3 METODE UNTUK MEMBUNUH POHON POHON KELAPA SAWIT TANPA HARUS MENEBANG


Salah satu kendala dalam membudidayakan kelapa sawit adalah tingkat produktifitasnya yang rendah. Permasalahan ini biasanya menimpa perkebunan rakyat yang kurang mendapatkan perawatan maksimal. Untuk mengatasinya, disarankan melakukan peremajaan perkebunan tersebut dengan mematikan pohon kelapa sawit tua dan menggantinya dengan kelapa-kelapa sawit muda.


Di bawah ini panduan mematikan kelapa sawit tanpa harus menebangnya!

Metode I : Natrium arsenit (Na3AsO3)

Sebagian besar perusahaan kelapa sawit biasanya memanfaatkan Natrium arsenit untuk mematikan tanaman sawit yang tidak produktif. Buatlah lubang memakai bor pada batang kelapa sawit yang dimaksud dengan arah miring ke bawah sampai mengenai bagian inti. Setelah itu, isi lubang tersebut menggunakan Natrium arsenit dengan dosis 20 cc/pohon. Kemudian tutup kembali lubang dengan menyumpalnya memakai serpihan kayu bekas bor. Apabilan serpihan kurang, Anda bisa menambahkan tanah untuk menutup lubang sampai benar-benar tertutup. Perhatikan, karena Natrium arsenit mengandung racun yang sangat tinggi, jangan pernah sekalipun memanen buah yang dihasilkan oleh pohon yang telah diracuni.

Metode II : Herbisida

Buatlah racun terlebih dahulu dengan mencampurkan 250 cc herbisida dan 10 liter air. Selanjutnya, buat lubang pada batang pohon sawit seperti pada metode pertama. Tuangkan cairan racun herbisida tadi ke dalam lubang batang sawit. Terakhir, Anda bisa menutup kembali lubang tersebut menggunakan serpihan kayu dan tanah.

Metode III : Garlon

Metode mematikan kelapa sawit memakai herbisida berjenis garlon dilakukan melalui proses infus. Isi plastik es lilin dengan 2 sdm garlon lalu tambahkan air sampai memenuhi setengah volume plastik. Langkah berikutnya, potong akar kelapa sawit yang masih hidup sebanyak 3-4 akar. Segera saja masukkan akar sawit yang masih basah ini ke dalam kantong plastik tadi, lalu ikat dengan tali rafia. Disarankan pilih akar muda yang masih menempel di pohon agar kinerja racun lebih efisien.

CARA PEMBIBITAN PEPAYA SERTA CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN PEPAYA


Sebenarnya bibit pepaya banyak dijual ditoko pertanian dengan harga murah sekitar Rp.25.000 per bungkus. Namun sayangnya, kita tidak tahu apakah pepaya yang ditanam itu berjenis kelamin jantan, betina, atau sempurna (banci) sampai ia berbunga pada usia sekitar 4-5 bulan. Kalau ternyata pepaya sempurna berbahagialah karena kita akan menikmati buah yang besar, lebat, berdaging tebal, sempurna. 

Kalau ternyata betina, pepaya masih mau berbuah namun buah bentuknya akan membulat dan berdaging tipis. Namun jika pepaya jantan, maka bersiaplah menikmati urap bunga pepaya setiap hari karena pepaya jantan tidak akan berbuah.


Nah sebelum kita pelakukan penyemaian bibit sebaiknya kita melakukan penyeleksian bibit untuk menentukan jenis kelamin bibit pepaya apakah jantan, betina, atau sempurna. 

Berikut ini langkah-langkah menentukan jenis kelamin pepaya:
  • Ambil buah pepaya yang bagus, dengan ciri buahnya memanjang, bebas penyakit, dan tidak cacat. Biarkan buah tersebut matang dengan sendirinya di pohon. Akan lebih baik jika buah yang akan kita jadikan bibit ini penyerbukannya dulu terkontrol. Caranya dengan membungkus semua buahnya dengan kain sejak masih berupa bakal buah. Hal ini agar terjadi proses penyerbukan sendiri.
  • Potong pangkal buah kurang lebih 1/3 bagian buah, kemudian pangkal kita sisihkan.


Ambil buah pepaya yang bagian ujung hingga tengah kemudian kita belah dan kita ambil bijinya. Kita hanya mengambil biji yang berada di ujung sampai tengah buah, sebab inilah yang akan tumbuh menjadi pohon sempurna dari pada yang berada di pangkal.


Biasanya biji pepaya ada beberapa warna, hitam, putih pucat, dan semu kecoklatan. Pilihlah biji yang berwarna hitam saja.
Cuci biji dengan air bersih, remas perlahan unutk membuang lapisan tipis yang membungkus biji.
Kemudian biji pepaya kita jemur angin hingga kering (tidak terkena matahari langsung).

BACA JUGA
BUDIDAYA TANAMAN PORANG YANG PUNYA PROSPEK TINGGI
PEDOMAN BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA

Proses Penyemaian Biji Pepaya

Sebelum memulai penyemaian benih, sebaiknya benih dikecambahkan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya.

Caranya adalah:
  • Siapkan air hangat kuku.
  • Rendam biji pepaya ke dalam air hangat selama satu malam.
  • Pilih biji pepaya yang tenggelam atau tidak mengapung di air.
  • Siapkan kertas tisu dan basahi dengan air. Bisa juga menggunakan kertas koran.
  • Tebar biji yang telah direndam ke atas tisu, kemudian tutup atasnya dengan tisu yang lain dan basahi dengan air.
  • Masukkan benih yang telah dibungkus tisu ke dalam besek bambu atau tempat lain yang serupa. Besek atau wadah harus bisa tembus air atau mengalirkan air.
  • Taruh wadah/besek ketempat yang terkena sinar matahari, namun tidak terlalu terik. Kira-kira bersuhu 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah pada hari ke 7-10.
  • Jika terdapat biji yang berkecambah sebelum 7 hari singkirkan.
  • Sembari menunggu biji berkecambah, kita siapkan polybag untuk penyemaian. Polybag yang digunakan biasanya berukuran 9×10 cm. Isi polybag dengan media tanam berupa tanah, pupuk kompos/ kandang, dan arang sekam.
  • Setelah benih berkecambah, pindahkan ke dalam polybag semai yang sudah kita siapkan.
  • Setelah bibit selesai dipindahkan ke polybag, siram sampai lembab. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut ketempat yang ternaungi dari kucuran hujan, sengatan matahari, dan terpaan angin. Untuk menaungi bibit biasanya digunakan plastik bening atau paranet.
  • Jika bibit sudah berumur 2-2,5 bulan, bibit siap untuk ditanam. Untuk kebutuhan benih pepaya sekitar 60g/H.
Cara Melihat Jenis Kelamin Pepaya dari Bunganya
membedakan jenis kelamin pepaya

Jika benih pepaya sudah kita tanam, amati saat pepaya berbunga untuk pertama kali. Bunga pepaya akan tumbuh pada ketiak daun. Bila terdapat bunga yang tumbuh tunggal berarti bunga betina atau sempurna. Bila muncul bunga berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan. Cabut pohon dan ganti dengan bibit lain. bila terdapat bunga yang tidak berkelompok namun memiliki putik dan benang sari berarti jenis banci/hermaprodit/ sempurna, ini yang paling bagus.

CARA MEMBUAT BIBIT DURIAN DENGAN SISTEM BAWOR ATAU KAKI GANDA

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

Kaki ganda atau bawor (bawah di owor) sudah diperkenalkan sejak lama oleh seorang pakar melalui ulasan di majalah 


https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

Banyak yang salah mengerti karena pembibit dan bahkan toko bibit sekalipun juga menjual bibit ini yang sebenarnya adalah jenis monthong. Padahal jenis ini pun masih banyak lagi varian nya.

Jadi kaki ganda itu, merupakan penambahan batang bawah lebih dari satu. Buat pekebun bisa menggunakan 3 kaki saja sudah cukup, namun untuk kolektor ada yang pasang 20 kaki buat pamer.

Batang bawah (root stock) biasanya berasal dari biji (seedling) durian lokal yang sudah mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan tanah kawasan setempat, dan kaki tambahan juga bisa dari jenis seedling yang sama, ataupun berbeda jenis asalkan masih satu keluarga durian juga.

Kaki ganda bisa di aplikasikan pada hampir semua jenis tanaman tahunan, karena dianggap bisa memberikan manfaat sbb:
  1. Perakaran semakin kuat dan luas, sehingga bisa memberi nutrisi dan supply yg bagus untuk batang utama.
  2. Mengurangi risiko penyakit akar dan batang seperti phytophtora karena ada kaki cadangannya, jika salah satu kakinya harus di amputasi.
  3. Mempercepat pertumbuhan vegetatif sehingga tanaman bisa cepat besar dan saat terjadi pertumbuhan generatif, tanaman bisa belajar buah lebih cepat dari kondisi alamiahnya,.
  4. Meningkatkan jumlah produksi baik dari segi jumlah dan ukuran buah, karena sistem perakaran yang banyak dan luas.
  5. Tampilan pohon jadi unik dan lebih kokoh dan kuat, apalagi jika sudah berukuran besar.
  6. Menurut mitosnya, penggunaan kaki dari berbagai jenis durian berbeda, dianggap mampu menghasilkan buah yang berbeda dan lebih baik dari induk aslinya.
Namun begitu, ada juga pandangan lain yg mengingatkan beberapa hal penting dalam implementasi Kaki ganda ini, antara lain sbb:

1. Kompatibilitas batang bawah akan mempengaruhi kualitas keunggulan batang atasnya. Bahkan bisa saja tunas batang atas tumbuh subur selama beberapa saat, setelah itu mati kering akibat ditolak oleh batang bawah. Contohnya tanaman Karantongan yang di sambung susu dengan monthong, berikut ini:

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

2. Peletakan tumpuan sambungan kaki dibawah titik okulasi, mudah terserang penyakit, karena terlalu rendah. Ini sering diatasi dengan membuat kaki ganda yang tinggi menggunakan batang bawah yang sudah panjang.

3. Kualitas buah yang dihasilkan dianggap tidak sesuai aslinya, walaupun sulit juga membuktikannya, karena faktor perawatan dan kondisi alamiah lahan dan klimat setempat juga ikut mempengaruhinya.

Walaupun ada juga pandangan berbeda mengenai implementasi kaki ganda, namun dalam prakteknya, kaki ganda jadi pilihan favorit dan meningkatkan harga jual bibitnya karena proses pembuatan yang lebih sulit dan penggunaan seedlingyang lebih banyak.

Sekarang bagaimana cara membuatnya?

Cara membuat kaki ganda, mirip dengan cara membuat okulasi, jadi persiapannya sederhana saja yakni;

1. Siapkan pisau okulasi atau pisau apa saja asal tajam dan bersih, dan siapkan juga plastik pembungkusnya dari plastik es mambo, atau plastik buat bungkus makanan yang elastis.

2. Setelah itu, tentu saja siapkan tanaman yang akan di beri kaki, dan batang bawahnya sesuai jumlah yang di inginkan. Perlu diperhatikan, bahwa sebelum dilakukan proses sambung kaki, tanaman harus sudah dalam keadaan segar dan subur, namun 2-3 minggu sebelumnya jangan di beri pupuk dan kurangi penyiraman agar kondisi kambium cukup tebal dan kandungan airnya rendah.

3. Lakukan pemasangan kaki secara bertahap, maksimal 3 kaki tambahan sekali pasang. Hal ini perlu diperhatikan mengingat prosesnya dilakukan dengan melukai batang utamanya maka harus diperhatikan agar tidak memasang banyak kaki secara bersamaan, karena selain sulit proses membungkusnya, juga bisa menyebabkan batang utamanya bisa stress dan mati.

4. Tanam batang utama dan batang calon kaki dalam satu polybag, dengan susunan mengelilingi batang utama.

5. Pada ketinggian yang sesuai dengan tingginya calon kaki, buka kulit batang utama dari bagian bawah ke atas. Jaga agar kambiumnya tidak tergores atau rusak. Sisakan kulit yg terkelupas buat penutup batang bawah yang nanti akan disisipkan.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

6. Potong calon batang bawah dan sisipkan bagian yang terluka melekat pada batang utama yang sudah dikupas.
https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

7. Lakukan hal yang sama untuk kaki yang lainnya, sepanjang luasan batang utamanya cukup untung menampung seluruh kaki yang akan dipasang.
https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

8. Bungkus rapat seluruh sambungan baru dimana melekat bagian pangkal kaki yang sudah di pasang pada batang utama, agar tidak terjadi penguapan dan terhindar dari air.
https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

9. Tunggu sampai 4 minggu atau lebih, agar kondisi sambungan sudah melekat cukup kuat dan menyatu dengan batang utamanya. Untuk bagian sambung kaki, proses pengikatan boleh dipertahankan lebih dari 4 minggu, bisa saja dibiarkan sampai terlihat batangnya tercekik, baru dibuka. Bahkan di ikat dengan tali rafia pun juga bisa, seperti pohon mangga ini contohnya:
https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-bibit-durian-dengan-sistem.html

Nah akhirnya anda sekarang punya pohon durian kaki ganda. Namun begitu saya akan sampaikan sedikit kontoversi mengenai penempatan kaki ganda.

1. Di pasaran banyak kaki ganda yang terletak dibawah mata okulasi. Hal ini bukan salah, namun dianggap berisiko terkena penyakit yang berasal dari bawah, karena pertemuan kaki ganda ada sudut dan celah sempit tempat jamur penyakit dan hama bisa tumbuh subur.

2. Disarankan menempatkan kaki tambahan di atas mata okulasi. Hal ini bisa membantu memperkuat arsitektur tanaman, karena posisi kaki tambahan ikut menyangga batang utama dengan ketinggian yang lebih baik. Untuk pekerjaan ini, akan makan waktu lebih lama, karena menunggu tunas okulasi tumbuh cukup besar supaya bisa dipasang kaki tambahan.

3. Ukuran dan usia berapa kaki sebaiknya ditambahkan? Sebaiknya kaki tambahan diberikan saat tanaman masih usia muda, batangnya masih lentur dan ukuran batang yang akan dilekatkan, besarnya cukup seimbang. Beda ukuran tidak masalah, asalkan ukuran batang utama lebih besar dari batang tambahan.

4. Kaki tambahan boleh dipasang walaupun sudah ada kaki tambahan sebelumnya. Letakkan kaki tambahan yang baru diatas mata okulasi, supaya struktur tanaman bisa lebih bagus dan kuat.

5. Bila nantinya buah yang dihasilkan kurang bagus karena bibit yang tidak sesuai dengan harapan, tidak perlu risau, karena anda masih bisa melakukan top working, dan menjadikan batang utama yang sudah besar tadi sebagai inter stock.
SIMAK JUGA ARTIKEL INI
https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/rahasia-pembibitan-durian-dari-biji.html

BEBERAPA METODE PEMBUATAN ARANG

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/beberapa-metode-pembuatan-arang.html
BEBERAPA METODE PEMBUATAN ARANG
1. Metode Konvensional
Pembuatan arang dengan cara timbun merupakan cara tradisional, banyak dilakukan di pedesaan dan tidak memerlukan biaya produksi tinggi. Arang yang dihasilkan umumnya hanya digunakan untuk bahan bakar dalam rumah tangga.

Pada metode pembuatan arang dengan kiln baik earth maupun portable kiln, kayu langsung berhubungan dengan pemanas atau api dan tujuan utamanya memproduksi arang kayu. Metode kiln yang sangat sederhana adalah pembuatan arang dengan timbunan tanah. Prinsip kerjanya adalah kayu yang membara memberikan panas untuk berlangsungnya proses pengarangan.

Keuntungan pembuatan arang dengan cara timbun diperoleh kemudahan dalam penetapan lokasi pengarangan, penyesuaian timbunan dengan jumlah bahan baku yang tersedia dan dalam memproduksi arang dapat dilakukan dengan modal yang kecil. Selain itu, metode timbun juga mempunyai kelemahan yaitu proses karbonisasi tidak dapat diamati secara cermat atau sulit dikontrol dan proses pengarangan memerlukan waktu lama serta rendemen arang umumnya rendah.

Pada pembuatan arang dengan menggunakan metode lubang tanah, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan lokasi pembuatan lubang tungku. Lokasi pembuatan lubang terletak relatif terlindung dari pengaruh hujan serta agak landai agar memudahkan didalam kegiatan pembuatan arang nantinya. Kelebihan pembuatan arang dengan menggunakan metode tungku lubang tanah adalah volume kayu serta ukuran bahan baku dari limbah yang digunakan relatif lebih besar.Lubang digali dalam tanah dengan ukuran 1 x 2 x 3 m, pada dasar lubang dimasukkan sedikit bahan baku kemudian dibakar setelah itu bahan tersebut ditambahkan secara bertahap sampai mencapai permukaan lubang. Air dipancarkan/dipercikkan bila dalam proses pembakaran timbul nyala api. Jika proses pembakaran telah selesai maka seluruh permukaan lubang ditutup dengan daun dan batang kemudian dibiarkan sampai dingin. Metode ini menghasilkan arang dengan mutu rendah dan umumnya hanya untuk keperluan rumah tangga.

2. Metode Kiln Drum
Pembuatan arang dengan cara kiln drum umumnya digunakan untuk tujuan komersil. Dengan metode drum, karbonisasi dapat diamati dan diawasi melalui pengatur udara masuk dan tidak tergantung dari cuaca pada saat itu. Carakiln drum ini cocok dikembangkan bagi penduduk yang berada di sekitar hutan guna untuk mengurangi limbah tebangan dari areal hutan produksi. Kiln ini terbuat dari besi yang terdiri atas dua buah silinder dipasang secara bersambung. Cara kerjanya adalah panas berasal dari bahan baku kayu itu sendiri yang dibantu oleh udara dari luar yang diatur menurut kapasitas kilntersebut. Portable kiln memerlukan waktu pengarangan ± 4 (empat) hari untuk kapasitas 9 – 10 m³ kayu dengan hasil arang ± 1800 kg.

Teknologi pembuatan arang dengan kiln drum adalah suatu metode pembuatan arang yang murah dan sederhana tetapi dapat menghasilkan rendemen dan kualitas arang yang cukup tinggi. Teknologi ini dapat diterapkan pada industri rumah tangga di pedesaan karena bahan konstruksi drum bekas mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah. Selain itu, konstruksi tungku dan operasi pengolahannya mudah dilakukan oleh siapa saja yang berminat dan tidak memerlukan pendidikan khusus.

Sebelum melaksanakan pembakaran terlebih dahulu alat dibersihkan dari sisa abu yang tertinggal di dasar drum. Selanjutnya pada dasar drum diberi beberapa kayu atau kertas dan dibakar, kemudian dibiarkan sampai bahan tersebut menyala, kemudian ditambahkan setengah dari drum ke dalam tungku pembakaran, pada tahap ini harus dijaga agar bahan yang dibakar tidak menyala. Untuk tahap penambahan selanjutnya dilakukan apabila bahan yang sedang dibakar menyala dan tidak mau padam walaupun telah ditutup penutup drumnya. Banyaknya penambahan sama dengan penambahan pertamanya. Pekerjaan ini dilakukan sampai drum pembakaran penuh, setelah itu bahan yang ditambahkan terkarbonisasi drum ditutup tapi lubang kecil tetap dibiarkan terbuka. Setelah ada tanda-tanda asap putih kebiruan yang halus keluar dari lubang kecil penutup drum maka lubang tersebut ditutup rapat dan akhirnya drum dibiarkan sampai bahan terkarbonisasi penuh dikeluarkan dari drum pembakaran.

3. Metode Kiln Bata dan Beton
Kiln bata merupakan modifikasi dari model Thailand yang dirancang untuk kemudahan operasi dan kualitas arang yang dihasilkan. Dengan menggunakan dinding terbuat dari bata yang diplester atau kombinasinya dengan campuran pasir dan semen, maka kiln dapat dibuat dalam ukuran besar dan permanen sehingga bahan baku dapat terkontrol sehingga waktu proses lebih cepat serta menghasilkan arang dalam jumlah lebih banyak, seragam dan kualitas yang lebih baik. Perkembangan lanjut tipe ini mengarah pada variasi bentuk dinding, atap, bahan kontruksi, jumlah cerobong asap, lubang pengapian dan ukuran pintu pemasukan bahan baku.

Kiln terdiri atas ruang pembakaran, pintu pemasukan kayu, lubang pembakaran, lubang udara, lubang penguapan dan cerobong asap. Badan dan atap kiln terbuat dari bata, dengan ukuran diameter 2,2 m dan tinggi 1,6 m. Lubang pembakaran berjumlah 2 buah, lubang udara 6 buah, lubang penguapan 4 buah, cerobong asap 1 buah dan pintu pemasukan kayu 1 buah. Ukuran kayu berdiameter 10 – 25 cm dan panjang antara 25 – 50 cm, lama proses pengarangan dari saat pembakaran sampai arang dikeluarkan dari kiln adalah 2,5 hari (55 jam) atau seluruhnya memerlukan siklus waktu 6 – 7 hari.

CARA MEMBUAT ARANG KAYU


Arang kayu cukup diminati banyak masyarakat umum. Hal ini dikarenakan harga BBM yang cukup mahal dan secara tidak langsung harga LPG pun ikut naik. Selain itu penggunaan arang kayu ini biasa digunakan untuk kebutuhan kuliner dan kebutuhan dirumah makan ataupun restoran. Hal itu yang menyebabkan arang kayu yang cukup di minati. ok kemaren saya sudah postingkan artikel tentang Memilih Arang Kayu yang Berkualitas , sekarang saya akan membahas tentang Cara membuat arang kayu .

Cara Membuat Arang Kayu
Disini sebenernya cara arang kayu tidaklah sulit, tidak membutuhkan keahlian tertentu dan peralatan tertentu. Bisa dikerjakan oleh siapapun dang bahan dan peralatan yang seadanya. Banyak metode dalam pembuatan arang, berikut salaha satu cara yang paling sederhana dari pembuatan arang. 


1. Susun kayu yang telah kering menyerupai piramida (masing-masing kayu posisinya berdiri) sehingga pangasapan/ karbonasi bisa merata dan memudahkan perambatan panas. Kayu bakar sebaiknya yang benar-benar kering, sehingga menghasilkan arang yang berkualitas (proses karbonisasi sempurna hingga ke bagian dalam kayu).


2. Bungkus/ tutupi tumpukan kayu bakar tadi dengan jerami atau sampah yang telah kering hingga menutupi seluruh tumpukan kayu. Akan lebih bagus lagi bisa di tambah dengan oli bekas untuk mempercepat perambatan panas. 

3. Tutup/ timbun dengan pasir atau tanah tumpukan kayu yang telah dibungkus jerami atau sampah kering tadi. Sisakan bagian atas dan bagian bawah jangan sampai tertutup rapat. Tanah atau pasir yang digunakan sebaiknya yang lembab dengan cara disemprot air terlebih dahulu.

4. Bakar jerami atau sampah pembungkus kayu bakar tadi, mulai dari atas (yang tidak tertutup). Tunggu sampai api sudah mencapai bagian tangah sampah yang membungkus kayu tadi. 

5. Tutupi/ timbun dengan pasir bagian atas tumpukan kayu tadi yang tidak tertutuppasir sedikit-demi sedikit hingga nyala api mati dan asap tetap mengepul. Buatlah lobang di bagian bawah dari tumpukan pasir tadi sebanyak sekitar 5 lobang berkeliling.


6. Tutupi dengan pasir hingga tertutup semua agak tebal, jika api/asap padam, kurangi tutup yang diatas, tambahi sampah kering atau jerami lagi, bakar lagi dan tutupi sedikit demi sedikit.Tunggu antar 2 hingga 3 hari sambil dikontrol apakah asapnya masih terus mengepul. Setelah 3 hari biasanya sudah bisa dibongkar.


7. Arang sudah siap digunakan atau dijual. Sebelum dikemas, sebaiknya seleksi dulu, karena biasanya tidak semua kayu akan terkarbonasi dengan sempurna dan angin-anginkan dulu atau jemur jika perlu. Kayu yang belum sempurna jadi arang bisa di jadikan bahan baku pembuatan arang berikutnya.

Sekarang penggunaan arang kayu sangatlah berkurang dibandingkan jaman dulu, hal ini di karenakan banyak pengguna arang kayu beralih ke LPG. Akan tetapi untuk penggunaan arang kayu di dunia industri tidak begitu ditinggalkan saja kususnya industri pembuatan alat-alat pertanian. Selain di gunakan untuk industri arang kayu masih banyak digunakan untuk para pedangan ayam bakar, sate. Hal ini yang menjadikan arang kayu masih populer di kalangan masyarakat umum walaupun tidak sepopuler dulu. Dulu hampir sebagian besar masyarakat indonesia khusunya banyak sekali memakai arang kayu dan kayu bakar untuk memasak makanan.

PANDUAN MEMILIH ARANG YANG BERKWALITAS

Untuk memilih arang kayu yang berkualitas kita sering terkecoh dengan harga yang murah dari penjual, padahal arang kayu yang murah itu belum tentu berkualitas. Karena untuk melihat arang kayu berkualitas kita harus tahu bahan baku yang digunakan untuk membuat arang kayu tersebut. Bahan baku ini sangan mempengaruhi kualitas. Untuk melihat ciri-cirinya yang berkualitas diantanya Arang kayu keras, bila di pegang tangan tangan tidak kotor, Tidak mudah hancur, kalo di bakar suhu lebih tinggi, sisa pembakaran lebih sedikit. Bahan bakunya apa ya? bahan baku pembuatan arang berkualitas ini yaitu kayu singon, kayu mahoni, kayu sono keling. Bahan baku ini dipilih jadi bahan kayu berkualitas karena kayu jenis ini tekstus kayunya sangat keras dibandingkan dengan yang lain. Kayu semacam ini banyak sekali yang menyebutnya kayu rimba. 

Memilih Arang Kayu yang Berkualitas

Jadi bisa saya simpulkan bahwa ada ciri-ciri kusus untuk memilih arang kayu yaitu tekstur arang kayunya keras, bila dipegang tangan tidak kotor, dan tidak mudah hancur dan lagi harga mungkin lebih mahal dari arang kayu biasa. oke untuk sementara penjelasan cara memilih arang kayu berkualitas ini 

BEBERAPA METODE PEMBUATAN ARANG

CARA YANG AMPUH MENGENDALIKAN RAYAP


Rayap dapat memakan dan merusak seluruh material kayu dan bambu. Serta seluruh tanaman yang batangnya berkayu bisa menjadi target hama ini, baik itu tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman perkebunan.


Rayap ini umumnya menyerang batang, akar dan pelepah daun yang telah mati ataupun yang masih hidup. Lahan yang paling beresiko terserang rayap adalah lahan gambut.

Serangan rayap umumnya terjadi di akhir musim hujan dan saat puncak kemarau panjang.

Serangan hama rayap diawali dengan munculnya gejala layu tanaman yang kemudian tanaman akan mati karena distribusi nutrisi dalam sistem vaskular tanaman terganggu akibat adanya gerekan pada akar tunggang, batang dan cabang.
Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama rayap, di antaranya sebagai berikut :

Pengolahan tanah

Ya lakukan Pengolahan tanah seperti membajak ataupun mencangkul tanah, dengan pengolahan tanah dapat menghancurkan sarang-sarang rayap yang berada di bawah tanah, Sehingga dengan sendirinya rayap akan keluar jika sarang yang dihuninya rusak.

Ketika rayap sudah keluar dari sarang maka hewan predator seperti ayam, burung atau semut akan memangsa dan mengurangi populasi rayap.

Pemanfaatan jamur patogen

Jamur patogen seperti Aspergillus sp., Metarhizium anisopliae, Myrothesium sp. dan Beauveria bassiana dapat digunakan sebagai agensia pengendali alami untuk rayap.

Cukup dengan disemprotkan di lahan pertanian, maka koloni rayap akan mati. Pengendalian dengan cara ini sangat ampuh karena infeksi jamur dapat membunuh sifat kanibalisme dari rayap.

Pestisida alami

Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya dan daun mimba dipercaya efektif untuk mengendalikan rayap tanpa perlu mencemari lingkungan.

Cara membuatnya adalah dengan merebus bersama-sama kedua daun tersebut. Selanjutnya, air hasil rebusan yang sudah disaring dapat disemprotkan pada tanaman atau lahan pertanian yang terserang hama rayap.

Cara Mengendalikan Rayap Ampuh, Begini Caranya!!

Perangkap khusus

Perangkap atau teknik umpan ini memanfaatkan kertas tisu yang sudah digulung dan dicelupkan larutan hexalflumoran.

Gulungan tisu yang sudah dicelup pada larutan hexalflumoran tersebut, kemudian ditanam di bagian-bagian tertentu di dalam tanah yang sering menjadi sarang rayap atau jalur perlintasan koloni rayap.

Rayap-rayap akan mencium aroma larutan hexalflumoran tersebut dan akan merasa pusing serta terganggu sistem navigasinya sehingga sulit untuk menemukan jalur semula.

Ditambah lagi, sifat rayap yang menyebarkan ke rayap lain akan membuat koloni mereka terpecah sehingga kesulitan bertahan hidup.

Fumigasi

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan fumigasi menggunakan Alumunium Fosfida 2-3 tablet per sarang.

Agar dapat dilakukan fumigasi, perlu dibuat lubang dengan menggunakan besi bulat berdiameter 3 cm dengan bagian runcing di salah satu ujungnya.

Selanjutnya dimasukkan tablet Aluminium Fosfida ke dalam sarang utama melalui lubang tersebut, kemudian lubang ditutup kembali dengan tanah.

CARA MUDAH MEMILIH SEMANGKA YANG MANIS


Banyak orang yang tergila-gila dengan kelezatan dan kesegaran buah ini. Buahnya yang merah menggoda serta rasanya yang menyegarkan tak pelak menjadi faktor kuat mengapa buah ini banyak disukai orang.

Namun, terkadang ada satu ‘masalah’ saat kita hendak membeli semangka. Ya, mungkin tak sedikit dari kita pernah tertipu saat membeli semangka. Seringkali kita melihat semangka warnanya bagus, besar, tapi ketika dimakan ternyata rasanya hambar!

Nah, supaya kita tidak salah lagi dalam memilih semangka, berikut Jitunews ulas cara mudah memilih semangka manis, yakni dengan melihat beberapa ciri yang menandakan bahwa buah semangka sudah matang sempurna. Yuk, simak ulasannya seperti diwartakan Soshiok.

Pilih tanda kuning. 
Semakin banyak spot kuning pada semangka, maka semakin baik. Perlu diketahui, spot kuning bisa jadi petunjuk bahwa semangkanya sudah matang. Biasanya tanda ini ada pada bagian bawah semangka (jika ditegakkan).

Memanjang atau bulat. 
Ada dua bentuk umum pada buah semangka. Yakni semangka lonjong atau semangka bulat. Perlu diketahui, semangka yang bentuknya bulat rasanya lebih manis. Sedangkan yang agak lonjong lebih mengandung banyak air.

Pilih buah yang ada scratch-nya. 
Buah semangka yang punya tanda scratch atau sedikit lebam berwarna abu-abu atau cokelat menandakan bahwa bunga pada waktu semangka belum berkembang kerap disinggahi lebah. Ini yang memberi tanda pada kulit semangka, semakin banyak tanda maka rasanya semakin manis.

Pilih tangkai semangka yang kering. 
Semangka yang sudah matang dan manis, maka sisa potongan tangkai batangnya terlihat kering. Jika masih agak gemuk dan hijau, itu menandakan semangka dipetik terlalu cepat dan belum waktunya.

Ukuran besar tak jadi penentu semangka manis.Ukuran semangka tak jadi penentu bahwa rasanya manis. Lebih baik pilih buah semangka ukuran sedang, namun berat dan ciri-ciri semangka manis seperti ulasan di atas terlihat semua.

TEKNIK UNTUK AGAR TANAMAN MANGGA BERBUAH CEPAT


Produktivitas buah mangga yang tinggi dengan kualitas terbaik akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi Anda yang terjun ke dalam bisnis buah mangga. Tanaman mangga termasuk dalam tanaman tahunan yang berbuah dengan sangat cepat dalam setahun. Agar pohon mangga cepat berbuah maka pertumbuhan bunga tanaman dapat diatur dan dipercepat dengan melakukan perlakuan khusus terhadap tanaman mangga. 

Perlakuan khusus tersebut bisa Anda lakukan baik itu untuk mangga yang ditanam dalam pot maupun mangga yang ditanam pada lahan. Perlakuan ini dilakukan dengan tujuan untuk merangsang terbentuknya bunga dan buah pada tanaman yang telah memasuki umur produktif, yaitu sekitar 1,5 tahun – 3 tahun. Berikut adalah perlakuan khusus yang bisa Anda lakukan agar pohon mangga cepat berbuah.

Pemangkasan

Agar pohon mangga cepat berbuah maka langkah pertama perlakuan yang bisa Anda lakukan adalah pemangkasan. Pemangkasan yang dilakukan secara teratur pada tanaman mangga dapat merangsang pembentukan buah. Pangkaslah cabang dan ranting yang tidak produktif. Hal ini akan mengefisienkan penggunaan energi hasil dari fotosintesis, sehingga kandungan karbohidrat pada tanaman yang dibutuhkan untuk pembentukan buah akan meningkat. Pemangkasan pada tanaman yang rimbun akan membantu meratakan penyebaran sinar matahari.

Sinar matahari akan membantu pembentukan karbohidrat secara maksimal. Pangkas cabang yang tumbuh dengan tegak. Cabang tegak biasanya tidak akan menghasilkan bunga jika dibandingkan dengan cabang yang datar. Pemangkasan juga dapat Anda lakukan pada cabang yang terkena penyakit, ranting – ranting yang bersilangan dan tumbuh dengan rapat. Untuk budidaya mangga dalam pot atau tabulampot mangga, agar pohon mangga cepat berbuah pemangkasan bisa dilakukan pada tunas muda untuk merangsang pembuahan. Cara ini kurang efektif untuk pohon mangga dengan ukuran yang besar karena dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. 
Memberi Luka Pada Batang

Ini adalah perlakuan fisik yang banyak dilakukan untuk pembentukan buah mangga. Dengan memberi luka pada batang maka akan menghambat distribusi hasil fotosintesis yang berupa karbohidrat dari daun ke akar sehingga diharapkan nantinya karbohidrat akan menumpuk pada bagian cabang dan daun. Kadar karbohidrat yang telah mencapai titik jenuh pada bagian daun ditambah lagi dengan rasio nitrogen dan karbohidrat 2 : 3 plus hormon auksin yang diproduksi oleh bagian pucuk tanaman akan sangat cepat merangsan pembentukan bunga.

Teknik pelukaan agar pohon mangga cepat berbuah

Pelukaan pada batang terbukti efektif agar pohon mangga cepat berbuah. Cara pelukaan biasanya dilakukan dengan cara mengelupas kulit batang pohon mangga sampai kambiumnya hilang. Pelukaan bisa dilakukan dengan lebar 10 – 20 cm.

Melengkungkan Batang

Melengkungkan batang adalah cara lain agar pohon mangga cepat berbuah. Tujuannya adalah untuk menghambat fase pertumbuhan vegetatif dan mendorong pertumbuhan generatif pada pohon mangga. Melengkungkan batang ini dilakukan dengan mendatarkan cabang. Kondisi cabang yang datar membuat aliran unsur hara dan air akan berlangsung lebih lambat jika dibandingkan dengan cabang yang tumbuh dengan lurus menurun.

Cara melengkungkan batang agar pohon mangga cepat berbuah adalah menarik cabang yang akan dilengkungkan ke arah tanah sampai posisi merunduk. Ujung cabang bisa Anda tahan dengan menggunakan tali yang diikat ke patok yang ditancapkan ke tanah agar cabang tidak kembali ke posisi semula.

Pelilitan Batang Atau Pencekikan

Pelilitan batang mempunyai prisip yang sama dengan memberikan luka pada batang tanaman mangga, yaitu menghambat aliran hasil fotosintesis dari daun menuju akar tanaman. Sehingga nantinya karbohidrat akan tertahan pada daun yang kemudian digunakan untuk merangsang tumbuhnya bunga dan buah. Pelilitan atau pencekikan dilakukan dengan cara melilitkan batang primer atau sekunder dengan menggunakan kawat. Batang yang dililit dengan kawat akan semakin tercekik pada saat batang mulai tumbuh membesar. Bunga akan mulai nampak setelah Anda melakukan pelilitan selama 1 – 2 bulan.

Lilitan bisa Anda lepaskan setelah bakal buah mulai muncul. Pelilitan ini adalah cara agar pohon mangga cepat berbuah yang banyak dilakukan untuk budidaya mangga di dalam pot atau tabulampot mangga. 

Memberikan Fosfor dan Protein Tinggi

Pemupukan dengan dosis protein dan fosfor tinggi dapat merangsang pembentukan bunga. Pupuk yang dapat Anda gunakan bisa berupa pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik yang bisa digunakan adalah tepung ikan, tepung tulang, tepung darah dan minyak ikan. Anda juga bisa menyiramkan ke tanaman berupa air cucian ikan atau hewan laut lainnya yang kaya akan protein.

Tepung tulang bisa Anda berikan setelah tanaman diberikan pupuk kandang. Berikan tepung ikan atau tepung tulang setiap tiga bulan sekali denga dosis 2 – 3 genggaman tangan Anda. Sedangkan minyak ikan bisa Anda tambahkan setiap dua minggu sekali dengan komposisi 10 liter air untuk 1 tutup botol minyak ikan. Berikan larutan tersebut dengan cara disiram ke tanaman sebanyak 2 – 3 gayung per tanaman.

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh

Agar pohon mangga cepat berbuah maka Anda bisa memberikan zat pengatur tumbuh sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Adapun beberapa macam zat pengatur tumbuh yang bisa Anda gunakan agar tanaman manga cepat berbuah adalah sebagai berikut:
Memberikan paklobutrazol. ZPT ini efektif bagi tanaman mangga. Pemberian paklobutrazol akan menghambat pertumbuhan daun dan bisa melumpuhkan titik tumbuh. Fotosintesis akan tetap berjalan tetapi dengan rasio C/N yang tinggi pada bagian tajuk. Pada saat titik tumbuh mulai pulih maka bukan daun baru yang akan muncul melainkan bunga. Dosis pemberian paklobutrazol adalah 5 – 10 ml dilarutkan ke dalam 10 liter air kemudian siramkan di sekitar pangkal batang tanaman mangga.

Memberikan cultar dan dekamon. Agar pohon mangga cepat berbuah dan menghasilkan buah dengan lebat, ukuran besar dan rasa yang manis Anda bisa memberikan kedua ZPT tersebut. Cultar mempunyai khasiat mampu meningkatkan jumlah ranting yang produktif dan merangsang pembentukan bunga. Sedangkan dekamon mampu merangsang pertumbuhan tunas baru, mencegah rontoknya bunga dan buah dan mampu meningkatkan kualitas buah yang dihasilkan.

Pemberian ZPt harus Anda barengi dengan penyiraman dan pemupukan yang teratur. Pemupukan bisa Anda lakukan dengan memberikan fosfor dengan dosis tinggi. Dosis ZPT yang Anda berikan tidak boleh berlebih karena bisa menghambat fungsi dari hormon – hormon tersebut.
Tabulampot tanaman mangga

Waktu pemberian ZPT yang efektif agar pohon mangga cepat berbuah adalah saat tanaman telah memasuki masa produktif. Untuk budidaya mangga dalam pot Anda dapat memberikan ZPT setahun sekali yaitu pada saat 3 – 4 bulan sebelum pembungaan.

TIPS MENGURANGI BUAH NANGKA BUSUK DI POHON

Pada umumnya nangka yang masih muda akan dihinggapi lalat buah. Kemudian lalat itu akan bertelur di kulit nangka, dan menetaskan ulat-ulat yang siap menggerogoti daging nangka sampai membusuk.



Nah, jadi bagaimana cara mengatasinya agar buah nangka tidak busuk di pohon? Caranya mudah kok! Ikuti saja langkah demi langkah di bawah ini.

1. Siapkan karung yang bagus, dalam artian tidak berlubang



Karung ini nantinya akan kita gunakan untuk membungkus buah nangka yang masih kecil agar tidak bisa disentuh oleh lalat buah. Tapi usahakan karungnya besar, agar buah nangka tidak sesak saat menjadi besar.

2. Siapkan tali pengikat


Tali ini akan kita gunakan untuk mengikat mulut karung agar tertutup rapat, sehingga tidak ada lubang lagi yang menjadi celah bagi lalat untuk masuk ke buah nangka. Selain itu, dengan mengikat mulut karungnya pada batang buah nangka, ini agar karung tidak terlepas dan terjatuh.

3. Siapkan tangga

Tangga akan kita pergunakan untuk memanjat pohon nangka jika buahnya cukup tinggi.

4. Nah, tahap selanjutnya bungkuslah buah nangka dengan karung yang telah kita persiapkan tadi seperti gambar di bawah ini.



5. Ikatlah mulut karung pada batang buah nangka dengan sewajarnya saja, dalam artian tidak terlalu kuat tidak juga terlalu longgar.



Nah, dengan proses terakhir yaitu mengikat mulut karung tersebut, berarti langkah ini telah selesai. Gampang kan? Selain itu cara ini tidak terlalu membutuhkan banyak modal, dan Anda pun tidak harus berulang-ulang mengusir hama pada nangka yang telah terbungkus. Lihat gambar di bawah ini.



Tapi, tetap saja cara ini juga ada kekurangannya. Jadi kekurangannya adalah sangat sulit untuk menjangkau dan membungkus buah nangka yang ada di pucuk ranting yang kecil.
 Meskipun begitu, cara ini menurut saya adalah yang terbaik untuk melindungi nangka dari lalat buah untuk saat ini.
Sumber senibertani.blogspot.com

PANDUAN CARA MEMODIFIKASI TEKNIK OKULASI SAMBUNG SISIP


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

Sambung sisip mangga Red Emperor ke batang bawah mangga Madu
https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html
Sambung sisip klengkeng Diamond River "Jenderal" ke batang bawah klengkeng lokal


Okulasi adalah sebuah kata yang sangat populer di kalangan para pecinta tanaman, khususnya pecinta tanaman buah, termasuk para penangkar bibit (grower). Populer, itu karena mayoritas bibit tanaman buah yang dihasilkan dan beredar secara luas di Indonesia adalah bibit yang diperbanyak dengan cara okulasi atau tempel mata, meski sebenarnya cara okulasi bukan satu-satunya cara untuk memperbanyak tanaman. Okulasi juga ternyata kurang begitu populer bagi kalangan pecinta tanaman khususnya di Jawa Timur dan Kalimantan Barat, sebab dari kedua daerah tersebut, cara sambung pucuk (top grafting) adalah cara yang paling banyak digunakan dibanding cara-cara perbanyakan tanaman lainnya. Di beberapa daerah lainnya, sambung susuan (approach grafting) justru menjadi cara perbanyakan yang paling disukai.

Topik ini tidak mengulas okulasi karena pendapat dari beberapa penangkar, okulasi adalah cara yang relatif sulit karena menuntut kemampuan teknis yang lumayan tinggi alias agak njlimet kata orang Jawa (padahal sebenarnya tidak), serta pertumbuhan mata tunas yang relatif lebih lambat (bagi orang yang kurang sabar). Mengambil (kadang harus dengan cara mencongkel) mata tunas memang bukan hal mudah bagi pemula dan penghobi yang jarang bersentuhan dengan cara atau teknik ini. Jika proses okulasi mata tunas yang ditempelkan berhasil, dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk menumbuhkan mata tunas tersebut menjadi calon batang dan cabang. Oleh karena itu, dicari teknik baru yang relatif lebih sederhana dibanding okulasi di satu sisi dan di sisi lainnya, cara yang relatif lebih sederhana tersebut bisa menghasilkan bibit tanaman baru yang pertumbuhannya lebih cepat bongsor dibanding bibit hasil okulasi.

Sambung sisip sebenarnya bukan teknik baru karena cara ini sebenarnya hanya memodifikasi teknik sambung mata alias okulasi. Dikatakan modifikasi karena "step by step" hampir mirip dengan okulasi, namun jika pada teknik okulasi yang ditempelkan adalah mata tunas, maka pada sambung sisip yang ditempelkan adalah ranting muda. Jika pada teknik okulasi hanya menempelkan 1 mata tunas saja, maka pada sambung sisip dapat ditempelkan ranting muda dengan lebih dari 1 mata tunas, bisa 2 mata tunas sekaligus, bahkan lebih. Dengan demikian, jika mengandung lebih dari 1 mata tunas, maka titik percabangan rendah dapat direkayasa dari awal, sejak bibit tersebut dibuat, karena bibit dengan percabangan rendah atau percabangan yang langsung muncul di titik sambungan akan menghasilkan tanaman yang rendah namun kompak, rimbun, dan dengan tajuk yang membulat, satu model yang sangat ideal untuk para penghobi tanaman buah dalam pot maupun untuk penanaman di lahan. Jika penempelan ranting muda berhasil, pertumbuhan tunas dari ranting muda tersebut juga cenderung lebih cepat dibanding tunas yang muncul dari penempelan mata pada okulasi, dengan demikian hal ini menjadi solusi bagi mereka yang menginginkan pertumbuhan bibit yang lebih cepat bongsor.

Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses sambung sisip :
(contoh foto tutorial adalah sambung sisip pada tanaman klengkeng)


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html



https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Siapkan batang bawah yang pertumbuhan tanamannya sehat, daun di bagian ujung tunas telah berkembang sempurna dan berwarna hijau tua. Itu tanda bahwa tanaman sedang berada dalam keadaan dorman, tidak terjadi aktifitas pembelahan sel yang intensif di bagian tunas-tunas ujung tanaman. Dalam kondisi seperti ini, kambium tanaman berada keadaan maksimum, lapisannya kambiumnya tebal, dan sangat ideal untuk proses pengelupasan kulit batang dan penyambungan serta penyatuan entres.

Pilih titik penyambungan, kira-kira 15 hingga 25cm di atas pangkal batang, iris kulit batang di titik penyambungan tersebut memanjang dari atas ke arah bawah, sepanjang 3-5cm, dengan lebar 7-10mm.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html



https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Potong melintang kulit batang pada bagian atas, lalu congkel menggunakan mata pisau, kemudian tarik kulit batang pelahan dengan hati-hati agar tidak putus atau robek. Potong "lidah" kulit batang tersebut dengan menyisakan kulit batang sepanjang 1cm di bagian bawah yang nantinya berfungsi sebagai dudukan atau penyangga entres yang akan ditempelkan ke batang bawah.

Beberapa kasus memperlihatkan bahwa kulit batang tidak dapat dikelupas dan lengket saat ditarik, ini adalah tanda bahwa lapisan kambium batang bawah berada dalam keadaan minimum dan sangat tipis. Batalkan penggunaan batang bawah tersebut dan suburkan kembali pertumbuhannya agar dapat digunakan kembali sebagai batang bawah setelah pertumbuhannya disuburkan beberapa waktu kemudian.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Siapkan entres yang diambil dari ranting bagian ujung dari pohon induk terpilih. Entres harus cukup muda dengan kulit berwarna hijau atau hijau keabuan. Potong semua daunnya dan sisakan tangkai daun sepanjang kurang lebih 5mm yang berfungsi untuk melindungi mata tunas di bagian ketiak tangkai daun saat plastik pengikat dililitkan ke titik sambungan.

Jangan gunakan entres yang kulitnya telah berwarna cokelat tua atau coklat keabuan karena daya regenerasi entres seperti telah menurun, sehingga kemampuannya untuk menumbuhkan tunas lebih rendah dibanding yang diambil dari tunas muda di bagian ujung.

Entres bisa dipilih mulai dari bagian pucuk hingga bagian bawah dengan 1-4 mata tunas, yang penting kulit entres masih berwarna hijau atau hijau keabuan.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Potong entres dengan 1-3 mata tunas, lalu iris miring sepanjang 2cm pada bagian pangkalnya dan usahakan agar pengirisan tersebut hanya dilakukan dengan prinsip "sekali iris langsung jadi". Pengirisan berkali-kali bisa membuat entres menjadi sangat pendek ukurannya sehingga sulit untuk ditempelkan, selain itu pengirisan berulang-ulang bisa menimbulkan resiko memar jaringan yang akhirnya memperkecil persentase keberhasilan penyambungan tersebut.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Letakkan entres yang telah disayat bagian pangkalnya, persis berhadapan dengan bidang sayatan kulit batang bawah yang telah disiapkan sebelumnya, lalu tempelkan dengan tepat sehingga terjadi pertemuan antara bidang iris entres dengan bidang sayatan kulit batang bawah . Umumnya, entres tidak akan jatuh karena terjepit oleh "lidah" kulit yang disisakan sebagai dudukan atau penyangga entres.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Jepit titik sambungan dengan ibu jari tangan agar entres tidak bergeser atau berubah posisinya. Pergerakan entres yang berulang-ulang akan mengurangi tingkat keberhasilan penyambungan karena bidang pertemuan entres dan batang bawah mengalami memar, khususnya di bagian jaringan kambium batang bawah.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html



https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Ikat bidang sambungan menggunakan irisan plastik PE (polyethilene) yang tipis namun sangat lentur dan kuat. Ikatan dimulai dari bawah, sekitar 5mm dibawah sambungan, melingkar sambil menarik plastik ke arah atas, menutup rapat seluruhnya hingga kira-kira 5mm di atas entres yang ditempelkan.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Keseluruhan bidang sambung dan entres telah tertutup rapat oleh lilitan plastik sehingga mengurangi infiltrasi air dari luar yang bisa membuat entres membusuk, sekaligus lilitan plastik tersebut membuat iklim mikro menjadi tetap lembab. Fungsi lain dari lilitan plastik ini adalah mengurangi laju penguapan air (evapotranspirasi) akibat metabolisme entres sehingga akhirnya entres tetap berada dalam kondisi segar.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Gunakan plastik PE (polietilen) yang tipis, sangat lentur, namun kuat sebagai pengikat. Plastik yang digunakan sebagai pengikat mempunyai ketebalan 0,02mm, berbentuk lembaran yang kemudian diris-iris menggunakan cutter, berukuran lebar 2-3cm dan panjang 10-15cm, disesuaikan dengan diameter batang bawah yang akan disambung sisip 


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

Bariskan dengan rapi semua bibit yang telah disambung sisip di tempat terbuka untuk memudahkan pemeliharaan selama proses sambung sisip berlangsung.


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

Empat minggu pasca penyambungan, plastik pengikat dapat dibuka seluruhnya. Jika entres tetap segar dan berwarna hijau atau kehijauan, berarti sambungan berhasil, namun jika entres menghitam dan mengering, hal tersebut adalah tanda bahwa proses penyambungan gagal. 

Jika sambungan berhasil, biarkan 2-4 hari, setelah itu potong setengah batang bawah setinggi 5-8cm di atas titik penyambungan. Setelah dipotong setengah, tekuk batang atas ke arah bawah untuk merangsang tunas agar tumbuh dengan cepat karena entres telah menyatu dengan batang bawah.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


Tunas akan tumbuh dengan cepat pasca pemotongan batang utama (batang bawah) 5-8cm di atas titik sambungan. Penyinaran sinar matahari penuh akan merangsang laju pertumbuhan tunas menjadi batang baru dengan cabang, ranting dan daun baru yang sempurna.
https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

Tunas akan tumbuh dan berkembang sempurna 10-12 minggu pasca penyambungan

 https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html


https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html



https://tipspetani.blogspot.com/2019/01/panduan-cara-memodifikasi-teknik.html

SELAMAT MENCOBA dan PASTI BISA !!
http://leira-fruit.blogspot.com