan. Setelah dilakukan pembalikan tanah selanjutnya lahan diistirahatkan atau dibiarkan selama satu minggu.

Biasanya setelah lahan diistirahatkan selama satu minggu sisa tanaman padi akan sudah lebih lunak dan banyak terurai. Lakukan langkah ketiga berupa pencacahan gumpalan-gumpalan tanah yang masih berukuran besar sampai didapatkan tekstur tanah yang lebih halus.

Pemberian Pupuk Dasar
Di awal pertumbuhannya tanaman bawang merah membutuhkan nutrisi yang cukup banyak. Kondisi tanah juga harus benar-benar subur dan mengandung unsur hara siap serap. 

Perpaduan antara pupuk kandang dari kotoran kambing dan pupuk kimia sintetis bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membudidayakan bawang merah secara konvensional.

Seringkali lahan bekas penanaman padi memiliki pH yang rendah atau di bawah 6. Maka dari itu perlu dilakukan penambahan dolomit atau kapur tanaman sebanyak 5 ton/ha yang disebarkan secara merata di permukaan bedengan. 

Di mana target pH tanah yang sesuai pada budidaya bawang merah adalah 6.5. Gunakan kertas lakmus untuk mengecek pH tanah lahan pertanian Anda.

Dalam rangka ntuk memperbaiki porositas tanah sekaligus meningkatkan kandungan mikroorganisme dalam tanah, tambahkan pupuk kandang yang terbuat dari fermentasi kotoran kambing atau domba sebanyak 10-15 ton/ha.

Pada pola budidaya bawang merah secara konvensional pemenuhan unsur hara makro dilakukan dengan cara memberikan pupuk kimia. Pupuk disebar kemudian dicampurkan secara merata pada tanah bedengan, untuk setiap 1 ha lahan diperlukan berupa campuran Urea 200 kg/ha, SP-36 300 kg/ha dan KCL 150 kg.  

Namun jika Anda tertarik untuk mencoba menggunakan sistem pertanian organik, jumlah pupuk kandang yang diberikan harus lebih banyak. Karena setiap 1 ton pupuk kandang hanya mengandung 10 kg NPK siap serap, maka supaya dapat memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro setidaknya diperlukan pupuk kandang dari fermentasi kotoran kambing sebanyak 60-80 ton/ha.

Setelah pupuk tercampur rata dengan tanah bedengan, selanjutnya lahan perlu diistirahatkan lagi selama 1 minggu. Mikroorganime akan aktif mengurai pupuk dan bahan organik yang tersedia di tanah. 

Jadi ketika dilakukan penanaman bibit bawang merah jumlah unsur hara makro dan mikro yang tersedia sudah cukup banyak.

Penanaman Bibit
Menurut data dari badan Litbang Pertanian, setidaknya ada 6 varietas bibit unggul bawang merah, diantaranya; Maja, Kuning, bima Brebes, Katumi, Sembrani dan Mentes. Di mana potensi hasil panennya bisa mencapai antara 10-27 ton/ha.

Nah, ciri dari umbi bibit bawang merah yang sehat antara lain; berwarna mengkilap, tidak keropos dan tidak terdapat luka atau busuk. Sedangkan ukuran bobot umbi setidaknya 3-4 gram/umbi. 

Untuk mencegah bibit dari serangan jamur, Anda dapat merendamnya terlebih dahulu dalam air selama 10 menit. Setelah itu tiriskan kemudian taburi dengan menggunaan Gliocladium dan Trichoderma sebanyak 100-250 gr untuk setiap 50 kg bibit.


Potong 1/3 bagian umbi untuk mempercepat proses tumbuhnya daun. Saat menanam di bedengan caranya adalah diputar seperti sekrup, namun pastikan supaya ujung umbi yang dipotong tidak terlalu tertutup tanah, cukup taburi sedikit tanah di permukaannya. Jarak tanam antar bibit yang direkomendasikan adalah 15 cm X 20 cm, bisa juga 20 cm X 20 cm. 

Pemupukan Susulan
Secara konvensional pemupukan susulan pada bawang merah dilakukan sebanyak dua kali menggunakan pupuk urea dengan dosis yang sama. Yaitu pada minggu ke dua atau saat tanaman berumur 15 hari berupa pupuk ZA 250 kg/ha dan KCL 25 kg/ha serta minggu ke empat atau umur tanaman 35 hari menggunakan pupuk ZA 200 kg/ha dan KCL 25 kg/ha.

Yang perlu diperhatikan dua hari sebelum dilakukan pemupukan tanaman tidak boleh disiram dengan air. Kemudian pada hari ke tiga pupuk disebarkan di atas bedengan secara merata di atas bedengan. Sebaiknya pemberian pupuk di pagi hari sebelum jam 10 kemudian segera sirami dengan air.

Sedangkan aktifitas pemupukan susulan pada pertanian organik menggunakan pupuk organic cair atau POC yang terbuat dari fermentasi urin kelinci, kemudian dilarutkan menggunakan air bersih, di man  perbandingannya 1:10. 

Supaya pertumbuhan tanaman dan produksi umbinya dapat maksimal, pemberian larutan POC sebaiknya dilakukan setiap 1 minggu sekali atau 10 hari sekali. Di mana dosis yang diberikan sebanyak 1 liter larutan POC yang sudah diencerkan setiap 1 meter persegi bedengan. 

Perawatan
Anda perlu melakukan perawatan rutin setiap hari yang meliputi penyiraman, pengendalian rumput liar dan pengendalin hama. 

Karena budidaya bawang merah nantinya dilakukan saat musim kemarau, maka aktifitas penyiraman dibagi dalam 3 langkah berdasarkan umur tanaman. Berikut data jadwal dan intensitas penyiraman bawang merah berdasarkan data Litbang pertanian ;


Di samping itu ertumbuhan rumput liar atau gulma juga menjadi isu yang patut diperhatikan. Agar Anda tidak kesulitan dalam membersihkan bedengan dari serangan rumput liar, sebaiknya aktifitas ini dilakukan setiap hari. 

Biasanya rumput liar akan muncul di antara tanaman bawang merah. Ketika pengendalian rumput liar dilakukan secara rutin, maka akar rumput yang muncul masih lemah dan cukup mudah dicabut dari tanah.

Ketika tanah bedengan cukup mengandung mikroorganisme dan bahan organic, maka tanaman yang tumbuh pun juga lebih sehat dan kuat, serta tidak mudah terserang hama dan penyakit. 

Maka dari itu pastikan Anda semaksimal mungkin menggunakan bahan-bahan yang alami dalam pengendalian OPT yang menyerang tanaman bawang.

Beberapa penelitan telah menunjukkan bahwwa pemberian pupuk hayati yang mengandung Trichoderma, mikoriza arbuskula, Nitrobacter, Nitrococcus secara rutin, yang bertugas meningkatkan daya tahan tubuh tanaman bawang merah. 

Kalaupun terpaksa menggunakan obat-obatan kimia sebaiknya dosis yang diaplikasikan seminimal mungkin dan hanya ketika terdapat tanda-tanda serangan OPT.

Panen 
Setelah tanaman berumur 60-70 hari biasanya tanaman bawang merah akan menunjukkan tanda-tanda siap panen, antara lain; leher batang mulai lunak, tanaman rebah dan daunnya menguning. 


Sebaiknya aktifitas panen dilakukan saat tanah bedengan dalam keadaan kering dan cuaca cerah, sehingga umbi tidak basah dan penyakit busuk umbi pun dapat dicegah.

Umbi yang telah dipanen kemudian dijemur di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih 1-2 minggu, kemudian dilanjutkan dengan melakukan penyortiran yang disesuaikan dengan kualitas umbi.

Referensi ; 
Widyaningsih. A, M. Bali Litbang Pertanian (2016). Teknologi budidaya bawang merah
Petrokimia gresik (2019). Anjuran umum pemupukan berimbang menggunakan pupuk tunggal
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang (2016). Teknologi budidaya komoditas sayuran spesifik bawang merah
Sumami, N dan Hidayat, A. Balitsa (2005). Budidaya bawang merah
Grant, A. Gardening know how (2019). Are red onions easy to grow: tips on growing red onions
Wager,K. Home Guides SF Gate (2019). How togrow red onions from bulbs
Albert, S. Harvest to table (2019). How to grow onions in your garden

Gambar :
http://kalbar.litbang.pertanian.go.id/index.php/teknologi-teraktual/896-budidaya-bawang-merah-di-lahan-gambut
https://kompas.id/baca/foto/2017/06/24/petani-bawang-merah

Cara Mudah Budidaya Semangka Dataran Rendah Dengan Hasil Yang Optimal

Semangka di ladang

Setiap memasuki musim kemarau kesegaran buah semangka selalu hadir di tengah-tengah kita. Kandungan serat, vitamin serta mineralnya yang tinggi menjadikan buah semangka penuh nutrisi dan banyak digemari oleh masyarakat luas. Selain baik untuk kesehatan tubuh, tanaman dari keluarga Cucurbitaceae ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sekaligus mudah dibudidayakan di dataran rendah.

Budidaya semangka sudah dilakukan sejak 5000 tahun yang lalu. Tepatnya di Gurun Kalahari, Afrika. Bahkan kisah panen buah semangka pada masa lampau juga diabadikan dalam bahasa Hieroglypics yang tertulis pada tembok bangunan kuno di Mesir. 

Setelah memasuki kawasan Mesir, tanaman ini kemudian mulai banyak dibudidayakan serta dijual di wilayah Romawi. Karena tanaman semangka mudah tumbuh di daerah mediterania yang iklimnya cukup hangat, akhirnya dalam waktu singkat tanaman semangka pun menyebar hingga ke Asia.

Seperti halnya tanaman melon dan timun, tanaman semangka (Citrullus vulgaris Schard) tumbuhnya menjalar, panjang batangnya pun bisa mencapai 7 meter. Oleh sebab itu sebelum memutuskan untuk melakukan budidaya semangka pastikan ukuran lahan Anda cukup luas. Sehingga nantinya tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah berkualitas.

Pemilihan lokasi 
Karena tanaman semangka asalnya dari daerah mediterania yang beriklim hangat, maka di Indonesia sendiri tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah, mulai dari 0 mdpl – 350 mdpl. Ketika penanaman dilakukan di daerah dataran tinggi maka pertumbuhannya dapat terhambat. 

Sekarang ini Anda dapat melakukan pengecekan secara presisi berapa ketinggian atau altitude lahan dari permukaan laut dengan menggunakan Smartphone melalui aplikasi "altitude meter".

Perlu diingat bahwa waktu penanaman semangka yang paling baik adalah di akhir musim penghujan atau pertengahan musim kemarau. Yaitu sekitar bulan Mei hingga bulan Juli. 

Karena ketika ditanam di musim penghujan, tanaman ini rentan terserang penyakit jamur powdery mildew atau puret, di mana penyebabnya adalah kelembaban udara yang tinggi.

Apabila tanaman mulai terlihat tanda-tanda terserang jamur powdery mildew berupa spot putih pada permukaan daun, anda dapat mengontrolnya dengan menggunakan fungisida nabati dari bahan jamur Trichoderma yang disemprotkan pada seluruh bagian tanaman setiap 3 hari sekali.

Pemilihan varietas dan perlakukan pada biji

Ada dua jenis biji semangka yang bisa didapatkan di toko pertanian maupun secara online. Yaitu semangka biji dan semangka tanpa biji. Dengan pilihan warna daging buah yang dihasilkan berupa semangka daging merah dan semangka daging kuning.

Yang perlu diperhatikan ketika Anda berencana menanam varietas semangka tanpa biji, maka Anda juga harus menanam semangka berbiji, di mana  jumlah perbandingan tanamannya 10 : 1. 

Hal ini dikarenakan bunga jantan pada tanaman semangka tanpa biji tidak dapat membuahi bunga betina dengan baik. Nah, bunga jantan dari semangka berbiji inilah yang akan membuahi bunga betina pada semangka tanpa biji. 

Selain itu tekstur kulit pada biji semangka tanpa biji juga lebih keras dan tebal dibandingkan semangka berbiji. Untuk itu supaya biji dapat berkecambah dengan baik sebelum disemai perlu dilakukan peretakan ujung biji terlebih dahulu. 

Proses Pembibitan 
Pada umumnya penanaman semangka dimulai dari pembibitan benih terlebih dahulu menggunakan seedtray plastik sampai biji berkecambah dan tumbuh 2-3 helai daun. 

Proses pembibitan ini dilakukan di dalam greenhouse selama kurang lebih 10-14 hari. Di mana jumlah bibit yang dibutuhkan untuk menanam di lahan seluas 1 ha adalah sebanyak 2500-3000 bibit.

Media tanam yang digunakan dalam pembibitan ini berupa campuran pupuk kandang dari kotoran kambing yang telah difermentasi dan sekam bakar atau cocopeat, perbandingannya 1:1. 

Untuk mencegah busuk akar sekaligus meningkatkan kemampuan akar tanaman dalam menyerap unsur hara makro dan mikro dalam tanah, tambahkan pula pupuk hayati yang mengandung jamur mikoriza sebanyak 100-250 gram setiap 10 kg media tanam.

Tanam satu biji semangka di dalam masing-masing kolom seedtray yang telah diisi dengan media tanam, kemudian sirami dengan air secukupnya menggunakan sprayer. Selama proses pembibitan ini jaga media tanam agar tetap lembab dengan melakukan penyiraman setiap hari.

Persiapan lahan
Setiap satu tanaman semangka dapat menghasilkan 2-4 buah dengan bobot total kurang lebih 10 kg. Kemampuan produksi buahnya yang masif seperti itu tentu dibutuhkan kondisi tanah yang subur dan mengandung unsur hara makro dan mikro yang cukup banyak.

Buatlah bedengan untuk penanam semangka dengan ukuran lebar 1 meter, panjang 10 meter dan tinggi 30 cm. Sedangkan lebar lahan rambatan adalah 3.5 meter serta lebar parit 50 cm. 

Sehingga nantinya jumlah bedengan untuk setiap lahan seluas 1 ha yaitu sebanyak 200 bedengan. Di mana masing-masing bedengan terdapat 10-15 tanaman semangka.

Tambahkan pupuk dasar pada masing-masing bedengan berupa campuran pupuk kandang dari fermentasi kotoran kambing sebanyak 25 kg, dolomit 5 kg, serta pupuk ZA; 1.5 kg, SP-36; 2.5 kg dan KCL; 1 kg. Campurkan pupuk dasar ini dengan tanah bedengan secara merata. 

Anda dapat juga menambahkan pupuk hayati yang mengandung bakteri Nitrobacter, nitrococcus, bacillus dan penicillin. Fungsi utama dari penggunaan pupuk hayati tersebut adalah untuk membantu merombak unsur hara makro dan mikro di dalam tanah, sehingga meningkatkan kemampuan akar tanaman dalam menyerap pupuk yang diberikan.

Setelah pupuk dasar tercampur rata, langkah selanjutnya ialah menutupi bedengan menggunakan jerami padi atau mulsa plastic silver. Selain itu permukaan tanah pada lahan rambatan juga perlu diberikan jerami padi agar supaya permukaan kulit buah tidak langsung bersentuhan dengan tanah.

Pindah tanam dan perawatan
Setelah bibit semangka berumur 2 minggu, maka dapat segera dilakukan proses pindah tanam di bedengan pembesaran. 

Di mana Jarak tanam yang direkomendasikan adalah 80 cm – 100 cm. sebaiknya proses pindah tanam dilakukan pada pagi hari sebelum jam 10 atau sore hari setelah jam 15.00.  Bibit selanjutnya disirami dengan air secukupnya.

Bedengan tamaman semangka

Aktifitas penyiraman pada tanaman dilakukan setiap pagi hari sampai ukuran buah cukup besar. Untuk meningkatkan kadar kemanisan pada buah, nantinya penyiraman dihentikan 10 hari sebelum dilakukan panen buah semangka.

Pemupukan susulan dilakukan setiap minggu, yaitu mulai dari minggu pertama hingga minggu ke delapan. Pupuk dilarutkan terlebih dahulu dengan menggunakan air bersih. 

Jenis dan dosis pupuk yang diberikan setiap minggunya untuk satu tanaman berupa campuran pupuk ZA; 28-30 gr, dan KCL 15-20 gr. 

Apabila satu bedengan rerdapat 15 tanaman, maka untuk melakukan pemupukan Anda dapat menggunakan ember ukuran 5 liter yang kemudian diisi dengan pupuk ZA; 450 gr dan KCL; 300 gr, kemudian tambahkan air sebanyak 4 liter.

Kocorkan larutan tersebut di sekitar tanaman semangka dengan dosis sebanyak 250 ml/tanaman.

Pemangkasan cabang
Pertumbuhan tanaman semangka tergolong cepat. Supaya buah yang dihasilkan dapat berukuran besar dan manis, maka Anda perlu melakukan pemangkasan cabang dan seleksi buah.

Di mana setiap satu tanaman dikondisikan agar hanya menghasilkan 2-4 buah saja. Rawatlah buah yang tumbuh pada ruas ke 9, bakal buah yang tumbuh di bawah ruas ke 9 dipangkas dan dibuang.


Semangka siap panen

Saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam, cabang yang tumbuh dari batang utama bisa berjumlah 5-6 cabang. Lakukan pemangkasan dan sisakan 3 cabang yang paling sehat.

Ketika ukuran buah dirasa sudah cukup besar atau ketika umur tanaman memasuki minggu ke 8, potonglah pucuk atau ujung masing-masing cabang tanaman supaya nutrisi yang diserap oleh akar tanaman dapat difokuskan untuk pembesaran buah.

Panen
Buah semangka dapat dipanen setelah umur tanaman mencapai 80-100 hari. Ciri-ciri dari buah yang siap dipanen antara lain apabila diketuk akan terdengar suara yang berat, warna kulit buah berubah dari kusam menjadi mengkilap, kemudian warna kulit bagian bawah buah semangka berwarna kekuningan.


Tanaman buah semangka

Bobot panen buah semangka sendiri masing-masing bisa mencapai 3-3.5 kg. Dengan perawatan yang baik dan benar maka buah yang dihasilkan dapat berasa manis dan dapat disimpan pada suhu ruang selama 10 hari.

Referensi :
PT. Petrokimia gresik (2019). Anjuran umum pemupukan berimbang menggunakan pupuk tunggal. 
Suwandi, dan Sulistyono, A. Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur (2019). Kajian dosis pupuk phonska pada dua varietas semangka terhadap pertumbuhan dan hasil buah semangka
Lufita N.A dan Gunawan I. Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian (2014). Pertumbuhan semangka (Citrulus vulgaris schard) dengan menggunakan beberapa jenis pupuk organic
BPP Teknologi (2000). Semangka (Citrullus vulgaris).
Wahyudi, A. Program D4 Teknologi Perbenihan Politeknik Negeri Lampung (2014). Peningkatan produksi buah semangka menggunakan inovasi teknologi budidaya sistem “ToPAS”
Suprapto dan Nyoman, A.J. (2000). Laporan Akhir Penelitian SUT Diversivikasikan lahan marginal di kecamatan gerokgak, buleleng
Sunyoto. Sudarso, D. Budiyanti, T. BPTB Tropika (2006). Petunjuk tekniks budidaya semangka
M.A. Firmansyah, N. Lani, Y. W.A. Nugroho. BPTP Kalimantan Tengah (2010). Pengkajian paket pemupukan anorganik tanaman semangka tanpa biji di tanah pasir kuarsa
Duvauchelle, J. Home guides | SF Gate (2019). What to fertilize watermelon with 
Burpee (2019). All about watermelons
Albert, S. Harvest to table (2019). How to grow watermelon for the best flavor
Knerl, L. Gardeners path (2017). The taste of summer: how to grow and harvest watermelons
Epic gardening (2019). How to grow watermelon: the ultimate guide to summer’s bounty






Cara Menanam buah Naga Yang Baik Dan Benar

Tanaman buah naga

Tanilokal - Tanaman buah naga atau pitaya merupakan salah satu jenis tanaman kaktus yang hanya dapat tumbuh secara alami di daerah tropis seperti di Indonesia. Kalau Anda ingin menanam pohon yang bisa menghasilkan buah dalam waktu relatif singkat, maka tanaman buah naga adalah pilihan tepat. Di mana tanaman ini mulai menghasilkan buah pertama saat berumur 10 bulan, serta dapat terus hidup selama 20 tahun. Menarik bukan ?

Nah, yang perlu diperhatikan sebelum menanam buah naga adalah menentukan lokasi yang sesuai untuk pertumbuhannya.


Menurut Badan Litbang Pertanian, tanaman buah naga dapat tumbuh optimal di dataran rendah sampai dataran sedang dengan ketinggian 0-800 mdpl. 


Gunakan aplikasi yang bernama altitude meter melalui Smart phone Anda untuk mengetahui berapa ketinggian lahan dari permukaan laut. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Play Store maupun App store. 


Sedangkan untuk kebutuhan sinar matahari, tanaman buah naga membutuhkan penyinaran penuh. Artinya lokasi penanaman buah naga harus di tempat terbuka dan tidak terdapat naungan atau penghalang masuknya sinar matahari, contohnya seperti pohon besar atau tembok bangunan. 


Apabila lokasi penanaman sudah ditentukan, berikut 5 langkah cara menanam buah naga yang baik dan benar supaya cepat berbuah dan berumur Panjang.


Pemilihan bibit
Bibit tanaman buah naga (Hyloceresus sp) nantinya berupa stek batang yang memiliki panjang minimal 30 cm dengan tekstur batang yang keras dan tua. 

Setidaknya ada dua jenis bibit buah naga yang dijual oleh dinas pertanian maupun penjual bibit tanaman berdasarkan bentuk fisik kulit dan daging buahnya, yaitu; tanaman buah naga kulit merah-daging putih, kulit merah-daging merah, dan kulit kuning-daging putih.



Bibit tanaman buah naga

Selanjutya pilihlah bibit yang minimal memiliki 4 mata tunas serta dalam kondisi sehat. Perlu kiranya menggali informasi seputar pohon indukan bibit tersebut. 

Di mana kriteria pohon induk yang baik untuk dijadikan sebagai bibit buah naga antara lain; sudah pernah berbuah sebanyak 4 kali, produksinya tinggi, serta bebas penyakit.

  
Penanaman
Sebelum melakukan penanaman, Anda perlu menyiapkan tiang penyanggah atau tiang panjatan terlebih dahulu. Karena nantinya tanaman buah naga akan tumbuh merambat dan tetap produktif selama 20 tahun. Maka dari itu buatlah tiang penyanggah dari bahan yang kuat dan tahan lama yaitu tiang beton.


Tiang beton buah naga

Setelah tiang penyangggah sudah jadi, selanjutnya benangkan tiang ke dalam tanah dengan kedalaman 50 cm, supaya kuat menahan beban tanaman buah naga dan tidak mudah roboh. Nantinya jarak antar tiang adalah 2,5 meter.

Tanaman buah naga menyukai tanah yang lembab namun tidak tergenang. Untuk itu buatlah saluran drainase atau parit, sehingga ketika turun hujan air tidak menggenangi lahan. 


Anda juga bisa membuat gundukan atau bedengan untuk menanam buah naga ini. Ukuran bedengan setidaknya Lebar 1.5 meter, tinggi 30-50 cm, serta jarak antar bedengan 1 meter.


Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 70 X 70 X 70 cm. Campurkan tanah galian tersebut dengan pupuk kandang dari kotoran kambing yang sudah difermentasi sebanyak 10-15 kg atau setengah karung. Tambahkan pula dolomit sebanyak 1 kg, sekam bakar 2 kg dan pupuk NPK sebanyak 50 gr.


Setelah tanah galian sudah dicampur dengan pupuk serta dikembalikan ke dalam lubang tanam, maka bibit buah naga bisa segera ditanam. Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang optimal, setiap 1 tiang penyanggah cukup ditanami 3 bibit buah naga. Siram bibit dengan air secukupya setiap pagi hari atau ketika tanah di sekitar bibit kelihatan agak kering.


Pemupukan Susulan
Karena tanaman buah naga dapat hidup dalam waktu yang lama, maka supaya bisa terus berbuah sepanjang tahun perlu dilakukan pemupukan secara berkala.

Terdapat dua jenis pupuk yang nantinya diberikan pada tanaman buah naga. Yaitu pupuk organik dan pupuk kimia sintetis. Fungsi utama dari pupuk organik adalah menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah. 


Pupuk organik yang dipakai adalah pupuk kandang yang terbuat dari fermentasi kotoran kambing. Untuk setiap rumpun atau 1 tiang penyanggah dosisnya sebanyak 15 kg yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Tambahkan pula pupuk hayati yang mengandung bakteri Nitrobacter, nitrococcus, dan jamur mikoriza arbuskula atau trikoderma.


Mikroorganisme tersebut membantu dalam menyediakan nutrisi siap serap yang dibutuhkan oleh tanaman. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca dalam artikel Peranan Mikroorganisme Bagi Kehidupan Tanaman.


Selain itu mikroorganisme dari jenis jamur akan membuat porositas dan kelembaban tanah tetap terjaga. Sehingga perakaran tanaman buah naga bisa mendapatkan asupan air dan oksigen yang cukup. 


Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur Nitrogen, Phosphor dan Kalium, diperlukan pemberian pupuk kimia sintetis NPK. Namun karena pupuk NPK sifatnya kurang ramah lingkungan, jadi penggunaannya harus sesuai dosis, yaitu berupa NPK 15-15-15 sebanyak 50 gr/tanaman yang diberikan setiap 3 bulan sekali. 


Setelah tanaman berumur 10 bulan pupuk yang digunakan adalah yang mengandung P dan K, yaitu SP-36 sebanyak 25 gr/tanaman dan KCL 25 gr/tanaman, pemberiannya setiap 3 bulan sekali.


Nah, bagi Anda yang ingin menanam buah naga secara organic anda dapat mengganti pupuk NPK sintetis dengan bahan yang alami. Anda dapat mempelajari dalam artikel bahan-bahan alami sumber pupuk NPK organik.


Cara aplikasi pupuk NPK sintetis ini dapat dengan cara dilarutkan dengan air terlebih dahulu (dikocor), atau disebar secara langsung dengan membuat parit kecil yang jaraknya 20 cm dari tanaman, kemudian ditimbun dengan tanah.


Pemangkasan
Dalam menanam buah naga perlu dilakukan aktifitas pemangkasan secara rutin. Utamanya adalah pemangkasan atau membuang cabang air yang tumbuh di ruas-ruas batang utama. 

Proses pemangkasan tersebut dilakukan selama masa pertumbuhan vegetatif yaitu mulai dari penanaman bibit sampai tanaman berumur 6-8 bulan. Sehingga hanya terdapat satu batang utama yang tumbuh sampai tanaman mencapai ujung tiang penyanggah.


Setelah tanaman dewasa atau sudah mencapai tiang penyanggah (biasaya setelah tanaman berumur 8-10 bulan), langkah selanjutnya adalah memotong ujung tanaman dengan Panjang 30 cm. Proses ini bertujuan untuk memicu tumbuhya cabang sekunder produktif yang nantinya akan menghasilkan bunga.


Untuk menjaga produktifitas tanaman supaya dapat menghasilkan buah yang berkualitas sekaligus tanaman dapat berumur Panjang, maka pada setiap cabang utama tanaman jumlah cabang produktif yang dirawat cukup 3-5 cabang saja.


Penyerbukan dan perawatan
Tanaman buah naga mulai berbunga yang pertama setelah berumur 10-12 bulan. Bunga akan mekar di malam hari dan akan terjadi penyerbukan yang dilakukan oleh serangga seperti lebah dan tawon. 


Penyerbukan manual bunga buah naga

Namun ada baiknya Anda melakukan penyerbukan secara manual dengan menggunakan kuas. Sehingga diharapkan buah bunga tersebut kemungkinannya untuk dapat menjadi buah lebih tinggi.

Tanaman buah naga termasuk salah satu jenis tanaman berumur Panjang dan cukup mudah dalam hal perawatannya. Aktifitas harian yang perlu Anda lakukan secara rutin antara supaya tanaman terus produktif diantaranya; pemangkasan pada cabang yang terserang penyaki, penyiraman rutin dan secukupnya untuk menjaga tanah supaya tetap lembab, serta membersihkan lahan dari rumput liar.


Referensi :

Azri, BPTP Kalimantan Barat (2017). Respon pupuk organic dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produktivitas buah naga
Santoso, PJ. BPTB tropika Sumatera Barat (2013). Budidaya buah naga organic di pekarangan, berdasarkan pengalaman petani di kabupaten malang
Kristriandiny, O dan Susanto, S. Fakultas Pertanian IPB (2016). Budi daya buah naga putih (hyloereus undatus) di Sleman, Yogyakarta : Panen dan Pascapanen 
Irwan Muas, Ir. Mp. BPTB tropika Sumatera Barat. Budidaya buah naga (dragon fruit)
Balcony garden (2019). How to grow dragon fruit | growing dragonfruit (pitaya)
Osborne, T. MD. Tasty Landscape (2013). How to get your dragon fruit cactus to fruit
Valencia, M. Self sufficient me (2012). Dragon fruit (pitaya)-how-to guide for growing

Gambar :



Berikut Cara Menanam Melon Di Musim Kemarau Supaya Berbuah Besar Dan Manis

Tanaman melon

Tanilokal - Memasuki pertengahan musim kemarau selalu dibarengi dengan panen raya buah melon. Buah yang satu ini memang cocok ditanam di awal musim kemarau, yaitu pada bulan Mei sampai bulan Agustus. Ketika intensitas turunnya hujan dirasa sudah mulai jarang terjadi, maka penanaman melon dapat segera dilakukan.


 “Kenapa melon ditanam saat musim kemarau?"


Ternyata kadar kemanisan buah melon dipengaruhi oleh jumlah air yang diserap oleh tanaman. Khususnya ketika memasuki fase pematangan buah. Yaitu saat tanaman sudah berusia 50 - 55 hari setelah tanam (HST). 


Supaya kadar kemanisan buah yang dihasilkan bisa tinggi (12 - 14 brix), maka saat memasuki fase pematangan buah aktifitas pengairan harus dihentikan. 


Nah, dengan menanam melon di awal musim kemarau, maka kita dapat mengatur jumlah debit air yang diterima oleh tanaman sampai menjelang panen. 


Lain halnya kalau penanaman dilakukan saat musim penghujan. Buah yang dihasilkan bisa terasa hambar dan kurang manis, karena akar tanaman mendapatkan air yang berlebihan saat memasuki fase pematangan buah.


Setelah mengetahui waktu tanamnya, berikut tahapan menanam melon supaya buah yang dihasilkan dapat berukuran besar sekaligus manis.


Menanam melon secara vertikal

Sebenarnya ada dua macam cara dalam budidaya melon (cantaloupe) berdasarkan posisi pertumbuhannya. Pertama tanaman dibuat merambat ke atas secara vertikal dengan bantuan lanjaran, atau cara yang kedua tanaman dibiarkan menjalar di permukaan tanah secara horizontal. 

Di mana proses perawatan tanaman melon secara vertikal jauh lebih mudah dibandingkan yang dibiarkan menjalar. Di sisi lain meskipun lahan budidaya melon berukuran sempit, jumlah tanaman yang dibudidayakan juga bisa tetap banyak.



Tanaman buah melon

Untuk bahan lanjaran sebaiknya menggunakan batang bambu, karena bambu memiliki serat yang kuat dan bisa dipakai berulang kali. Selain itu biaya pengadaan bambu juga tergolong lebih murah sekaligus mudah didapatkan dibandingkan dengan jenis kayu lainnya.


Persiapan lahan

Layaknya tanaman dari keluarga Cucurbitacaea atau timun-timunan, tanaman melon menyukai kondisi lahan dan tanah yang hangat. Maka dari itu tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah sampai dataran sedang. Mulai dari 0 mdpl - 600 mdpl. 

Buat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm, tinggi 30 cm, serta panjang 10 m. Sedangkan untuk jarak antar bedengan yang ideal adalah 60 cm. Dengan desain bedengan seperti ini maka cahaya yang diterima oleh tanaman untuk fotosintesis dapat maksimal. 


Selain itu sirkulasi udara juga lebih baik, sehingga penyakit jamur powdery mildew dan kresek yang sering menyerang daun dan batang tanaman melon dapat dicegah.


Pemberian pupuk dasar

Tanaman melon termasuk tanaman berumur pendek yang memerlukan air serta unsur hara makro dan mikro dalam jumlah banyak. Di mana nantinya setiap satu tanaman bisa menghasilkan 2 - 6 buah dengan bobot rata-rata 2 kg. 

Untuk itu bedengan tempat penanaman melon perlu diberikan pupuk dasar berupa campuran pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing yang telah kering sebanyak 850 gr - 1 kg, pupuk NPK 25 gr, ZA 10 gr dan SP36 10 gr per tanaman. 


Campurkan bahan tersebut dengan tanah bedengan secara merata. Apabila pH tanah kurang dari 6, maka tiap bedengan perlu ditambahkan dolomit sebanyak 5 kg - 7 kg.Gunakan juga mulsa penutup tanah seperti jerami padi atau mulsa plastik, agar supaya tanah bedengan tetap hangat dan lembab.


Penggunaan benih berkualitas dan bersertifikat

Dikalangan petani melon jenis benih yang sering dipakai diantaranya merk PERTIWI, PANAH MERAH, DAN SAKATA. Tiga merk benih bersertifikat tersebut memiliki varietas melon daging putih kehijauan, melon daging oranye dan melon kulit kuning. 

Anda dapat membelinya di toko pertanian atau secara online. Di mana masing-masing memiliki keunggulan dan harga jual yang berbeda-beda.


Keuntungan dari penggunaan benih yang diproduksi oleh pabrik tersebut salah satunya adalah kualitas buah yang dihasilkan dapat sesuai dengan yang diharapkan. 


Benih tersebut juga sudah melalui proses seleksi yang ketat sampai didapatkan produk unggulan F1, sehingga buah yang dihasilkan memiliki kulaitas yang baik, sekaligus tanaman dapat lebih tahan dari serangan hama dan penyakit. 


Lakukan pembibitan terlebih dahulu di dalam greenhouse dengan menggunakan seedtray selama 1 minggu. Media tanam yang digunakan berupa campuran pupuk kandang dan cocopeat dengan perbandingan 1:2.


Pindah tanam

Setelah bibit melon berusia 1 minggu atau telah berdaun 3, maka bibit sudah bisa dipindahkan di bedengan pembesaran. 

Gunakan jarak tanam 50 - 60 cm antar tanaman. Waktu pindah tanam sebaiknya dilakukan sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 3 sore. 


Buat lubang tanam sesuai dengan ukuran bibit, usahakan untuk tidak merusak perakarannya saat memindahkan bibit. Setelah bibit ditanam, lakukan penyiraman dengan air secukupnya.


Penyiraman dan Pemupukan Susulan

Supaya tanaman melon dapat tumbuh dengan baik maka lakukan penyiraman dan pemupukan secara berkala. Saat tanaman berumur 0 HST sampai dengan umur 24 HST proses penyiraman dilakukan setiap pagi hari. Setelahnya penyiraman dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu sampai tanaman berumur 50 - 55 hari. 

Sedangkan untuk aktifitas pemupukan secara berkala dilakukan setiap 1 minggu sekali. Larutkan pupuk sintetis sesuai dosis dengan air bersih sebanyak 250 ml, kemudian kocorkan di sekeliling tanaman.


Berikut tabel waktu aplikasi pupuk susulan serta jenis dan takaran pupuk yang digunakan pada tanaman melon ;

Tabel pemupukan tanaman melon
Pemangkasan Cabang dan Seleksi Buah
Pemangkasan cabang diperlukan agar supaya nutrisi yang diserap oleh akar tanaman dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada umumnya jumlah cabang yang dipelihara sampai tanaman menghasilkan buah cukup 2 cabang sekunder.

Biasanya tanaman mulai menghasilkan bunga jantan dan betina saat memasuki umur 28-35 HST. Pada waktu itu lakukan penyerbukan buatan dengan cara mengoleskan benang sari pada bunga jantan ke putik bunga betina yang tumbuh mulai dari ruas daun ke 8. 



Bakal buah melon

Nantinya Anda dapat melakukan seleksi dengan cara membuang bakal buah yang berukuran kecil dan cacat setelah bakal buah sudah seukuran telur ayam. Jumlah buah yang dipelihara sampai panen dipertahankan sebanyak 2-4 buah per tanaman. 


Gantungkan bakal buah yang sehat dengan mengikat cabang pangkal buah menggunakan tali raffia. Selanjutnya pangkas cabang tersier, kemudian sisakan 2 helai daun yang tumbuh dari batang bakal buah.


Agar supaya buah yang dihasilkan memiliki kadar kemanisan yang tinggi, maka harus dilakukan pemangkasan pada pucuk daun. Sehingga energi yang dihasilkan oleh tanaman akan difokuskan untuk pematangan buah. Untuk itu potong pucuk tanaman setelah jumlah ruas yang dihasilkan pada masing-masing cabang sekunder sudah mencapai 25 ruas.


Panen

Buah melon sudah siap untuk dipanen setelah tanaman mencapai umur 65 sampai 75 HST. Ciri-ciri buah melon yang sudah matang akan mengeluarkan aroma khasnya dan terjadi perubahan warna kulit menjadi kekuningan. 


Buah melon siap panen 70hst

Gunakan gunting pangkas untuk memanen buah melon, sisakan 2 cabang dengan Panjang masing-masing kurang lebih 2,5 sampai 5 cm.


Referensi :

Davis, T. the imperfectly happy home (2017). Growing cantaloupe everything you need to know
Dyer, H, M. Gardening know how (2018). Container grown cantaloupe : care of cantaloupe in pots
Miller, R. Home Guides | SF Gate (2019). Tips for growing cantaloupe
Pleasant, J. Mother earth news (2011). All about growing melons
Wiley, D. Better homes & garden (2017). Must-know tricks for growing cantaloupe as big as your head