TIPS BETERNAK DAN PERAWATAN GURITA


Hewan gurita ialah bukan hewan yang terdengar asing, hewan gurita dikenal sebagai hewan air yang hidup di lautan, memiliki ukuran tubuh besar, dan memiliki alat gerak berupa lengan yang juga digunakan untuk mencari pakan atau mangsa.

Secara alami, hewan gurita hidup di terumbu karang yang terletak di Samudera. Hewan gurita mempunyai 8 lengan yang dilengkapi alat penghisap berbentuk bulatan bulatan cekung di sekujur lengannya.

Hewan gurita tergolong sebagai hewan yang jarang dipelihara karena perawatannya sangat rumit. Tentu sangat jarang sekali ya sobat melihat hewan gurita berada di akuarium tempat pemeliharaan? Berbagai restorant yang mengolah hewan gurita menjadi masakan pun umumnya mendapatkan bahan dari tangkapan nelayan, tidak membudidayakannya.

Perlu diketahui nih sobat, hewan gurita dikenal sebagai hewan paling cerdas. Hewan gurita mampu menyelinap dengan cepat dan hidup di darat selama 1 sd 2 jam. Dengan kecerdasan dan kemampuannya untuk bertahan hidup di lingkungan darat selama 1 sd 2 jam tersebut, hewan gurita mampu melarikan diri dari akuarium tempat pemeliharaan yang menjadi tempat tinggalnya.

BACA JUGA
jika ia dipelihara sebagai hewan budidaya. Namun hewan gurita ternyata juga bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak kabur. Hewan gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium tempat pemeliharaan yang tertutup rapat.

Beberapa hewan gurita dalam satu spesies yang sama mempunyai banyak variasi ukuran dan umur. Hewan gurita adalah binatang yang sangat kuat bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Hewan gurita yang dipelihara sebagai hewan peliharaan bisa membuka tutup akuarium tempat pemeliharaan dan bertahan hidup cukup lama di luar air sebelum masuk ke akuarium tempat pemeliharaan di dekatnya dan menyantap ikan ikan yang ada di dalamnya.

Nah tipspetani, kali ini penulis mengulas mengenai 11 Cara Budidaya Gurita di akuarium atau di tempat budidaya lainnya sebagai wawasan untuk sobat atau mungkin sobat sudah tak sabar ingin segera mencoba membudidayakannya?

1. Tempat Pemeliharaan
Sobat bisa menyiapkan akuarium tempat pemeliharaan khusus untuk memelihara hewan gurita. Jangan pernah memasukkan ikan ikan hias di dalam akuarium tersebut ya sobat, karena pasti akan dimangsa olehnya. 

2. Penutupan dengan Kawat Kasa
Tutup bagian atas akuarium tempat pemeliharaan tersebut dengan kawat kasa sehingga hewan gurita tidak dapat melarikan diri.

3. Tempat Persembunyian
Lengkapi interior atau bagian dalam akuarium tempat pemeliharaan dengan gua buatan sebagai tempat persembunyian agar ia merasa seperti di alam aslinya. (Baca juga mengenai cara memilih ikan koi yang bagus)


4. Pengaturan Pencahayaan
Hewan gurita biasanya tinggal di dasar laut. Jadi ia tidak membutuhkan cahaya dalam jumlah yang cukup banyak. Pencahayaan secara maksimal justru akan membuatnya menjadi stres. Atur pencahayaan sedemikian rupa agar jangan

terlalu terang dan jauhkan akuarium dari sinar matahari langsung ya sobat. Sebagai binatang pemalu, hewan gurita juga akan tetap diam apabila berada di lingkungan yang ramai. 

5. Kebutuhan Pakan
Sobat bisa memberikan hewan gurita pakanan berupa hewan kepiting kecil. Hewan kepiting kecil yang dipakai disarankan masih hidup, lalu dimasukkan langsung ke akuarium tempat pemeliharaan supaya hewan gurita dapat menangkapnya sendiri.

Sobat juga bisa memberikan variasi pakanan yaitu udang dan ikan ikan laut kecil. Sesekali Sobat pun dapat memberikannya timun yang telah direbus. Berikan pakanan ini setiap malam dan dini hari karena hewan gurita adalah binatang nokturnal. 

6. Waktu Pemberian Pakan
Alternatif lain pakanan hewan gurita yang dipelihara di dalam akuarium tempat pemeliharaan adalah cacahan daging udang kecil, cacing beku, dan sesekali sobat bisa memberikan potongan mentimun layu (mentimun yang disiram

air panas terlebih dahulu). Pakanan untuk hewan gurita yang dipelihara dalam akuarium tempat pemeliharaan tersebut bisa diberikan setiap pagi, sore, dan malam hari karena hewan gurita adalah hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari.

7. Kebersihan Akuarium
Agar hewan gurita milik Sobat dapat tumbuh dengan sehat, Sobat harus menjaga kebersihan akurium tempat tinggalnya. Ganti setengah volume air laut yang ada di dalam tangki setiap 2 minggu sekali. Pasanglah alat aerator dan filtrasi yang berguna untuk menjaga kebersihan akuarium tempat pemeliharaan. Segera ambil sisa pakanan yang mengendap di dasar tangki sebelum mencemari air.

8. Hindarkan dari Air Kotor
Kebersihan air di dasar dalam akuarium tempat pemeliharaan juga hendaknya dijaga. Kematian hewan gurita yang dipelihara di dalam akuarium tempat pemeliharaan rata rata karena kondisi media air tempat memelihara hewan gurita sudah kotor.

9. Cara Perkawinan
Jika ingin memperbanyak hewan hewan gurita yang sobat, pelihara, sobat bisa memelihara hewan hewan gurita berjenis kelamin jantan dan betina. Hewan bertentakel ini menggunakan isyarat kimia untuk mencari pasangannya.

Tapi saat bertemu, hewan gurita jantan langsung ekstra waspada karena meski bukan hewan pemilih, hewan gurita betina akan memakan pasangannya setelah mereka berhubungan, sehingga sobat harus segera memisahkan mereka setelah kawin. Saat reproduksi, hewan gurita jantan akan menyisipkan penis hewan gurita betina, ke rongga mantel betina.

Organ yang juga biasa disebut sebagai lengan ketiga hewan gurita ini akan lepas dengan sendirinya saat sudah masuk ke dalam organ vital hewan gurita betina. Lengan ketiga ini menyimpan sekantung sperma. Saat itulah sobat harus segera memisahkannya agar hewan gurita jantan tidak dimakan oleh hewan gurita betina.

10. Pencegahan Hama
Hindarkan akuarium tempat pemeliharaan hewan gurita dari penyakit dengan cara menjaga kebersihannya ya sobat, miliki alat kebersihan yang lengkap sebab jika di dalam akuarium tempat pemeliharaan terdapat lumut atau bakteri akan mudah membuatnya stres dan mati.

PANDUAN DASAR UNTUK PETERNAKAN KELINCI

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/panduan-dasar-untuk-peternakan-kelinci.html

Peluang usaha ternak kelinci cukup menjanjikan karena kelinci termasuk hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembangbiak. Secara umum terdapat dua kelompok kelinci, yakni kelinci budidaya dan kelinci hias. Kelinci budidaya adalah jenis kelinci yang dibudidayakan untuk dikonsumsi dagingnya atau diambil kulit dan bulunya. Sedangkan kelinci hias adalah jenis kelinci untuk hewan kesayangan.


Sebenarnya tak ada batasan pasti antara kelinci hias dan budidaya. Banyak ras kelinci yang awalnya diperlakukan sebagai kelinci hias, dikemudian hari dimanfaatkan menjadi kelinci pedaging. Karena ras tersebut memiliki keunggulan pedaging seperti bobotnya yang besar, pertumbuhan bobot cepat dan perkembangbiakannya tinggi. Begitu pula sebaliknya, kelinci yang awalnya diperuntukan untuk pedaging namun karena bentuk dan rupanya indah memukau, kemudian dikembangkan sebagai kelinci hias.

JENIS KELINCI YANG DIBUDIDAYAKAN

Terdapat tiga fokus utama dalam ternak kelinci, yakni berorientasi pada daging, kulit dan bulu. Jenis-jenis kelinci pun memiliki keunggulan berbeda-beda, ada yang unggul di pertumbuhan daging, kualitas kulit dan produksi bulu atau woll. Di Indonesia, ternak kelinci masih didominasi oleh kelinci pedaging. Hal ini karena industri kulit dan woll kelinci belum berkembang luas.

Ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kelinci agar bisa disesuaikan dengan orientasi ternak kita, apakah mau fokus pada daging, kulit atau bulu. Kementerian Pertanian mengeluarkan panduan untuk para peternak kelinci agar memelihara kelinci sesuai peruntukannya. 

Menyiapkan kandang

Secara umum terdapat dua tipe kandang yakni, sistem terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka berupa hamparan lahan yang sekelilingnya diberi pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area kandang disediakan naungan untuk berteduh dan tempat istirahat. Kandang terbuka ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

Kandang tertutup merupakan kandang yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang jenis ini cocok untuk usaha ternak intensif. Budidaya kelinci dengan sistem kandang tertutup memerlukan dua tipe kandang, yaitu tipe postal dan tipe baterai. Kandang tipe postal adalah kandang untuk menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus. Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan dan merawat anak-anak kelinci. Sedangkan kandang tipe baterai adalah kandang yang dirancang untuk mewadahi satu ekor kelinci per kandang, biasanya berbentuk rak bersusun. Cocok digunakan untuk pembesaran. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem perkandangan kelinci, 

Memilih indukan

Memilih bibit atau calon indukan harus benar-benar diperhatikan. Karena bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya.

Berikut ini beberapa kiat untuk memilih bibit ternak kelinci potong:
  • Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran.
  • Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
  • Memiliki pinggul yang bulat penuh.
  • Punggung tidak cekung.
  • Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
  • Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/panduan-dasar-untuk-peternakan-kelinci.html
Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi hijauan. Untuk usaha ternak, kita bisa memberikan hijauan, konsentrat, ditambah dengan vitamin. Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung dan pepaya. 

Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet dilakukan untuk memudahkan dan membuat praktis pemberian pakan. Pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet memang cukup mahal, namun ketersediaan dan kontinuitasnya lebih terjamin. Hal ini sangat diperlukan untuk usaha ternak kelinci secara intensif.

Pemberian hiijauan dimulai sejak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Jenis hijaun yang diberikan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk mencegah kembung pada anak kelinci, yang bisa mengakibatkan kematian. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu.

Total kebutuhan pakan untuk kelinci mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan membutuhkan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu pemberian pakan konsentrat dengan hijauan. Misalnya, konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan bisa diberikan pada pukul 13.00-18.00.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/02/panduan-dasar-untuk-peternakan-kelinci.html

Mengawinkan kelinci

Salah satu parameter untuk melihat produktivitas ternak kelinci adalah dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, tergantung pada jenis rasnya. Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:
  • Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
  • Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
  • Vulva berwarna kemerahan dan basah.
Mengawinkan kelinci bisa dengan dua cara, yaitu secara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan dengan cara memasukkan sejumlah betina dan pejantan dalam satu area. Satu pejantan bisa mengawini 5-10 betina.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci:
  • Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
  • Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
  • Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
  • Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
  • Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan agar belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci bisa disapih setelah 8 minggu.
  • Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan.
  • Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
  • Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
  • Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah dan kualitas anakan menurun.
PANEN TERNAK KELINCI

Tidak ada patokan pada umur berapa ternak kelinci bisa dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi atau kambing. Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, setelah masa penyusuan. Karena kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak akan bertahan terpisah dari induknya.

Sedangkan untuk pedaging, biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Lama waktu penggemukan untuk mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2-3 bulan. Bila dijual lebih lama lagi, biasanya sudah tidak ekonomis karena kelinci membutuhkan pakan yang lebih banyak. Apabila kita ingin menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kg, tapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya.

HAL-HAL YANG MENJADI PERHATIAN DALAM MEMBUAT KANDANG KELINCI YANG SEHAT

CARA MUDAH MEMBUAT AYAM PELUNG RAJIN BERKOKOK



Kokok ayam pelung yang melengkung panjang memang sudah menjadi ciri khasnya, namun demikian bagaimana jika si ayam mendadak malas berkokok.

Seperti juga dengan manusia, ayam pelung yang rajin berkokok karena ada kenyamanan, riang dan yang jelas sehat. Karena itu secara sederhana untuk membuat Ayam pelung rajin berkokok kita harus mengkondisikan ayam dalam kondisi yang sama. 

Akan tetapi, faktor genetika juga sangat mempengaruhi kualitas kokok ayam pelung. Walaupun tidak menutup kemungkinan, ayam pelung dari keturunan bagus jika dipelihara dengan asal-asalan, gizi yang kurang, dan kandang yang tidak layak akan membuat ayam pelung urung berkokok.

Berikut ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kokok ayam pelung, antara lain :

1. Soal kebutuhan Gizi dan Vitamin

Ayam pelung umumnya tidak dilepas berkeliaran seperti halnya ayam kampung, tapi dengan kandang khusus atau terbatas. Oleh karena itu, asupan gizi dan pemenuhan akan vitamin sangat tergantung pada sang pemiliknya. Jika ayam dibiarkan berkeliaran bebas maka mereka akan mencari dan mendapatkan makanan dari yang ditemui di alam bebas. Sehingga sangat penting memberikan makanan yang memenuhi syarat kecukupan gizi, vitamin dan mineral. Makanan yang mengandung protein tinggi juga sangat baik untuk kesehatan ayam pelung, lebih baik lagi diberikan dari sumber protein hewani yang masih mentah misalnya belut, ikan kecil, keong, siput dan lain sebagainya. Dan dapat dikombinasikan dengan sayuran dan buah-buahan seperti tomat, tauge dan lain sebagainya.
Silahkan baca artikel lainnya:

2. Kondisi Kesehatan
Ayam yang sedang mengalami masalah kesehatannya akan membuat malas untuk berkokok, karena itu pemilik ayam pelung harus peka dengan kesehatan ayam peliharaannya. Pada umumnya ayam yang kurang sehat akan terlihat dari gerak-geriknya yang lain dari biasanya. Misalnya saja makanan dan minuman yang diberikan tidak pernah dihabiskan.

3. Kebersihan Lingkungan dan Kandang
Kandang yang pengap, lembab dan kotor sangat mengganggu kenyamanan ayam pelung di kandang, sehingga akan membuat ayam malas berkokok. Sebaliknya kandang yang bersih dengan udara segar akan membuat ayam bergairah. Sinar matahari pagi yang masuk ke dalam kandang juga mempengaruhi ayam untuk rajin berkokok. Idealnya kandang ayam pelung menghadap timur dan selalu kering agar tidak lembab dan bau.

4. Perubahan Cuaca
Perubahan cuaca yang ekstrem akan membawa dampak terhadap gairah ayam pelung berkokok. Perubahan ini bisa dari cuaca yang dingin ke panas atau sebaliknya panas ke dingin yang berubah secara tiba-tiba dan drastis. Pada musim hujan diusahakan agar kandang ayam bisa terhindar dari pengaruh suhu dan air hujan, sehingga ayam tetap merasakan nyaman. Jika suhu dingin biasanya ayam mudah terserang penyakit pernafasan atau snot, sehingga suara menjadi serak bahkan pendek. Jika suhu malam dingin, kandang bisa ditambahkan korden atau pelindung lainnya. Pada saat suhu tibak-tiba panas, maka ayam mudah terkena dehidrasi yang berakibat tidak fit dan berkurang performanya.

Sementara itu di bawah ini ada bebapa tips agar ayam pelung peliharaan Anda rajin berkokok. Ada beberapa hal yang patut di perhatikan, karena ada beberapa penggemar atau hobis yang memperlakukan ayammnya agar terus berkokok, baik untuk kontes atau sekedar kepuasan semata. Berikut beberapa cara merawat ayam pelung yang sering dilakukan penghobis:

1.Memberikan makanan berupa, beras merah, kacang hijau, dan gabah. 

Penting pula memberikan ekstra food, pisang kepok yang sudah matang setiap pagi hari. Tujuannya agar suaranya tidak terlalu kristal dan halus. Selain itu, akan menghilangkan lendir yang ada di tenggorokan ayam pelung. Buah tomat juga baik untuk menghilangkan lendir di tenggorokan ayam pelung sehingga bagus untuk kokok ayam pelung.

2.Membersihkan tenggorokan ayam pelung dengan belut, ini salah satu cara unik penghobi sebelum kontes.

Belut utuh yang dimasukkan ke tenggorokan, dipercaya mampu membersihkan lendir dengan efektif dan tidak merusak pita suara. Berbeda dengan bulu, jadi lebih baik hindari membersihkan lendir pada tenggorokan dengan bulu ayam, karena dapat merusak pita suara. Setelah belut dipakai untuk membersihkan tenggorokan,dipotong-potong kecil dan diberikan kepada ayam pelung. Gizi yang terkandung pada belut sangat baik untuk kesehatan ayam pelung.

3.Memandikan dan menjemur ayam pelung. 
Ayam pelung yang rajin dimandikan dan dijemur pada waktu pagi hari akan lebih sehat dan fit, sehingga lebih rajin berkokok. Yang penting diperhatikan adalah saat memandikan, jika matahari memang sudah cukup panas, hal ini dilakukan agar ayam tidak menjadi kedinginan.

4.Mengurangi bercampur atau kawin dengan ayam pelung betina. 

Ayam pelung jantan yang sedang birahi cenderung berusaha untuk menarik lawan jenisnya dengan berkokok. Semakin rajin berkokok, semakin ia ingin menarik sang betina.

CARA LENGKAP PETERNAKAN LEBAH MADU TERLENGKAP

https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Lebah madu mempunyai produk diantaranya adalah madu, lilin lebah, propolis, pollen (tepung sari), royal jeli, dan masing-masing kaya akan manfaat. Dahulu untuk mendapatkan semua itu, orang akan berburu ke hutan dengan membakar sarang agar lebah pergi dari sarangnya, kemudian dari sarang tersebut diambil hasilnya.

Cara tersebut akan memutus keturunan lebah dan koloninya, sehingga membuat lebah semakin sulit dicari. Disini cara agar tetap lestari adalah dengan beternak lebah madu, berikut kita menuliskan tahap demi tapap panduan terlengkap cara ternak lebah madu bagi pemula. Tentaunya kita akan sederhanakan agar bisa dilakukan bagi mereka yang akan memulai bisnis ini.

Pemilihan tempat, itulah hal pertama yang harus kita lakukan jika  berencana ternak lebah madu, karena akan mempengaruhi hasil dan umur dari lebah, pemilihan tempat yang tidak tepat membuat madu yang dihasilkan tidak bisa maksimal dan kualiatas kurang bagus.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Suhu. Cari tempat dengan suhu ideal, lebah biasa tinggal di suhu rata-rata 26 derajat celcius. maksimal. Untuk mengakali suhu kamu bisa perkirakan ketebalan kayu yang digunakan untuk membuat sarangnya, ini untuk menghindari perubahan suhu yang mendadak didalam sarang lebah. 
  • Hindari Keramaian. Cari tempat yang sepi, keramaian membuat lebah menjadi agresif, membuatnya cepat mati. Disamping itu jika ditempatkan dikeramaian akan berbahaya untuk orang lain disekitarnya. 
  • Terdapat sumber air bersih. Air berguna untuk minum lebah. Kalau tidak ada bisa disedikan sendiri. 
  • Carilah tempat yang terdapat banyak bunganya, degan jarak tidak boleh lebih dari 2 km. cara ini bisa diakali dengan sesekali membawa sarang lebah ke tempat yang terdapat banyak nektra nya. 
  • Hindari tempat yang terdapat dari angina kencang. Ini bisa dilakukan dengan membatasi sekitar tempat perlebahan. 
  • Cari lokasi yang mudah untuk diakses oleh kendaraan.

Pemilihan tempat tentunya fleksibel, bahkan jika hanya berada dipekarangan rumahpun tidak mengapa, asal hal-hal mendasar seperti tersedianya nektar, air bersih dan tidak adanya angin kencang disekitarnya harus terpenuhi. Tetapi tentunya lebih maksimal jika semua syarat diatas terpenuhi.

Alat dan Bahan
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Setelah penentuan tempat, selanjutnya penentuan alat dan bahan, ini kita gunakan untuk membuat sarang dan untuk memanen madu yang telah dihasilkan lebah nantinya, diantara yang diperlukan adalah garpu lebah, gergaji kayu, pisau lebah, gunting seng, palu, pengasap untuk menjikan lebah, masker untuk mngamankan diri ketika panen.

Sedangkan bahan yang perlu kita persiapkan untuk pembuatan sarang lebah, atau biasa disebut stup adalah kayu, paku, kawat kasa, tali rami atau plastik kaleng minyak bekas atau cukup gunakan kayu glondongan kalau ada. Tempatkan stup dengan menggantungnya ini untuk menghindari serangan hama.

Setelah selesai pembuatan kandang tempatkan kandang menghadap arah timur, tetapi tetap teduh ketika siang hari, bisa menggunakan atap juga. Jika membuat stup lebih dari satu. Susun setup tersebut secara berderet dengan memberikan jarak sekitar 1.5 meter. Jika setup disangga maka kasih air atau minyak pelumas, dan oleskan obat semut agar tidak diganggu serangga. 


Jenis-jenis Lebah 

https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Sebelum masukkan lebah ke stup kita perlu tahu jenis jenis lebah. Berikut jenis lebah agar tidak salah dalam memilihnya, beserta tugas dan penjelasannya. 

1. Lebah Pekerja 
Dialah yang paling sering kita lihat berkeliaran diluar stup, lebah ini bertugas untuk mencari nectar dan mengumpulkannya, membersihkan sarang, memberi makan lebah jantan dan lebah ratu, menjaga sarang lebah agar tetap aman, bertugas mengumpukan tepung saridan air serta lebah ini juga yang bertugas membangun sarang lebah


2. Lebah Ratu 
Memiliki tubuh yang memanjang. 3. Lebah Jantan Dia yang bertugas mengawini lebah ratu. Setelah mengawini lebah ratu lebah ini akan segera mati. Memiliki tubuh paling besar dibandingkan lebah lainnya. Dia mempunyai dua testis yang masing-masing dapat menghasilkan spermatozoa.



Pemilihan Bibit Lebah Madu Unggul


Tentunya setelah pembuatan kandang hal terpenting adalah lebahnya, Kita butuh lebah yang berkualitas untuk hasil panen terbaik. Ada tiga cara memperoleh lebah untuk mengisi stup yang telah kita persiapkan sebelumnya.

A. Memasang Perangkap 
Secara pasif kita bisa membuat tempat pemancing yang terbuat dari batang kelapa yang dibuat rongga-lubang, biasa disebut glodog (klutuk). Glodog ini harus dalam keadaan kering untuk menghindari tumbuhnya jamur. Kita hanya menunggu sampai terisi koloni lebah yang mau bersarang disitu. Tempatkan glodok ditempat teduh, seperti dahan pohon yang rindang. 


Buat lubang glodok jangan terlalu besar untuk menghindari masuknya tokek kedalamnya. Setelah terisi koloni lebah harus dipindah dengan hati-hati. Setelah setup siap, glodok dibuka dan dibalik tepat dibawah stup, lakukan dengan pelan. Kemudian ketuk-ketuk glodog dengan pelan dan halus, untuk mempercepat pemindahan koloni kedalam stup.

B. Berburu di Alam Liar 
Ketika berburu siapkan terlebih dahulu kurungan ratu, kotak buru, kain kasa hitam berbentuk kerucut (seperti jaring). Setelah menemukan koloni segera cari lebah ratu dan masukkan kedalam kurungan ratu. Letakkan kain kasa hitam diatas koloni, dengan lubang menghadap koloni, kemudian lebah diusik supaya terbang semua dan hinggap di kain kasa tersebut. Dapat dilakukan dengan asap rokok, atau obat nyamuk supaya lebah berpindah meninggalkan sarangnya.


Apabila lebah sudah masuk kekain kasa segera tutup dan ikat, siap dibawa pulang. Selanjutnya sarang dimasukkan kedalam sisiran/frame. Tentunya pilih sarang yang masih bagus, ada madu dan anakan, potong dengan hati-hati dan tempelkan pada sisiran, jangan lupa diikat. Simpan dan masukkan sarang yang sudah melekat pada sisiran tersebut kedalam stup baru. Jangan lupa tertibkan koloni dalam kotak eram.

C. Membeli Koloni Lebah Madu Lengkap dengan Stup/Glodog
Cara ini paling lazim dilakukan, pilih bibit unggul yang sudah dipasarkan. Di Indonesia sendiri ada dua tipe yaitu A. Cerana (lokal) dan A. Mellifera (impor). Disini ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah baru, oleh sebab itu pemilihan jenis unggul bertujuan agar dalam satu koloni lebah bisa berproduksi secara maksiml

Cara ini paling lazim dilakukan, pilih bibit unggul yang sudah dipasarkan. Di Indonesia sendiri ada dua tipe yaitu A. Cerana (lokal) dan A. Mellifera (impor). Disini ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah baru, oleh sebab itu pemilihan jenis unggul bertujuan agar dalam satu koloni lebah bisa berproduksi secara maksimal.

Pemeriksaan Koloni
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Berguna untuk mengetahui kondisi perkembang biakan koloni lebah. Lakukan diwaktu matahari terang dan cerah, ketika lebah bekerja yaitu pagi hari jam 06.00 sampai 10.00. atau jikalau sore hari pada pukul 16.00-18.00 yakni saat lebah dewasa banyak keluar sarang, itu adalah waktu terbaik untuk memeriksa koloni. Tentunya lebah tidak boleh terganggu karena cuaca dingin, hujan dan angina kencang ataupun dimalam hari.

Artikel lainnya



Pemeriksaan stup (wadah/kotak koloni). Jangan melakukannya dari depan karena menghalangi masuknya lebah pekerja ke dalam sarang bisa membuat para lebah bertindak agresif dan menyengat, lakukan dari arah belakang atau samping kanan kiri. Untuk menenangkan lebah gunakan asap rokok atau asap serabut kelapa, hembuskan menggunakan alat. 


Periksa satu persatu frame, dimulai dari frame nomor dua dari kiri, angkat perlahan dan amati dengan teliti bagian sarang madu, dan lava. Tempatkan kembali setelah pemeriksaan. Lajutkan keframe nomor satu kemudian tiga dan seterusnya. Ini dilakukan untuk mengindari agar ratu tidak terganggu. 


Lakukan pemeriksaan setiap seminggu sekali. Untuk menghindari gangguan hama penyakit, mengetahui isi sarang, keadaan ratu dan perbandingan antara lebah pekerja dan lebah jantan kita juga perlu melakukan pemeriksaan koloni. Jika dijumpai frame yang sudah penuh maka tambahkan frame baru. 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Bila terdapat frame dengan bagian tengah berwarna hitam ini bertanda frame tersebut terkena peyakit. Sarang ini perlu dibakar atau dibuang. Jika dijumpai lebih banyak lebah pejantan daripada lebah pekerjanya, bunuh atau buang lebah pejantan dengan membunuh telur-telurnya. Kebutuhan lebah pejantan hanya 200 an ekor dalam satu koloni. 


Amati keadaan ratu, apakah sudah ada ratu pengganti dan masih aktif. Jika terdapat ratu lama dengan pengikut sedikit bisa diusir atau dibunuh. Amati juga keseimbangan antara tepung sari/pollen dengan nectar didalam sarang lebah. Jika terlalu banyak pollen maka disekitar tanaman mengandung nektar kurang. Bisa diatasi dengan mengangon stup ke daerah yang sekiranya terdapat tanaman dengan nektar berlebih. 


Manajemen Koloni
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html



Manajemen koloni digunakan untuk mengontrol koloni, dilakukan untuk memaksimalkan setiap peforma koloni, apakah terlalu banyak sehingga perlu dipecah atau terlalu sedikit sehingga perlu penggabungan atau bahkan pergantian ratu, bisa juga menginduksi ratu 


1. Penggabungan koloni 
Manajemen koloni digunakan untuk mengontrol koloni, dilakukan untuk memaksimalkan setiap peforma koloni, apakah terlalu banyak sehingga perlu dipecah atau terlalu sedikit sehingga perlu penggabungan atau bahkan pergantian ratu, bisa juga menginduksi ratu 



Bisa dilakukan dengan menumpuk dua koloni lebah dengan memberikan penyekat dari kertas yang dilubangi kecil dan telah diolesi oleh cairan madu atau gula. Dalam satu atau dua hari biasanya lebah telah menembus kertas penyekat, secara bertahap lebah akan bercampur. Ini sebiknya dilakukan dimalam hari. 


2. Pemecahan Koloni.
Biasanya ditandai dengan adanya sel ratu baru disaat masih ada ratu. Ini berarti akan adanya usaha lebah untuk mengadakan reproduksi dan pemecahan koloni, karenanya kita perlu adakan pemeriksaan teratur dan teliti agar tidak terjadi pemecahan secara liar yang dapat merugikan kita. Caranya cukup pindahkan sel ratu ketempat baru. 



3. Pergantian Ratu 
Dilakukan dengan pemecahan koloni, karena lebah ratu mempunyai jangka waktu masa produktif tertentu. Memberikan lebah ratu dari koloni lain. Dengan mengambil ratu lama dan menggantinya dengan ratu baru. Merangsang pembentukan sel calon ratu. Caranya dengan membunuh ratu lama sehingga membuat lebah pekerja membentuk ratu baru. 



Memberi Makan Lebah
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html

Lebah madu akan berkembang biak dan mempunyai koloni yang besar jika kondisi lingkungan mendukung. Lingkungan disini adalah tersedianya banyak tanaman penghasil nektar dan pollen. Untuk mendukung tersedianya pakan lebah yang mengasilkan nektar berlebih sepanjang tahun pada suatu lokasi perlebahan perlu diambil langkah pendataan jenis tanaman pakan lebah yang ada. 


Selanjutnya dilakukan pengkayaan jenis tanaman sesuai kondisi ruang dan iklim disekitar kandang. Beberapa tanaman dan pakan yang bisa membantu memaksimalakan ternak lebah diantaranya, aren pollen, randu pollen, karet ekstra flora, tebu pollen, sengon, akasia, mangga, rambutan, belimbing dll


Pengangonan atau Migration 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html



Apabila ketersediaan makanan untuk lebah tidak memungkinkan untuk diusahakan dilingkungannya maka bisa dilakukan pengangonan. Pemindahan koloni lebah ke tempat yang tersedia pakan. Penganonan ini hanya untuk jenis lebah A. Mellifera. Pemindahan dilakukan dimalam hari saat semua lebah sudah masuk stup dan sudah dalam keadaan tenang. 


Ketika sore semua lebah sudah masuk, tutup stup, sisiran yang berisikan madu diganti dengan yang kosong, rapatkan sisiran agar tidak mudah bergerak, pada saat pengangkutan usahakan lubang dan ventlasi tidak menghadap kearah perjalanan. Setelah sampai buka sedikit demi sedikit agar lebah pekerja mengenali daerah sekitar. Jika perjalann jauh sampai menginap maka masukkan larutan gula/madu kedalam stup sebelum dibungkus, sebagai persediaan makanan dan agar tidak ada lebah yang mati kelaparan. 


Hama dan Pengendaliannya 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html
Salah satu faktor pendukung bagi lebah madu adalah ada tidaknya gangguan lingkungan terutama hama, predator dan penyakit. Dalam hal itu maka perlu diadakan pengendalian terhadap hama dan pengganggu tersebut. Berikut hama paling umum dan cara penanggulangannya. 



Salah satu faktor pendukung bagi lebah madu adalah ada tidaknya gangguan lingkungan terutama hama, predator dan penyakit. Dalam hal itu maka perlu diadakan pengendalian terhadap hama dan pengganggu tersebut. Berikut hama paling umum dan cara penanggulangannya. 


Tabuhan
Sejenis insecta masih dalam keluarga lebah tapi bertindak sebagai pemangsa lebah madu. Dimasyarakat biasa disebut tawon endas (jawa) atau enggang (sunda). Tabuhan memangsa lebah madu dengan jelas, bisa dilakukan pencegahan dengan menangkap dan membunuhnya secara langsung atau membakar sarang tabuhan di lingkungan sekitar apiari. 



Semut
Ganguan paling umum, semut akan membuat sarang didalam sarang lebah dan memakan madu yang dihasilkan lebah. Mengakibatkan lebah hijrah meninggalkan sarang. Bisa dilakukan pencegahan dengan mengoleskan oli pada tiang penyangga stup agar semut tidak bisa merambat naik. 



Ngengat lilin. 
Serangga sejenis kupu-kupu, hama ini merusak sarang lebah, bertelur didalamnya, sarang lebah madu yang terserang hama ini harus dipotong dan dibakar hingga musnah. 


Cicak
Terkadang hama satu ini ketika kelaparan akut memakan lebah madu. Dapat dicegah dengan melakukan penjagaan dan pengusiran apabila ada cicak mendekat. 


Kecoa.
Binatang ini dapat membuat lebah menjadi liar dan merusak lilin dalam sarang. Dapat dicegah dengan memperkecil lubang masuk lebah sehingga kecoa tidak bisa masuk. 



Burung pemangsa serangga, 
sebut saja wallet, gemar memakan lebah, untuk mengatasinya cukup pemilihan tempat dijauhkan dari rumah walet/burung sejenis


Pemanenan
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/cara-lengkap-peternakan-lebah-madu.html


Hasil utama dari ternak lebah adalah madu, mempunyai banyak manfaat dan harga madu asli bernilai jual tinggi. Dan ada pula hasil lain berupa royal jelly (susu ratu), lillin lebah (malam), Pollen (tepung sari) dan paling bernilai tinggi propolis. 


Panen madu dilakukan pada 1-2 minggu setelah musim bunga. Ciri madu sudah siap panen dilihat dari sisiran yang telah tertutup oleh lapisan lilin tipis. Sebelum dipanen sisiran dibersihkan dulu dari lebah yang menempel setelahnya lapisan penutup sisiran dikupas. Kemudian sisiran dikeluarkan untuk diambil madunya. 


Lebih tepatnya urutan panen sebagai berikut, pertama ambil dan cuci sisiran yang siap panen, kedua kupas lapisan lilin penutup sisiran menggunakan pisau, ketiga sisiran yang telah dikupas diekstrasi dalam ekstraktor madu, kemudian disaring dan lakukan pernyortiran, setelah selesai simpan madu dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara, dan terakhir lakukan pengemasan madu kedalam botol.
Sumber jempolkaki.com

PANDUAN DALAM MEMULAI PETERNAKAN BURUNG PERKUTUT

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dalam-memulai-peternakan-burung.html


Suara burung perkutut memang terdengar hampir mirip dengan burung puter dan juga burung derduku. Memiliki suara yang bagus dan khas menjadikan burung perkutu begitu digemari masyarakat para pecinta burung, maka tak heran jika harga burung perkutut cukup tinggi di pasaran. Hal inilah yang menjadikan burung ini cukup potensial untuk dibudidayakan.

Bagi anda yang gemar memelihara burung kicauan, maka tidak ada salahnya jika anda mengembangkan hobi anda tersebut untuk dijadikan sebagai peluang bisnis, karena bisnis budidaya atau ternak burung perkutut saat ini cukup menjanjikan. Pada dasarnya, langkah-langkah beternak burung perkutut hampir sama dengan beternak burung-burung lainnya. Di dalam usaha ternak burung perkutut juga dibutuhkan pemahaman dan keuletan dan juga kesabaran dalam menjalaninya.

Bagi anda yang tertarik ingin mencoba untuk beternak burung perkutut, kami telah siapkan informasi mengenai panduan lengkap cara ternak burung perkutut untuk pemula dibawah berikut ini.

Cara Ternak Burung Perkutut dan Pemeliharaannya

1. Persiapan Kandang

Sebelum memulai usaha ternak burung perkutut, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu kandang penangkarannya. Di dalam cara membuat kandang penangkaran untuk burung perkutut cukup mudah dan sederhana, asalkan yang paling terpenting di dalam kandang burung bisa terbang dan mengibaskan sayapnya secukupnya.

Ukuran Kandang
Selain itu, ukuran kandang juga dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia berbentuk persegi. Untuk ukuran ideal dari kandang penangkaran sebaiknya minimal memiliki tinggi sekitar 150 cm, Panjang 100 cm dan lebar 50-100 cm. sedangkan pada bagian dasar atau lantai kandang, sebaiknya diberi hamparan pasir atau batu koral untuk menjaga kelembaban kandang. Kemudian pada bagian atap kandang, sebaiknya menggunakan genteng, asbes bergelumbang atau fiber. Jangan pernah menutup atap dengan menggunakan seng, karena dapat menyebabkan suhu di dalam kandang menjadi panas.

Bahan dan lokasi

Bahan yang dapat digunakan yaitu kayu, bambu atau aluminium (jika memungkinkan). Sedangkan untuk dinding sekelilingnya menggunakan ram kawat yang cukup kuat. Pastikan lokasi kandang penangkaran berada di luar, sehingga dapat terkena sinar matahari pagi secara langsung dan bisa mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

2. Pemilihan Indukan

Di dalam usaha ternak burung perkutut, langkah dalam pemilihan bibit indukan merupakan langkah yang sangat penting dan harus selalu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam beternak burung perkutut

Baca juga


Berikut ini merupakan beberapa tips dalam memilih indukan burung perkutut yang baik, yaitu meliputi :
  • Memiliki postur tubuh bongkok dan sedikit panjang
  • Memiliki kepala yang besar dan terkesan gagah
  • Batok kepala memiliki parit yang cukup dalam dan panjang
  • Memiliki bentuk paruh yang lurus dan pada bagian bawahnya agak tebal
  • Memiliki lubang hidung yang sempit dan lurus
  • Bentuk mata bulat dan pandangannya tampak tajam
  • Memiliki sisik di bagian kaki yang rapi
  • Memiliki rongga suara yang besar
  • Memiliki supit yang renggang dan tebal
  • Memiliki warna bulu bersih dan cerah
Ciri-ciri Indukan Jantan yang baik

Bagi para peternak burung perkutut, biasanya mereka dapat mengenali ciri-ciri indukan jantan dengan memperhatikan pada ciri-ciri fisik, suara dan juga genetisnya. Berikut ini merupakakan beberapa kiat dalam menentukan indukan burung perkutut jantan dengan melihat pada segi fisik dan suaranya.

Fisik indukan jantan

Ciri-ciri pada bagian fisiknya bisa dilihat pada :
  • Struktur Dada : Jika dibagian tulang dada terlihat lebar, maka burung tersebut memiliki pernafasan yang baik, sehingga suara yang dihasilkan akan semakin panjang dan merdu.
  • Struktur Kantung Suara : Semakin Lebar kantung suara yang dimilikinya, maka irama suara yang dihasilkan akan semakin baik dan merdu.
  • Struktur Tubuh : indukan jantan yang baik, memiliki postur tubuh yang terlihat tegap dan gagah, terutama pada saat sedang bertengger.
  • Bulu : indukan perkutut jantan yang baik memiliki bulu dada yang halus dan mengkilap, karena biasanya bulu halus dan mengkilap di bagian dada menandakan suara yang dihasilkannya sangat bening dan nyaring. Sedangkan jika bulu dadanya terasa halus namun kusam, maka suara yang dihasilkan akan serak.
Kualitas suara indukan jantan

Untuk mengetahui kualitas suara burung perkutut dapat dikenal dengan cara :
  • Kualitas irama suara bagian depan
  • Kualitas irama suara bagian tengah
  • Kualitas irama suara bagian ujung
Ciri-ciri indukan betina yang baik, yaitu :

Untuk mengetahui ciri-ciri indukan betina yang baik, maka dapat dikenali dengan beberapa ciri berikut ini :
  • Memiliki postur tubuh yang tegap
  • Memiliki struktur tulang dada yang lebar
  • Irama suara dapat disesuaikan dengan kualitas suara dari indukan jantan
3. Teknik Penjodohan

Untuk melakukan penjodohan para burung perkutut agar bisa segera dikainkan yaitu dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.

Merekat bulu sayap

Sifat dan karakteristik dari indukan perkutut jantan lebih agresif jika dibandingkan dengan indukan betina, maka pada saat dilakukan penjodohan sebaiknya bulu sayap sang jantan di rekat sekitar 4-5 helai dengan menggunakan solasi kecil. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya serangan kepada indukan betina saat dilakukan penjodohan.

Mengurung sangkar di dalam kandang

Masukan indukan jantan dan betina kedalam kandang penjodohan, namun indukan betina sebaiknya dipisahkan dengan menggunakan sangkar. Biarkan beberapa lama sampai indukan jantan dan betina mulai akrab dan berjodoh. Setelah itu, baru indukan betina bisa di satu kandangkan dengan indukan jantan untuk melakukan perkawinan.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dalam-memulai-peternakan-burung.html

Satu indukan jantan dengan beberapa indukan betina

Jika indukan jantan terlalu agresif dan ganas kepada indukan betina saat akan dilakukan penjodohan, maka solusi terbaiknya yaitu memasukan 1 ekor indukan jantan kedalam kandang penjodohan yang berisi beberapa ekor indukan betina. Hal ini bertujuan agar indukan jantan bisa memilih indukan betina yang disukainya. Setelah mendapatkan jodohnya, maka pasangan burung perkutut tersebut dapat dimasukan ke dalam kandang penjodohan.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/panduan-dalam-memulai-peternakan-burung.html

Pemberian Pakan

Jenis pakan untuk burung perkutut yaitu pakan berupa biji-bijian yang terdiri dari campuran jerawut, beras merah, ketah hitam, gabah merah, milet, godem dan canary seed. Pastikan pakan yang diberikan masih baru dan berkualitas bagus. Pemberian pakan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan, hal ini tentunya untuk menjaga kondisi dan berat tubuh burung tetap terjaga.

Pemberian pakan untuk burung yang diternakan dengan burung yang akan diikut lombakan jelas berbeda, umumnya konsumsi pakan burung perkutut sekitar 10% dari berat tubuhnya. Namun agar tidak terlambat di dalam pemberian pakan, sebaiknya pakan harus selalu tersedia di dalam sangkar untuk pakan cadangan.

Begitu juga dengan air minumnya, pastikan air minum di dalam sangkar selalu tersedia dan ganti secara rutin air minumnya setiap hari atau 2 kali sehari. Sedangkan di dalam kandang penangkaran sebaiknya selalu tersedia bubuk bata merah dan pasri yang ditebarkan di lantai kandang, ini bertujuan agar burung bisa memakan kerikil pasir dan juga bubuk bata merah yang biasa konsumsi oleh burung perkutut untuk membantu mencerna makanan dan juga sebagai sumber mineral.